Tag Label

Kepolisian (3815) daerah (1037) Pemerintahan (559) Jurnalistik (415) Demontrasi (84) Lintas Opini (73) DPRD (71) Desa (62) RSUD (45) Kebakaran (34) KPU (30) Iklan (29) Mahasiswa (11) DPRD kota pasuruan (8) PDAM (5) Desperindag (4) DPR RI (2)

Iklan Natal dan Tahun Baru 2026 DPRD Kota Pasuruan

Iklan Natal dan Tahun Baru 2026 DPRD Kota Pasuruan
DPRD KOTA PASURUAN mengucapkan selamat Natal dan Tahun Baru 2026

Tranding Topic

Polres Pasuruan Klarifikasi Perihal Penggunaan Plat Nomor Dinas Lama

Pasuruan,suarakpkcyber.com, – Polres Pasuruan melalui kasi humas memberikan klarifikasi terkait pemberitaan di media Bangsa Online mengenai ...

Headline NewsLihat Semuanya

Polres Pasuruan Klarifikasi Perihal Penggunaan Plat Nomor Dinas Lama

Pasuruan,suarakpkcyber.com,– Polres Pasuruan melalui kasi humas memberikan klarifikasi terkait pemberitaan di media Bangsa Online mengenai kendaraan dinas Polres Pasuruan yang masih menggunakan plat nomor lama di Mapolres Pasuruan, Minggu (25/01/2026).

Kasie humas polres Pasuruan, AKP Hartono menjelaskan bahwa plat nomor mobil dinas Kapolres yang dipakai saat ini adalah plat nomor yang sudah sesuai dengan TR terbaru.

"Plat nomor mobil dinas Kapolres saat ini sudah sesuai dg TR terbaru," ujarnya.

Secara menyeluruh pergantian plat nomor dinas Polres Pasuruan saat ini masih dalam proses. "Selama plat nomor baru belum selesai, kendaraan dinas masih menggunakan plat nomor lama,” jelasnya.

Ia menambahkan, perubahan kode plat nomor dinas tersebut merupakan kebijakan baru sesuai Telegram Rahasia (TR) dari Polda. Sebelumnya, kendaraan dinas Polres Pasuruan menggunakan kode 39, namun kini telah berubah menjadi kode 35.

“Sesuai TR dari Polda, kode plat nomor dinas Polres Pasuruan berubah dari 39 menjadi 35,” ujarnya.

Lebih lanjut, Hartono menjelaskan bahwa tidak bisa cepat mengingat yang melakukan proses juga banyak.

“Proses ini memang butuh waktu, karena tidak sedikit mobil dinas yang juga dalam proses,” pungkasnya.

Kasie humas menyatakan pihaknya membuka komunikasi yang baik dengan semua pihak terutama kepada awak media. Agar informasi yang baik bisa tersebar lebih luas dan informasi yang tidak benar bisa lebih mudah diluruskan.

"Kolaborasi antar pihak bagi kami adalah kunci kemajuan dalam pelayanan bagi masyarakat," tutupnya.(Usj)

Kapolres Pasuruan Hadiri Manaqib Dzikrul Ghofilin bersama Ribuan Jamaah



Pasuruan, suarakpkcyber.com– Kapolres Pasuruan bersama ribuan jemaah menghadiri kegiatan Sholawat Manaqib dan Dzikrul Ghofilin yang digelar di Mushola Al-Khimaturrahmaniyah, Desa Mojotengah, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, Minggu (25/1/2026).

Kegiatan keagamaan tersebut mendapat pengamanan dari Polres Pasuruan dan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, serta kondusif.

Kasat Intelkam Polres Pasuruan, AKP Lubis Ibroril Chosam, S.A.P, menyampaikan bahwa jumlah jamaah yang hadir mencapai sekitar 10.000 orang, dengan waktu pelaksanaan sejak pukul 05.30 WIB hingga 07.00 WIB.

