Tag Label

Kepolisian (3826) daerah (1042) Pemerintahan (559) Jurnalistik (419) Demontrasi (84) Lintas Opini (74) DPRD (71) Desa (62) RSUD (45) Kebakaran (34) KPU (30) Iklan (29) Mahasiswa (11) DPRD kota pasuruan (8) PDAM (5) Desperindag (4) DPR RI (2)

Iklan Natal dan Tahun Baru 2026 DPRD Kota Pasuruan

Iklan Natal dan Tahun Baru 2026 DPRD Kota Pasuruan
DPRD KOTA PASURUAN mengucapkan selamat Natal dan Tahun Baru 2026

Tranding Topic

Kapolres Pasuruan Ajak Masyarakat Ciptakan Ramadan Aman dan Kondusif

Pasuruan,suarakpkcyber.com, – Kapolres Pasuruan, AKBP Harto Agung Cahyono, mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menciptakan situas...

Headline NewsLihat Semuanya

Kapolres Pasuruan Ajak Masyarakat Ciptakan Ramadan Aman dan Kondusif

Pasuruan,suarakpkcyber.com,– Kapolres Pasuruan, AKBP Harto Agung Cahyono, mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman dan kondusif selama Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Ajakan tersebut disampaikan sebagai langkah preventif guna memastikan pelaksanaan ibadah puasa berjalan lancar, nyaman, dan penuh kekhusyukan di wilayah hukum Polres Pasuruan.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga situasi kamtibmas selama Ramadan. Hindari penggunaan petasan atau kembang api berbahaya yang dapat mengganggu keamanan,” ujar AKBP Harto Agung Cahyono.

Kapolres juga mengimbau masyarakat untuk tertib berlalu lintas serta tidak melakukan aktivitas yang meresahkan, seperti balap liar dan penggunaan knalpot bising.

“Tertiblah dalam berlalu lintas. Hindari balap liar dan penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi karena dapat mengganggu kenyamanan masyarakat, khususnya saat ibadah,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia meminta warga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kriminal dengan menjaga barang berharga dan segera melaporkan hal mencurigakan kepada pihak kepolisian.

“Waspadai tindak kriminal. Jaga barang berharga dan segera laporkan jika ada hal yang mencurigakan,” katanya.

Kapolres juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi anak dan remaja agar tidak terlibat tawuran, perang sarung, maupun aktivitas berbahaya lainnya.

“Peran orang tua sangat penting untuk mencegah anak-anak terlibat tawuran, perang sarung, atau kegiatan yang dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain,” tambahnya.

Selain itu, masyarakat diimbau memastikan rumah dalam kondisi aman saat ditinggalkan beribadah, seperti mengunci pintu serta mematikan kompor dan aliran listrik yang tidak diperlukan.

Tak kalah penting, AKBP Harto Agung Cahyono juga mengajak masyarakat untuk menjaga toleransi dan ketertiban umum selama Ramadan.

“Mari kita jaga toleransi antarwarga dan ketertiban umum demi kenyamanan bersama. Ramadan adalah momentum memperkuat persaudaraan dan kebersamaan,” pungkasnya.

Polres Pasuruan juga mengingatkan bahwa layanan darurat kepolisian melalui call center 110 tersedia selama 24 jam untuk menerima laporan dan pengaduan masyarakat.

Dengan sinergi antara kepolisian dan masyarakat, diharapkan suasana Ramadan di Kabupaten Pasuruan berlangsung aman, tertib, dan damai.(Usj)

Imbas Bencana Sejumlah Kerusakan Infrastruktur Segera Ditangani Oleh Dinas Bina Pengairan, Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Pasuruan

 



Pasuruan, suarakpkcyber.com - Imbas diterjang banjir atau longsor sejumlah infrastruktur dan jalan rusak. Pemkab Pasuruan segara melakukan perbaikan sejumlah infrastruktur yang rusak akibat di terjang bencana ( banjir,longsor ) yang terjadi di beberapa wilayah Kecamatan agar kerusakan tidak semakin parah.

