Tag Label

Kepolisian (3871) daerah (1091) Pemerintahan (579) Jurnalistik (472) Demontrasi (84) Lintas Opini (75) DPRD (74) Desa (62) RSUD (48) Iklan (38) Kebakaran (34) KPU (30) Mahasiswa (11) DPRD kota pasuruan (8) PDAM (5) Desperindag (4) DPR RI (2)

Gempur Rokok Ilegal

Gempur Rokok Ilegal
Kampanye edukasi mengenai Bahaya Rokok Ilegal terus digaungkan oleh Pemerintah Kabupaten Pasuruan bersama Bea Cukai dengan tajuk "Gempur Rokok Ilegal". Kampanye tersebut mengajak langsung peran Masyarakat untuk mengenali Ciri-ciri, dampak dan bahaya mengenai Rokok Ilegal dan melaporkan peredarannya kepada pihak Berwenang atau menghubungi Bravo Bea Cukai 0895323407724.

Tranding Topic

Mudzakkaroh Mujallasah Cendekiawan Muslim Jawa Tengah Digelar di Pesantren Zam Zam Al Murtaqo Kudus

  Kudus, suarakpkcyber.com– Wadah Gerakan Santri Indonesia (SANINDO) sukses menyelenggarakan kegiatan Mudzakkaroh Mujallasah Cendekiawan Mus...

Headline NewsLihat Semuanya

Mudzakkaroh Mujallasah Cendekiawan Muslim Jawa Tengah Digelar di Pesantren Zam Zam Al Murtaqo Kudus

 


Kudus, suarakpkcyber.com– Wadah Gerakan Santri Indonesia (SANINDO) sukses menyelenggarakan kegiatan Mudzakkaroh Mujallasah Cendekiawan Muslim Jawa Tengah dengan mengangkat tema "Kajian Akhir Zaman". Kegiatan ini berlangsung di Pesantren Zam Zam Al Murtaqo Asrama Santri Indonesia Kudus .(Sabtu 1/8/2026)


Acara tersebut menghadirkan sejumlah narasumber intelektual muda Muslim Jawa Tengah yang membahas berbagai persoalan umat di akhir zaman berdasarkan Al-Qur'an, As-Sunnah, serta pandangan para ulama. Di antara narasumber yang hadir adalah Gus Nasir, tokoh muda pelopor dari Demak, serta Syekh Kamal, pendiri Wadah Gerakan Santri Indonesia (SANINDO) yang kini telah berkembang dengan lebih dari 32 cabang di seluruh Indonesia.


Jalannya diskusi dipandu oleh TGM Hasan Yasin, alumni Qudsiyah Kudus, yang memoderatori forum secara interaktif sehingga pembahasan berlangsung hidup dan penuh antusiasme,di awali dengan pembacaan Rotib bersama dan di lanjutkan diskusi.


Sambutan Ketua Pesantren

Dalam sambutannya, Ketua Zam Zam Al Murtaqo, Aqiful Khoir, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

"Alhamdulillah, Pesantren Zam Zam Al Murtaqo mendapat kehormatan menjadi tuan rumah Mudzakkaroh Mujallasah Cendekiawan Muslim Jawa Tengah. Semoga forum ilmiah seperti ini terus menjadi wadah silaturahmi para ulama, cendekiawan, santri, dan generasi muda Muslim dalam mengkaji persoalan umat secara ilmiah, bijaksana, dan berlandaskan Al-Qur'an serta As-Sunnah. Kami berharap kegiatan ini melahirkan generasi yang memiliki keluasan ilmu, kedalaman iman, serta kesiapan menghadapi berbagai tantangan zaman."

Beliau juga mengajak seluruh peserta untuk terus mempererat ukhuwah Islamiyah dan menjadikan ilmu sebagai landasan dalam berdakwah serta membangun peradaban Islam.


Kesimpulan Kajian

Pada penutupan acara, TGM Hasan Yasin menyampaikan kesimpulan hasil mudzakkaroh.

Beliau menegaskan bahwa pembahasan mengenai tanda-tanda akhir zaman hendaknya menjadi sarana untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan, bukan menimbulkan ketakutan ataupun spekulasi. Menurutnya, tantangan terbesar umat saat ini adalah menjaga akidah, memperkuat akhlak, memperbanyak amal saleh, serta mempererat persatuan umat Islam.

"Kajian akhir zaman bukan untuk menebak kapan suatu peristiwa akan terjadi, tetapi menjadi pengingat agar umat Islam semakin dekat kepada Allah SWT, memperbaiki diri, dan mempersiapkan bekal terbaik melalui ilmu, ibadah, dan amal saleh," ungkapnya saat menutup kegiatan.