“Kegiatan sholawat manaqib dan dzikrul ghofilin ini diikuti kurang lebih sepuluh ribu jamaah. Polres Pasuruan melakukan pengamanan dan monitoring, dan selama kegiatan berlangsung situasi terpantau aman serta kondusif,” ujar AKP Lubis.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh KH. M. Sholeh Bahruddin, pengasuh Pondok Pesantren Ngalah Purwosari, serta dihadiri Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono, S.H., S.I.K., M.H., Wakapolres Pasuruan, para pejabat utama Polres Pasuruan, tokoh agama, dan masyarakat sekitar.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Pasuruan menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan keagamaan yang berlangsung tertib dan penuh kekhidmatan. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan keamanan wilayah.

“Melalui kegiatan keagamaan seperti ini, kita berharap ukhuwah islamiyah semakin kuat dan masyarakat bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar Kabupaten Pasuruan tetap aman dan kondusif,” kata AKBP Harto Agung Cahyono.

Rangkaian kegiatan meliputi pembacaan Asmaul Husna, doa, istighfar, sholawat manaqib, dzikir, sholawat burdah, hingga mauidhotul hasanah. Dalam tausiyahnya, KH. M. Sholeh Bahruddin menekankan pentingnya amal saleh serta mengajak jamaah untuk mencintai tanah air dengan menjaga ketertiban dan kerukunan di tengah masyarakat.

AKP Lubis menambahkan bahwa kegiatan sholawat manaqib dan dzikrul ghofilin tersebut merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan secara berpindah lokasi dan selalu dihadiri ribuan jamaah dari berbagai kecamatan di Kabupaten Pasuruan.

“Kegiatan ini rutin dilaksanakan dan jamaahnya berasal dari wilayah Purwosari, Purwodadi, Tutur, Sukorejo, Wonorejo, dan sekitarnya,” tambahnya.

Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan serupa direncanakan kembali digelar pada Minggu, 1 Februari 2026, di Warung Lesehan Ayam Goreng Pak Soleh, Desa Tunggulwulung, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan.

Polres Pasuruan mengapresiasi peran panitia dan seluruh jamaah yang telah bekerja sama menjaga ketertiban, sehingga kegiatan dapat berjalan dengan aman dan lancar. (Usj)

Kapolres Pasuruan Jalin Silaturahmi dengan Pengasuh Ponpes Sidogiri

Pasuruan,suarakpkcyber.com,– Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono, S.H., S.I.K., M.H., melaksanakan kegiatan silaturahmi dengan Pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri, KH. Fuad Nur Hasan, Jumat (23/1/2026).

Silaturahmi ini dilakukan sebagai langkah awal Kapolres Pasuruan yang baru dalam rangka mempererat hubungan dan sinergitas antara Polri dengan para ulama serta tokoh agama di wilayah Kabupaten Pasuruan.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono memperkenalkan diri sekaligus menyampaikan maksud dan tujuan kunjungannya. “Sebagai Kapolres Pasuruan yang baru, saya mohon doa restu dan dukungan dari para ulama agar kami dapat menjalankan amanah dengan baik, menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, serta membawa keberkahan bagi masyarakat Kabupaten Pasuruan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya peran ulama dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. “Kami berharap sinergi antara Polri dan ulama dapat terus terjalin dengan baik demi terciptanya Pasuruan yang aman, damai, dan harmonis,” tambahnya.

Sementara itu, Pengasuh Ponpes Sidogiri KH. Fuad Nur Hasan menyambut baik kunjungan silaturahmi tersebut dan mengapresiasi langkah Polres Pasuruan dalam membangun komunikasi dengan tokoh agama.“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan Kapolres Pasuruan beserta rombongan. Ini merupakan langkah yang baik dalam menjalin ukhuwah dan sinergi antara ulama dan Polri,” tuturnya.

KH. Fuad Nur Hasan juga menyampaikan dukungan serta doa bagi Kapolres Pasuruan dalam menjalankan tugasnya. “Kami mendoakan agar Kapolres Pasuruan senantiasa diberikan kelancaran, kekuatan, dan kebijaksanaan dalam mengemban amanah, serta mampu menjaga situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif di Kabupaten Pasuruan,” katanya.

Kegiatan silaturahmi tersebut turut dihadiri Waka Polres Pasuruan Kompol Andy Purnomo, S.H., M.H., Anggota DPR RI Fraksi PAN Gus Syaiful Nuri, Kasat Intelkam Polres Pasuruan AKP Lubis Ibroril Chosam, S.A.P., Kasat Lantas Polres Pasuruan AKP Derie Fradesca, S.T.K., S.I.K., M.H., serta Kasi Humas Polres Pasuruan Iptu Joko Suseno.