Perbaikan tersebut direncakan menggunakan anggaran dana BTT (Belanja Tidak Terduga: red) tahun 2026.

Menurut Informasi yang dihimpun di lapangan terhadap sejumlah kontraktor yang di beri amanat oleh Pemkab Pasuruan melalui Dinas Pangairan, Bina Marga dan Bina Kontruksi untuk mengerjakan perbaikan fisik imbas bencana mereka mengatakan di undang oleh Dinas rapat untuk pengerjaan fisik bencana.

“Saya di undang Dinas untuk mengerjakan berjonjong, untuk lokasi dan nominalnya belum tahu masih mau rapat" jelasnya nama disamarkan saat ditemui di kantor Dinas Pangairan, Bina Marga dan Bina Kontruksi Rabu (18/02/26) siang.

Saat awak media mencari informasi di ruang tempat kegiatan rapat antara PPTK dengan sejumlah kontraktor, salah satu pegawai menemui untuk mengarahkan agar dapat melewati pintu depan

“Mas kalau masuk harus lewat pintu depan di sana ada lobi , mau ketemu siapa”jelasnya pegawai tersebut  

Data yang di peroleh tahun 2026 ini ada 15 lokasi penanganan darurat yang akan di tangani melalui kontraktual ( menggunakan jasa kontraktor ) dengan rincian 10 lokasi merupakan usulan dari bidang Sumberdaya air,dan 6 lokasi dari usulan bidang Bina Marga.

Terpisah, Sarina Roestif Plt Dinas Sumberdaya Air,Bina Marga dan Bina Kontruksi yang di konfirmasi melalui selulernya, yang bersangkutan belum bisa memberikan keterangan karena sedang ada kegiatan di luar

" Masih di luar mas mohon maaf” jawabnya singkat.

Rencana perbaikan imbas bencana ada di wilayah Bangil ( Kelurahan Kiduldalem,Kelurahan Kali anyar ) Kecamatan Gempol ( Desa carat), Kecamatan Winongan Desa Karangjati, Desa Sruwi Kecamatan Nguling, Kecamatan Gondangwetan ( Desa Sekarputih ) sedangkan di 6 titik ada di Kecamatan Tutur dan Kecamatan Tosari.(Red)

Jelang Tuntutan Pengadilan, Diduga Istri Felix Usir Wartawan



Sorong, Papua Barat Daya| suarakpkcyber.com -  Sangat miris perbuatan tersangka kasus kayu ilegal yang tinggal menunggu agenda tuntutan Jaksa Penuntut Umum di Pengadilan Negeri Sorong, Selasa (17/02/2026).

Bagaimana tidak, istri tersangka yang tidak terima atas pemberitaan-pemberitaan beberapa media langsung mengusir wartawan dan membentak-bentak wartawan yang saat akan hendak mengkonfirmasi agenda tuntutan tersangka Felix Wiliyanto yang diduga telah melakukan aktifitas bisnis penebangan atau pembelian kayu ilegal di wilayah Sorong Provinsi Papua Barat Daya.

" wartawan-wartawan telah menyusahkan Bapak. Bos sudah tidak ada uang karena kalian buat susah pak Felix " ungkap wanita yang di duga adalah istri tersangka.

Lanjut, Tanpa banyak tanya, ia mengeluhkan dan terus menerus membentak dan memarahi jurnalis yang akan mengkonfirmasi agenda tuntutan tersebut .

Istri tersangka yang terus menerus mengeluhkan bahwa suaminya (tersangka) hanya dihukum biasa saja. Tetapi beberapa media mengangkat berita-berita dan menambahkan terkait ada temuan baru yang di sangsikan kepada suaminya atau tersangka Felix.

" Masa wartawan ada yang tulis Tindak Pidana Pencucian uanglah atau money laundry" kesalnya.

Sementara itu, salah satu wartawan yang hendak akan mengkonfirmasi langsung memberikan penjelaskan bahwa niat kami (wartawan/jurnalis) adalah ingin bertemu untuk konfirmasi agenda yang akan di terima oleh tersangka dalam hal ini adalah Felix. 