Secara keseluruhan, kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan. Silaturahmi ini dinilai berdampak positif terhadap upaya pemeliharaan kamtibmas, mengingat kuatnya peran tokoh agama dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kabupaten Pasuruan.(Usj)

Silaturahmi Malam Hari Kadis Koperasi UKM dan Disperindag Pasuruan Serap Aspirasi Pedagang Pasar Gempol

 Pasuruan,suarakpkcyber.com,— Silaturahmi yang dilakukan Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pasuruan, Taufiqul Ghony, menjadi angin segar bagi ratusan pedagang sayur dan komoditas lainnya di Pasar Gempol. Kegiatan yang digelar pada Kamis malam (22/1/2026) itu sengaja dilakukan di luar jam kerja untuk melihat langsung denyut aktivitas perdagangan pasar.

Pria yang akrab disapa Abah Ghony tiba di lokasi sekitar pukul 18.30 WIB. Didampingi pengurus paguyuban serta koordinator pasar, ia menyusuri lapak-lapak pedagang yang tengah sibuk melayani pembeli. Dalam kesempatan itu, Ghony berdialog langsung dengan para pedagang untuk menggali kondisi pasar, mulai dari pelayanan petugas hingga kenyamanan berjualan.

“Bagaimana kondisi berjualan di Pasar Gempol? Apakah pelayanannya sudah ramah dan nyaman?” tanya Ghony kepada Sila, pedagang sayur asal Karangploso, Kabupaten Malang.

Sila mengungkapkan, dirinya telah berjualan di Pasar Gempol hampir dua tahun. Sebelumnya, ia mencoba berjualan di Porong namun belum mendapatkan tempat yang layak. Beruntung, Pasar Gempol masih memiliki ruang bagi pedagang sayur saat itu.

“Awalnya memang sepi, tapi alhamdulillah sekarang sudah ramai. Petugas pasar dan paguyuban juga kompak untuk memajukan pasar,” ujarnya.

Pedagang sayur di Pasar Gempol sendiri datang dari berbagai wilayah, seperti Tutur, Purwodadi, Ngoro, hingga Malang. Mereka menyatakan siap mematuhi seluruh ketentuan yang ditetapkan pemerintah daerah, mulai dari pembayaran retribusi, menjaga kebersihan, hingga keamanan, demi keberlangsungan usaha dan semakin ramainya Pasar Gempol.

Sementara itu, Iman Sayuti, pedagang sayur yang berjualan di area belakang pasar, berharap adanya perhatian lebih dari Pemkab Pasuruan terkait sarana dan prasarana pasar. Ia menilai masih perlu dilakukan penataan dan penambahan fasilitas yang layak.

“Kalau bisa ada perapian dan tambahan sarana. Stand Pasar lantai II yang masih kosong juga bisa dimanfaatkan untuk pedagang buah,” harapnya.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Ghony menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pengelola pasar daerah. Tujuannya untuk mengetahui secara langsung keluhan dan persoalan pedagang maupun petugas pasar, sehingga perbaikan dapat segera dilakukan, terutama terkait pelayanan, kenyamanan, dan ketertiban.

“Harapan kami ke depan, seluruh pasar daerah bisa semakin ramai, dengan pedagang dan pembeli merasa nyaman saat bertransaksi,” tegasnya.

Ia menambahkan, berdasarkan laporan yang diterima, aktivitas perdagangan di Pasar Gempol, khususnya pedagang sayur pada sore hingga malam hari, mengalami peningkatan signifikan. Untuk memastikan hal tersebut, pihaknya turun langsung ke lapangan.

“Faktanya memang cukup ramai. Bahkan, berdasarkan keterangan petugas pasar, peningkatan PAD dari Pasar Gempol mencapai lebih dari 100 persen, dan sekitar separuhnya berasal dari retribusi pasar sayur,” pungkasnya.(Usj)


BUKA ORIENTASI CALON MENTOR BPHPI, KETUA MA TEGASKAN PERAN STRATEGIS HAKIM PEREMPUAN

 


Jakarta, suarakpkcyber.com - Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia, Prof. Dr. Sunarto, S.H., M.H. menegaskan representasi dan kepemimpinan hakim perempuan merupakan bagian integral dari strategi kelembagaan Mahkamah Agung dalam membangun peradilan yang berwibawa, akuntabel, dan dipercaya publik.

Hal tersebut disampaikan Ketua Mahkamah Agung saat memberikan keynote speech dalam kegiatan Orientasi dan Pelatihan Calon Mentor Tahap Pertama Badan Perhimpunan Hakim Perempuan Indonesia (BPHPI) dan Peluncuran Buku Panduan Mentoring di Jakarta Jumat (23/01) belum lama ini.

“Bagi Mahkamah Agung, representasi dan kepemimpinan hakim perempuan adalah bagian dari strategi membangun peradilan yang berwibawa, bagian dari upaya menjaga kepercayaan publik, dan bagian dari tanggung jawab kita untuk memastikan bahwa keadilan benar-benar dirasakan oleh semua orang, tanpa terkecuali,” ujar Prof. Sunarto.(dedi)

Pemkab Pasuruan Terbitkan SK Pansel Dirut BPR Mina Mandiri, Jadwal Seleksi Akan Diatur Ulang



Pasuruan,suarakpkcyber.com,– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan resmi menerbitkan Surat Keputusan (SK) Panitia Seleksi (Pansel) Direktur Utama PT BPR Mina Mandiri. Langkah ini dilakukan untuk mengisi kekosongan jabatan pimpinan bank daerah tersebut setelah masa jabatan Direktur Utama sebelumnya, Irawan Hari Soejatmika, berakhir pada 13 Januari 2026.

Irawan tidak mendapatkan perpanjangan masa jabatan setelah mengabdi selama kurang lebih lima tahun. Untuk memastikan roda operasional tetap berjalan, Pemkab Pasuruan menunjuk Rachmiasih, SE, yang saat ini menjabat Direktur Kepatuhan, sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama.

Namun demikian, proses penjaringan calon Dirut definitif melalui panitia seleksi belum berjalan sesuai rencana awal. Hal tersebut disinyalir akibat padatnya agenda pemerintahan daerah.

Kepala Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Pasuruan, Sugeng, mengakui bahwa tahapan seleksi mengalami penundaan.

“Time line sebenarnya sudah kami susun, tetapi harus diundur karena banyak agenda Pemkab, seperti kegiatan pelantikan dan agenda kepala daerah lainnya. Oleh karena itu, penjadwalan akan kami lakukan ulang,” jelasnya saat dikonfirmasi, Kamis (21/1/2026).

Sugeng yang juga mantan Sekretaris Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan ini menambahkan, berdasarkan SK kepala daerah, Panitia Seleksi Dirut PT BPR Mina Mandiri diketuai oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Syaifudin Ahmad, dengan Kabag Perekonomian sebagai anggota.

Pihaknya mengaku telah berkoordinasi dan meminta arahan pimpinan terkait kelanjutan proses seleksi tersebut.

“Intinya, seleksi tetap dilanjutkan dan akan dilakukan penjadwalan ulang secepatnya,” imbuh Sugeng.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemkab Pasuruan memutuskan tidak mengabulkan permohonan perpanjangan masa jabatan Direktur Utama BPR Mina Mandiri yang diajukan oleh Irawan Hari Soejatmika. Keputusan tersebut otomatis membuka proses seleksi untuk mencari pimpinan baru yang akan memimpin BPR milik daerah itu ke depan.(Usj)


Pemkab Pasuruan Ajak Pedagang Duduk Bersama, Penataan Pasar Wisata Cheng Hoo Disiapkan Lebih Tertib dan Nyaman

Pasuruan,kabar99news.com,– Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag) menggelar forum dialog bersama puluhan pedagang Pasar Wisata Cheng Hoo Pandaan, Rabu (22/1/2026).

Dalam pertemuan yang berlangsung sederhana namun penuh keterbukaan itu, para pedagang diajak duduk bersama untuk menyampaikan keluhan, masukan, serta harapan terkait pemanfaatan dan penataan kawasan Pasar Wisata Cheng Hoo ke depan agar semakin tertib dan ramah wisatawan.