Sehingga apakah ada keluhan atau permintaan yang bisa dinaikan melalui media. Sebelum ada tuntuhan dari jaksa.

" kita mau tanya apakah mungkin selama persidangan ada kejanggalan-kejanggalan mulai dari saksi-saksi atau penyidik. Karena kami netral tidak memihak siapapun" jawab salah satu wartawan kepada istri tersangka.

Sembari mengatakan bahwa kami tidak di sogok atau meminta uang. Hanya ingin memberikan keluhan tersangka. Karena kebutulan tersangka tidak berada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sorong, tetapi berada di luar tahanan. Jadi tidak ada salahnya untuk didatangi dan meminta konfirmasi kepada yang bersangkutan.(dedi)

Satlantas Polres Pasuruan Tertibkan PKL dan Parkir Liar di Bundaran Sirkel Gempol





Pasuruan, suarakpkcyber.com -  Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pasuruan bersama instansi terkait menertibkan pedagang kaki lima (PKL) liar dan parkir liar di kawasan bawah jembatan tol Bundaran Sirkel Gempol, Kabupaten Pasuruan, Senin (16/2/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga 14.00 WIB itu berjalan aman, lancar, dan tertib. Penertiban dilakukan untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas serta ketertiban umum di kawasan strategis tersebut.

Kasat Lantas Polres Pasuruan, AKP Derie Fradesca, S.T.K., S.I.K., M.H., mengatakan penertiban difokuskan pada lapak PKL liar dan kendaraan yang parkir sembarangan di sepanjang jalur bawah tol.

“Kami melaksanakan penertiban PKL liar dan parkir liar di bawah jembatan tol Sirkel Gempol guna menjaga kelancaran arus lalu lintas serta menciptakan situasi yang tertib dan aman,” ujar AKP Derie.

Menurutnya, keberadaan lapak dan parkir liar di lokasi tersebut berpotensi mengganggu arus kendaraan serta membahayakan pengguna jalan.

“Selain penertiban, personel juga melakukan pengaturan lalu lintas untuk memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan dengan lancar,” tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut, hadir Kanit Turjawali Satlantas Polres Pasuruan Ipda Aries Setyandono, S.H., bersama anggota Turjawali Satlantas. Penertiban juga melibatkan Satpol PP Kabupaten Pasuruan dan Dinas Perhubungan Kabupaten Pasuruan sebagai bentuk sinergi lintas instansi.

Kapolres Pasuruan, AKBP Harto Agung Cahyono, menegaskan pentingnya penataan kawasan publik agar tetap kondusif.

“Penertiban ini bagian dari upaya menjaga ketertiban dan keselamatan masyarakat pengguna jalan,” singkatnya.

Satlantas Polres Pasuruan memastikan kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkala sebagai langkah preventif dalam menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah hukum Polres Pasuruan. (Usj

Jalan Rusak Makan Korban, Warga Gununggangsir–Wonokoyo Terpaksa Cor Beton Swadaya: Di Mana Peran Pemkab?

Pasuruan,suarakpkcyber.com,– Kerusakan parah ruas jalan kabupaten penghubung Gununggangsir–Wonokoyo di Kabupaten Pasuruan kian memprihatinkan. Puluhan lubang menganga di sepanjang badan jalan, memicu banyak pengendara roda dua terjatuh dan mengalami luka-luka. Kondisi ini memaksa warga turun tangan sendiri melakukan perbaikan darurat dengan pengecoran beton rigid menggunakan dana swadaya.

Jalan yang berada di wilayah Kecamatan Beji tersebut merupakan akses vital bagi pelajar, pekerja pabrik, hingga aktivitas distribusi barang. Namun, alih-alih mendapatkan penanganan cepat dari pemerintah daerah, warga justru harus menghadapi risiko kecelakaan setiap hari.