Tak hanya Diskop UKM Perindag, kegiatan tersebut juga melibatkan Satpol PP serta Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pasuruan. Tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ini secara langsung mendengarkan aspirasi pedagang, mulai dari persoalan keamanan, parkir, penerangan hingga retribusi.

Salah satu perwakilan pedagang kaki lima (PKL), Kerto, menyatakan pihaknya siap mendukung jika pemerintah melakukan penataan dan penertiban kawasan pasar wisata tersebut.

“Kalau memang ada penertiban, kami siap mendukung. Justru itu yang kami harapkan agar pasar ini lebih tertata,” ujarnya.

Ia juga mengusulkan agar kehadiran petugas ditingkatkan pada jam-jam ramai pengunjung, khususnya akhir pekan. Menurutnya, saat Sabtu dan Minggu potensi pelanggaran cukup tinggi, termasuk munculnya pedagang liar.

“Perlu ada petugas di jam ramai demi keamanan bersama. Lampu penerangan juga perlu ditambah karena masih ada titik yang gelap. Selain itu, kami juga ingin kejelasan soal retribusi karena sudah tiga bulan ini belum ada penarikan,” tambahnya.

Keluhan juga datang dari sektor parkir. Pramono, selaku koordinator parkir, meminta agar rencana revitalisasi ke depan mempertimbangkan kembali luas lahan parkir.

“Kalau akhir pekan, parkir sudah tidak muat, sampai meluber ke mana-mana,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Diskop UKM Perindag Kabupaten Pasuruan, Taufiqul Ghony, mengapresiasi kesadaran pedagang terkait kewajiban retribusi meski saat ini belum ditarik.

“Ini pertanyaan yang bagus. Retribusi memang penting untuk PAD dan kesejahteraan masyarakat. Namun karena regulasinya belum siap, sementara ini belum kami tarik. Ini menunjukkan pedagang punya kesadaran yang tinggi,” jelasnya.

Ghony menegaskan, forum dialog ini merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati Pasuruan usai melakukan kunjungan langsung ke Pasar Wisata Cheng Hoo beberapa waktu lalu. Dari kunjungan tersebut, Bupati menerima sejumlah keluhan, salah satunya terkait keberadaan pedagang durian yang dinilai mengganggu wajah pasar wisata.

“Tujuan utama pertemuan ini adalah memperbaiki citra Pasar Wisata Cheng Hoo agar kembali nyaman dan menarik bagi wisatawan. Kita cari solusi bersama agar pasar ini lebih tertata dan semakin ramai dikunjungi,” terangnya.

Ia juga menekankan pentingnya perlakuan yang adil bagi seluruh pedagang, baik yang berada di dalam maupun di luar kawasan pasar, karena semuanya merupakan bagian dari penggerak ekonomi daerah.

“Penataan pasar ini berkaitan langsung dengan Pendapatan Asli Daerah. Kita semua tahu, Pasar Wisata Cheng Hoo adalah ikon Kabupaten Pasuruan yang sudah dikenal luas,” tambahnya.

Menurut Ghony, pimpinan daerah menginginkan kawasan pasar wisata benar-benar rapi, bersih, disiplin, dan tertib sehingga memberikan kesan positif bagi pengunjung. Dampaknya, produk UKM dan IKM bisa lebih laris dan ekonomi pedagang meningkat.

“Kalau pasar bersih dan nyaman, wisatawan betah. Efeknya dagangan laku, pendapatan naik, dan masyarakat semakin sejahtera,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pasuruan, Digdo Sutjahjo, meminta para pedagang tidak ragu melaporkan jika menemukan lampu penerangan mati, parkir semrawut, atau kendala lainnya di lapangan.

“Insyaallah kami siap dan sigap. Kami punya beberapa kanal pengaduan. Jika bisa diperbaiki segera, akan langsung kami tangani,” tegasnya.

Dengan keterlibatan lintas OPD dan dukungan para pedagang, Pemkab Pasuruan berharap penataan Pasar Wisata Cheng Hoo dapat berjalan optimal, menciptakan kawasan wisata yang tertib, aman, dan menjadi penggerak ekonomi daerah.(Usj/Adf)


Peresmian Penanganan Kawasan Pemukiman Kumuh Tersebut dan Terintegrasi di Bendomungal, Kadis Perkim : Pemkab Mengusulkan 2 Kecamatan Untuk Penanganan Kawasan Kumuh



Pasuruan,suarakpkcyber.com - Kunjungan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Kelurahan Bendomungal Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan. Kunjungan tersebut guna meresmikan Penanganan kawasan pemukiman kumuh Terpadu dan terintegrasi yang dibangun dengan konsep ramah anak atau Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan wisata Religi.

Dengan adanya peresmian tersebut kawasan yang kumuh awalnya kini semakin sedap dipandang dan menjadi jujukan anak-anak untuk bermain riang bersama keluarga.

Penanganan kawasan kumuh tersebut dibangun dengan anggaran kurang 5 miliar yang dianggarkan oleh Pemprov Jatim. Adapun penanganan yang dilakukan meliputi peningkatan fungsi infrastruktur permukiman, seperti pembangunan dan perbaikan jalan lingkungan, sistem drainase, sanitasi, penyediaan air bersih, pengelolaan sampah, serta renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). 

Kawasan tersebut juga difasilitasi oleh Taman Bermain Anak, penyediaan air minum, drainase lingkungan, pengelolaan sampah serta proteksi kebakaran, yang semuanya diatur dan diukur dengan sarana kualitas sistem yang memenuhi standar.



Peresmian tersebut diresmikan langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Rabu (21/01/2026) siang dipusatkan di kawasan Makam Al Habib Abdullah Bin Ali Al Hada, Kelurahan Bendomungal. 

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mewujudkan lingkungan permukiman yang layak, sehat, dan berkelanjutan. Dengan kegiatan tersebut merupakan bukti bahwa kelurahan Bendomungal sudah tidak ada lagi kawasan kumuh yang tidak terawat.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dalam peresmian menyatakan bahwa penanganan kawasan kumuh harus dilakukan secara terintegrasi antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten atau Kota, sebab pemukiman sehat adalah kunci kwalitas hidup masyarakat.

Beliau juga menghimbau agar masyarakat dapat merawat dan menjaganya dengan baik. 

" Setelah diresmikan kawasan ini harus dijaga dengan prilaku hidup sehat dan bersih" himbau Gubernur.

Wakil Bupati Kabupaten Pasuruan, Shobih Asrori dalam sambutannya menuturkan persoalan kawasan kumuh di kelurahan Bendomungal Kecamatan Bangil sudah tidak ada lagi.

" Kami berharap dengan terpilihnya kelurahan Bendomungal, karena merupakan kawasan kumuh perkotaan dan berada di ibu kota Kabupaten, sehingga merupakan prioritas utama" ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Perkim, Eko Bagus Wicaksono yang dikonfirmasi terpisah mengatakan bahwa luas lahan kumuh di kelurahan Bendomungal Kecamatan Bangil sebanyak 11,82 ha, dan saat ini sudah tidak ada lagi seiring direalisasikan usulan kumuh oleh Pemprov Jawa Timur.

" Pada tahun 2026 ini Pemerintah Kabupaten Pasuruan mengusulkan lagi penanganan kawasan kumuh di wilayah Kraton dan Lekok, mudah mudah dapat terealisasi dengan segera"  ujar Eko. (Usj)

TNI

Korem 181/PVT Hadiri Apel Kesiapsiagaan dan Gelar Perlengkapan Pasukan Penanggulangan Bencana Alam Kodaeral XIV TA 2026 Digelar di Sorong

 

Apel gelar pasukan penanggulangan bencana alam.

Sorong, Papua Barat Daya | suarakpkcyber.com -  Korem 181/PVT menghadiri kegiatan Apel Kesiapsiagaan dan Gelar Perlengkapan Pasukan Penanggulangan Bencana Alam TA 2026, bertempat di Lapangan Apel Kodaeral XIV Sorong, Jalan Bubara, Kelurahan Klaligi, Distrik Sorong Manoi, Kota Sorong, Papua Barat Daya.Rabu (21/1/2026).