Sejumlah warga yang ditemui pada Minggu (15/02/2026) menuturkan bahwa kerusakan jalan sebenarnya sudah lama terjadi. Meski pernah diperbaiki, kualitas tambalan dinilai tidak bertahan lama dan kini kembali rusak, bahkan lebih parah.

“Banyak warga jatuh, terutama pengendara motor. Rodanya masuk lubang yang tertutup air, jadi tidak kelihatan,” ujar Syaipul, salah satu warga.

Lubang-lubang besar yang menyerupai kubangan saat hujan membuat pengendara harus ekstra hati-hati. Warga bahkan memasang rambu-rambu sederhana secara mandiri agar pengguna jalan mengurangi kecepatan.

Menurut warga, tingginya lalu lintas kendaraan berat milik perusahaan turut mempercepat kerusakan jalan.

“Setiap hari dilalui anak sekolah, karyawan pabrik, ditambah truk-truk besar. Jalan cepat sekali hancur,” keluh seorang warga saat memperbaiki motornya di bengkel kawasan Gununggangsir.

Kepala Desa Gununggangsir, Yasin, menjelaskan bahwa pihak desa akhirnya mengambil langkah darurat demi keselamatan warga. Bersama masyarakat, mereka melakukan pengecoran beton pada malam hari menggunakan dana swadaya.

“Kami tangani bersama warga dengan mengecor beton. Ini murni swadaya karena banyak aduan masyarakat,” jelasnya.

Perbaikan darurat tersebut menghabiskan sekitar tiga kubik beton cor. Langkah itu, menurut Yasin, merupakan bentuk respons cepat desa karena keluhan warga terus berdatangan, sementara perbaikan permanen dari pemerintah kabupaten belum terealisasi.

Ruas jalan yang menghubungkan hingga wilayah Wonokoyo ini sejatinya merupakan kewenangan pemerintah kabupaten. Karena itu, warga berharap ada perhatian serius dan perbaikan menyeluruh, bukan sekadar tambal sulam yang tidak bertahan lama.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan publik: bagaimana pengawasan infrastruktur bisa luput hingga masyarakat harus menanggung beban yang seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah?

Warga menegaskan bahwa mereka tidak menuntut lebih, hanya ingin akses jalan yang aman dilalui tanpa rasa waswas setiap kali berangkat kerja atau sekolah.

“Kami ini hanya ingin selamat di jalan. Jangan sampai ada korban lagi baru diperbaiki,” tegas salah satu warga.

Kini masyarakat berharap pemerintah daerah segera turun tangan melakukan perbaikan permanen dengan konstruksi yang kuat dan pengawasan kualitas yang ketat, agar kejadian serupa tidak terus berulang di masa mendatang.(Usj)

Pemkab Pasuruan Fokus Tangani Kawasan Kumuh Secara Terintegrasi di Tahun 2026

Pasuruan,suarakpkcyber .com,— Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Pasuruan terus memperkuat komitmen dalam mengurangi kawasan permukiman kumuh secara menyeluruh pada tahun 2026. Penanganan tidak lagi dilakukan secara parsial, melainkan menggunakan pendekatan terintegrasi agar hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat dan berkelanjutan.

Kebijakan ini dijalankan di wilayah Kabupaten Pasuruan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hunian, kesehatan lingkungan, serta kesejahteraan sosial-ekonomi warga.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman, Eko Bagas Sasongko, menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, agar penanganan kawasan kumuh dilakukan dengan pendekatan komprehensif, tidak hanya membangun fisik semata tetapi juga memberdayakan masyarakat.

“Konsep yang diterapkan adalah memadukan pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan lingkungan, sanitasi, ruang terbuka hijau, dan penyediaan air bersih dengan peningkatan kualitas sosial dan ekonomi masyarakat. Program ini dilaksanakan lintas sektor, melibatkan pemerintah pusat hingga pemerintah daerah,” ujarnya saat ditemui di sela Forum Perangkat Daerah dan Konsultasi, Jumat (13/2/2026).