Apel kesiapsiagaan ini dipimpin dan diterima langsung oleh Dankodaeral XIV Sorong, Laksda TNI Djatmoko, S.T., M.M., CHRMP., serta diikuti kurang lebih 100 personel dari unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, dan instansi terkait.

Dalam kegiatan tersebut, Korem 181/PVT diwakili oleh Kasi Ops Kasrem 181/PVT Kolonel Inf. Usman Abdul Ghofir, S.Sos. Kehadiran ini merupakan wujud komitmen TNI AD, khususnya Korem 181/PVT, dalam mendukung kesiapsiagaan satuan menghadapi potensi bencana alam di wilayah.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh para pejabat utama Kodaeral XIV, di antaranya Wadan Kodaeral XIV, Ir Kodaeral XIV, Kapoksahli, para Asisten Dankodaeral XIV, para Komandan Satuan, Kadis dan Kasatker, serta para Dan KRI/KAL jajaran Kodaeral XIV.Hadir pula tamu undangan dari, Koarmada III, Pasmar 3, Polairud Polda Papua Barat, Basarnas, BNPB Provinsi Papua Barat Daya dan BNPB Kota Sorong.

Dalam amanatnya, Laksda TNI Djatmoko menegaskan bahwa penanggulangan bencana alam tidak dapat dilaksanakan secara sendiri-sendiri, melainkan memerlukan sinergi dan kerja sama yang solid antara TNI, Polri, pemerintah daerah, serta seluruh unsur terkait.

Lebih lanjut, Dankodaeral XIV memberikan beberapa penekanan penting, antara lain:

Meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan seluruh personel terhadap potensi bencana di wilayah masing-masing.

Memperkuat koordinasi dan komunikasi antarinstansi guna menghindari diskomunikasi dalam pelaksanaan tugas di lapangan.

Menyiapkan sarana, prasarana, dan peralatan pendukung secara optimal agar dapat digerakkan dengan cepat saat dibutuhkan.

Membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya mitigasi bencana sebagai langkah awal penyelamatan.

Rangkaian kegiatan apel berjalan dengan tertib dan lancar, diawali laporan kepada pimpinan, pemeriksaan pasukan, penyampaian amanat, pembacaan doa, hingga sesi foto bersama. 

Pelaksanaan apel kesiapsiagaan ini menjadi cerminan profesionalisme dan kesiapan seluruh satuan tugas dalam menghadapi potensi bencana alam, sekaligus wujud komitmen bersama dalam menjaga keselamatan masyarakat di wilayah Papua Barat Daya

Apel kesiapsiagaan dan gelar perlengkapan ini bertujuan untuk mengecek secara langsung kesiapan personel, perlengkapan, serta sarana dan prasarana yang dimiliki satuan dalam rangka penanggulangan bencana alam, sehingga apabila terjadi bencana, pasukan dapat bergerak cepat, tepat, dan terkoordinasi dengan baik.(dedi)

Kapolres Pasuruan Bangun Sinergi dengan PKDI, Tentang Keamanan Desa

 


Pasuruan, suarakpkcyber.com  – Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono menegaskan pentingnya kerja sama antara kepolisian dan pemerintah desa dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Hal tersebut disampaikannya saat bersilaturahmi dengan Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Kabupaten Pasuruan, di warung Buk Is, Desa Durensewu, Kecamatan Pandaan, selasa (20/1/2026) sore.

“Saya ingin kita bekerja sama dalam menjaga keamanan Kabupaten Pasuruan agar tetap aman dan kondusif,” kata AKBP Harto Agung Cahyono dalam pertemuan itu.

Dalam kesempatan itu, Kapolres Pasuruan yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Bondowoso juga menyampaikan harapannya agar para kepala desa dapat membantu kepolisian, khususnya dalam menyelesaikan persoalan di tingkat desa secara musyawarah.

“Saya berharap hubungan ini bisa berlanjut dan jangan sampai dicederai dengan perbuatan yang kurang baik. Apabila ada permasalahan, bisa kita selesaikan secara musyawarah,” ujarnya.

Kapolres juga mengungkapkan rencana program kepolisian ke depan, di antaranya mengaktifkan kembali patroli serta kegiatan sambang desa. “Kami akan sambang ke desa-desa, memberikan bantuan semampunya kepada masyarakat yang membutuhkan, sekaligus membuka ruang curhat bersama warga,” katanya.