Penanganan kawasan kumuh secara terintegrasi mencakup berbagai komponen utama, di antaranya:

Perbaikan jalan lingkungan permukiman

Pembangunan dan revitalisasi drainase

Pengelolaan sampah melalui TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle)

Penyediaan sarana air bersih

Pembangunan jamban sehat bagi warga

Penataan ruang lingkungan agar lebih layak dan sehat

Selain pembangunan fisik, program ini juga diarahkan untuk mengurangi kesenjangan sosial, menciptakan ruang publik yang nyaman, serta mendorong produktivitas ekonomi masyarakat di kawasan yang sebelumnya tergolong kumuh.

Ratusan RTLH Akan Dibangun Sebagai bagian dari target tahun 2026, pemerintah daerah akan membangun dan memperbaiki Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 552 unit. Selain itu, akan dibangun 79 unit jamban sehat, peningkatan kualitas sistem drainase, serta penguatan fasilitas TPS3R guna menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup warga melalui hunian yang layak, akses sanitasi yang baik, serta lingkungan yang sehat dan tertata. Dengan pendekatan terintegrasi, Pemkab Pasuruan optimistis pengurangan kawasan kumuh dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Tujuan akhirnya bukan hanya memperbaiki kawasan, tetapi membangun kehidupan yang lebih sehat, produktif, dan berkelanjutan bagi warga,” pungkas Eko.(Usj)

RSUD Bangil Hadirkan “Simuter” dan “Simaster”, Permudah Akses Layanan dan Percepat Deteksi TBC

Pasuruan,suarakpkcyber .com,— Inovasi pelayanan kesehatan terus dilakukan RSUD Bangil pada tahun 2026. Rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Pasuruan ini menambah fasilitas transportasi layanan kesehatan berupa mobil “Simuter” (Sistem Antar-Jemput Terpadu) yang disiapkan khusus untuk membantu mobilitas pasien di lingkungan rumah sakit, Kamis (12/02/2026).

Direktur RSUD Bangil, dr. Arma Roosalina, menjelaskan bahwa inovasi tersebut merupakan upaya meningkatkan kualitas layanan sekaligus memberikan kemudahan bagi masyarakat yang datang berobat.

“Simuter kami hadirkan untuk menjemput dan mengantar pasien menuju unit pelayanan yang dituju, sehingga mereka tidak perlu berjalan jauh. Ini bagian dari komitmen kami memberikan pelayanan yang lebih ramah, cepat, dan nyaman,” ujarnya.

Mobil Simuter dioperasikan setiap hari dengan berkeliling di area rumah sakit. Layanan ini terutama membantu pasien lanjut usia, pasien dengan keterbatasan fisik, maupun keluarga pasien yang membutuhkan akses transportasi internal.

Wahyudi Irawan, pengemudi Simuter, mengatakan bahwa kendaraan tersebut aktif menjemput pasien dari titik kedatangan dan mengantarkannya ke poli atau ruang pelayanan terdekat.

“Kami berkeliling setiap hari untuk menjemput pasien agar tidak kesulitan menuju lokasi layanan. Tujuannya supaya mereka merasa lebih terbantu dan tidak kelelahan,” jelasnya.

Luncurkan “Simaster” untuk Skrining TBC Keliling Selain Simuter, RSUD Bangil juga menghadirkan mobil layanan kesehatan “Simaster” (Screening Mobile Stop TBC Terintegrasi). Kendaraan ini difungsikan sebagai unit skrining tuberkulosis (TBC) bergerak guna mempercepat deteksi dini di masyarakat.

Menurut dr. Arma, Simaster nantinya akan beroperasi langsung ke kecamatan hingga sekolah-sekolah, sehingga masyarakat tidak perlu datang ke rumah sakit untuk pemeriksaan awal.

“Ke depan, skrining TBC akan dilakukan di masing-masing wilayah. Mobil ini akan keliling untuk mempercepat pelayanan sekaligus memberikan perlindungan dini kepada masyarakat,” terangnya.

Unit Simaster telah dilengkapi berbagai fasilitas medis, seperti laboratorium skrining TBC dan perangkat rontgen mobile untuk menunjang pemeriksaan langsung di lapangan. Namun, operasional penuh masih menunggu perizinan dari BAPETEN terkait penggunaan alat radiologi.

“Secepatnya akan kami operasionalkan setelah izin terbit, sehingga bisa langsung dimanfaatkan masyarakat,” imbuhnya.

Penambahan dua layanan tersebut menjadi bagian dari transformasi pelayanan kesehatan di Kabupaten Pasuruan, dengan pendekatan yang lebih proaktif tidak hanya menunggu pasien datang, tetapi juga menghadirkan layanan langsung ke tengah masyarakat.

Melalui inovasi Simuter dan Simaster, RSUD Bangil berharap dapat meningkatkan aksesibilitas layanan, mempercepat penanganan penyakit menular, serta menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin inklusif dan merata.

“Inovasi ini adalah langkah nyata kami untuk terus berbenah dan memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih mudah dijangkau dan berkualitas,” pungkas dr. Arma.

Dugaan Export Ilegal Felix ditunda, Ketua PJS Meminta Jaksa Untuk Memberatkan Dakwaannya

 



Sorong Papua Barat Daya, Suarakpkcyber.com - Ketua Divisi Humas dan Publikasi Promedia Jurnalis Siber (PJS) Papua Barat daya Dedi angkat bicara soal tersangka Felix Wiliyanto terduga kasus kayu eksport ilegal yang dalam waktu dekat akan diagendakan menjalani sidang tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) di pengadilan Negeri Sorong, Jumat (13/02).

 Menurut Dedi tersangka tersebut harus diberikan hukuman lebih tinggi dari pada hukuman yang biasa dijalani oleh tersangka. 

"Kalau hanya 1-2 tahun sudah terbiasa oleh Felix karena sudah terbiasa. Tetapi kalau ditambah dengan kasus atau ditingkatkan lagi ke kasus Money Laundry atau TPPU pasti akan lebih tinggi hukumannya" pintanya sembari mengharapkan tuntutan Jaksa nanti lebih tinggi.

Lanjut Dedi, tersangka mengatakan kasus-kasus kayu ini sudah biasa dijalaninya. Bahkan dirinya sendiri baru menjalani pemeriksaan di Makasar dengan kasus yang sama.

Parahnya lagi beliau habiskan anggaran yang cukup besar atau banyak untuk kasusnya di Makasar.

" Saya baru diperiksa di Makasar dan balik ke Sorong ditahan lagi oleh Gakum"katanya sembari meniru bahasa Felix kepada wartawan.

Ia juga berharap agar kasus Felix bisa dinaikan ke kasus lainya seperti Money Laundry atau TPPU.

Karena di Jakarta atau daerah luar Papua sudah mencapai triliunan kalau berbicara persoalan kasus hutan atau ilegal loging.

" masa seorang Felix yang usahanya sampai ke nasional dan eksport ke luar negeri hanya 100-200 juta, kan tidak masuk akal seorang mafia kayu internasional"bebernya.

Ia kembali berpesan agar bisa segera ditindak lanjuti dengan hukuman yang sesuai dengan perbuatan pelaku.(dedi)

Satbinmas Polres Pasuruan Gelar Istighotsyah dan Penyuluhan Harkamtibmas di SMPN 2 Beji

 



Pasuruan, suarakpkcyber.com – Satuan Pembinaan Masyarakat (Satbinmas) Polres Pasuruan menggelar kegiatan rutin program Cooling System melalui istighotsyah dan pembinaan penyuluhan (binluh) harkamtibmas di SMPN 2 Beji, Jumat (13/2/2026) pagi.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 06.30 hingga 07.45 WIB itu dipimpin KBO Binmas Iptu Bambang Hariyadi, S.Sos, dan diikuti sekitar 800 siswa bersama dewan guru. Acara diawali dengan istighotsyah di halaman sekolah, kemudian dilanjutkan penyuluhan di lapangan sekolah.