Sementara itu, Ketua PKDI Kabupaten Pasuruan, H. M. Alim, menyatakan kesiapan para kepala desa untuk mendukung langkah kepolisian. “Kami siap membantu Kapolres Pasuruan menjaga keamanan dan selalu berkoordinasi dengan pihak kepolisian apabila ada permasalahan di wilayah kami,” ucapnya.

Ia menambahkan, peran kepala desa sebagai garda terdepan di masyarakat sangat strategis dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif, sehingga sinergi dengan Polri mutlak diperlukan.

Dalam dialog tersebut, Kepala Desa Durensewu, Sugeng Santoso, juga menyampaikan harapan agar program pertemuan rutin antara kepolisian dan PKDI yang pernah berjalan sebelumnya dapat diteruskan. Menanggapi hal itu, Kapolres Pasuruan menyatakan kesiapannya untuk membuka ruang komunikasi secara berkelanjutan.

Kegiatan silaturahmi yang berlangsung sekitar satu jam tersebut dihadiri jajaran pejabat utama Polres Pasuruan, pengurus PKDI, serta sejumlah kepala desa. Acara ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif.

Silaturahmi ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat sinergitas antara Polres Pasuruan dan pemerintah desa melalui Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI), khususnya dalam menghadapi berbagai potensi gangguan kamtibmas di tingkat desa. (Usj)

Tanggap Bencana Polres Pasuruan Dan BPBD Tangani Banjir di Winongan

 


Pasuruan,suarakpkcyber.com – Polres Pasuruan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan dalam menangani banjir yang melanda sejumlah desa di Kecamatan Winongan, Selasa (20/1/2026) sore.

Banjir di area Winongan terjadi akibat hujan deras di wilayah hulu yang menyebabkan sungai meluap dan merendam permukiman warga.

Kapolsek Winongan, AKP Nanang Abidin, S.H., menjelaskan banjir terjadi sekitar pukul 17.15 WIB akibat curah hujan tinggi dari wilayah Kecamatan Lumbang, Puspo, Tosari, Paserpan, dan Winongan.

“Telah terjadi banjir di beberapa desa di Kecamatan Winongan akibat hujan deras dari wilayah hulu sehingga menyebabkan air sungai meluap ke pemukiman warga,” kata AKP Nanang Abidin.

Banjir tersebut berdampak pada tiga desa, yakni Desa Prodo, Desa Bandaran, dan Desa Sruwi. Di Desa Prodo, genangan air setinggi 20 hingga 60 sentimeter merendam Dusun Jetis dan Dusun Margo Utomo dengan jumlah warga terdampak sekitar 130 kepala keluarga (KK).

Sementara di Desa Bandaran, banjir menggenangi Dusun Mayangbang dan Dusun Gambiran dengan ketinggian air 20 hingga 80 sentimeter, berdampak pada sekitar 180 KK. Adapun di Desa Sruwi, genangan air setinggi 20 hingga 50 sentimeter terjadi di Dusun Satah dan berdampak pada sekitar 67 KK.

AKP Nanang menegaskan, dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian materiil.

“Untuk korban personel baik meninggal dunia maupun luka nihil, demikian juga kerugian materiil nihil,” tegasnya.

Sebagai langkah penanganan, jajaran Polsek Winongan bersama Polres Pasuruan telah melakukan koordinasi dengan BPBD Kabupaten Pasuruan, mengevakuasi warga terdampak ke rumah kerabat yang lebih aman, serta melakukan pemantauan perkembangan situasi bersama Satgas Kencana Winongan.

Kapolres Pasuruan, AKBP Harto Agung Cahyono, S.H., S.I.K., M.H., mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan mengingat kondisi cuaca yang masih tidak menentu.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Polres Pasuruan bersama instansi terkait akan terus melakukan pemantauan dan penanganan guna memastikan keselamatan warga,” ujar AKBP Harto.

Hingga Selasa malam, banjir di wilayah Winongan dilaporkan belum sepenuhnya surut dan masih berpotensi meluas ke desa lain apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi serta dipengaruhi kondisi air laut pasang. (Ush)