Kasat Binmas Polres Pasuruan, AKP Sunarti, S.H., M.H., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya preventif kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) di lingkungan pelajar.

“Melalui program Cooling System ini, kami ingin meningkatkan kesadaran pelajar tentang bahaya narkoba, bullying, gengster, hingga tindak pidana kriminalitas. Pencegahan harus dimulai sejak usia sekolah,” ujar AKP Sunarti, S.H, M.H

Dalam penyuluhan tersebut, petugas menyampaikan sejumlah materi, antara lain sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba dan psikotropika, pencegahan bullying, larangan merokok, serta imbauan agar pelajar tidak terlibat gengster, perkelahian antar pelajar, maupun tindak pidana lainnya.

AKP Sunarti menegaskan bahwa pembinaan karakter menjadi fokus utama dalam kegiatan tersebut.

“Kami mengajak para siswa untuk berani berkata tidak pada narkoba, tidak menjadi pelaku bullying, dan tidak mudah terpengaruh ajakan negatif. Pelajar harus fokus belajar dan menyiapkan masa depan yang lebih baik,” tegasnya.

Selain itu, kegiatan juga diisi dengan sesi tanya jawab antara siswa dan petugas sebagai bentuk pendekatan humanis kepolisian kepada generasi muda.

Kapolres Pasuruan, AKBP Harto Agung Cahyono, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara kepolisian dan pihak sekolah dalam menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.

“Kami berkomitmen hadir di tengah pelajar untuk memberikan edukasi dan perlindungan. Sinergi antara polisi, sekolah, dan orang tua sangat penting untuk mencegah kenakalan remaja serta menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman,” ujar AKBP Harto Agung Cahyono.

Menurutnya, pendekatan persuasif dan pembinaan sejak dini merupakan langkah strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang disiplin dan bertanggung jawab.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau tertib dan kondusif. Polres Pasuruan berharap program serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari komitmen mewujudkan Pasuruan yang aman dan damai. (Usj)

Atasi Krisis Sampah di Kabupaten Pasuruan, Pemkab Pasuruan Melalui DLH Siapkan Dana 15,2 Miliar



Pasuruan, suarakpkcyber.com -  Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menyiapkan anggaran sebesar Rp 15,2 miliar untuk mengatasi krisis sampah di 4 Kecamatan. 

Kecamatan tersebut terdiri dari wilayah Kecamatan Tosari, Lekok, Puspo dan Bangil diusulkan untuk menambah armada mesin insinerator langkah ini merupakan kelanjutan dari program serupa tahun lalu guna menciptakan tata kelola yang lebih mandiri, Kamis (12/02/2026).

Dengan perancangan strategis baru Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui DLH dalam menanggulangi volume sampah yang semakin meningkat baik dipemukiman kota maupun desa.

Proyek ini melibatkan pengadaan teknologi pembakar sampah modern guna memastikan limbah dikelola secara tuntas di setiap Kecamatan dengan insinerator.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pasuruan (DLH) Nur Kholis mengatakan bahwa dengan penambahan alat tersebut sebagai upaya untuk menekan biaya operasional dalam menanggulangi sampah.

"Kami ingin memotong rantai pengangkatan sampah jarak jauh agar beban TPA bisa ditekan sedemikian rupa dan biaya operasional lebih efisien" ujarnya.

Nur Kholis menambahkan penentuan lokasi penempatan alat pembakar sampah ini didasarkan pada tingginya produksi limbah sampah harian serta pertimbangan geografis yang sulit menjangkau TPA pusat.

Tim Tekhnik saat ini masih melakukan kajian mendalam agar titik koordinasi mesin nantinya tidak berdampak negatif terhadap kenyamanan lingkungan pemukiman warga sekitar.

" Tekhnologi yang diusung dalam program ini diklaim ramah lingkungan dengan menerapkan standar zero waste untuk meminimalkan sisa residu pembakaran Pemerintah Daerah optimis bahwa dengan adanya fasilitas ini pencemaran lingkungan bisa teratasi" tambah Nur Kholis. (Usj)