Rangkaian acara disiarkan secara langsung oleh Ababil TV, sehingga dapat disaksikan oleh keluarga besar SANINDO dari berbagai daerah,dan cabang istimewa yang mengikuti jalannya forum secara langsung maupun melalui siaran daring.


Acara ditutup dengan doa bersama dan harapan agar Mudzakkaroh Mujallasah Cendekiawan Muslim Jawa Tengah dapat menjadi agenda rutin sebagai forum penguatan keilmuan, ukhuwah Islamiyah, dan pengembangan pemikiran Islam di kalangan generasi muda. (Ihw)

Meriahkan HUT Ke-81 RI, Kades Suharto Lepas Karnaval Budaya Desa Watudakon, Semangat Persatuan Bergema di Kesamben

Jombang,suarakpkcyber.com,– Semangat nasionalisme dan kebersamaan membahana di Desa Watudakon, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, saat Pemerintah Desa Watudakon menggelar Karnaval Budaya dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Sabtu (1/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut dipadati ribuan warga yang memadati sepanjang jalan utama desa untuk menyaksikan berbagai penampilan budaya, seni, dan kreativitas masyarakat. Antusiasme warga dari berbagai kalangan menjadikan karnaval tahun ini sebagai salah satu perayaan kemerdekaan yang paling semarak di Desa Watudakon.

Karnaval secara resmi diberangkatkan oleh Kepala Desa Watudakon, Suharto, S.Sos., ST. Dengan mengenakan Pakaian Dinas Upacara (PDU) berwarna putih, Suharto mengibarkan bendera start sebagai tanda dimulainya iring-iringan peserta karnaval. Momen tersebut menjadi simbol dimulainya pesta rakyat yang sarat dengan semangat persatuan, gotong royong, dan cinta tanah air.

Turut mendampingi Kepala Desa dalam pelepasan karnaval yakni panitia Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN), perangkat desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Linmas, serta sejumlah tokoh masyarakat. Di belakang barisan kehormatan, para peserta tampak membawa berbagai atribut bertema kebangsaan, termasuk poster bertuliskan “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” sebagai wujud dukungan terhadap semangat pembangunan bangsa.

Sebanyak 12 kontingen dari berbagai dusun di Desa Watudakon turut ambil bagian dalam karnaval tersebut. Beragam atraksi ditampilkan, mulai dari pasukan pengibar bendera cilik, parade busana adat Nusantara, kreasi bertema pertanian, ogoh-ogoh, drumband, hingga pertunjukan seni tradisional khas Jombang yang menghibur masyarakat sepanjang rute.

Sorak sorai warga, tepuk tangan, serta kibaran bendera Merah Putih di tangan anak-anak menambah semarak suasana. Kehadiran masyarakat yang memadati jalur karnaval menunjukkan tingginya rasa kebersamaan sekaligus kecintaan terhadap tradisi peringatan kemerdekaan.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Watudakon Suharto menyampaikan bahwa peringatan HUT Kemerdekaan RI bukan hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga momentum memperkuat persatuan dan semangat gotong royong seluruh warga.

“Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Hari ini kita tidak hanya menyaksikan sebuah karnaval, tetapi juga merayakan persatuan dan semangat gotong royong yang menjadi kekuatan Desa Watudakon. Dengan kebersamaan, tidak ada pembangunan yang tidak dapat kita wujudkan,” ujar Suharto.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut, mulai dari Karang Taruna, TP PKK, Ketua RT/RW, tokoh agama, tokoh masyarakat, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Linmas, panitia PHBN, hingga seluruh masyarakat Desa Watudakon.

“Mari kita isi kemerdekaan dengan karya, semangat kebersamaan, dan kepedulian terhadap sesama. Bersama-sama kita wujudkan Desa Watudakon yang semakin maju, sejahtera, mandiri, dan bermartabat,” tambahnya.

Pemerintah Desa berharap kegiatan seperti ini terus menjadi agenda tahunan yang mampu mempererat tali silaturahmi antarwarga sekaligus menjadi wadah bagi generasi muda untuk melestarikan budaya dan menumbuhkan rasa cinta terhadap bangsa Indonesia.

Perayaan Karnaval Budaya HUT RI ke-81 di Desa Watudakon ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur atas nikmat kemerdekaan serta harapan agar Indonesia semakin maju, aman, dan sejahtera, sekaligus membawa Desa Watudakon menuju masa depan yang lebih baik.(Red)

Serentak Jelang HUT RI Ke-81, Polsek Bangil Kerahkan Personel Bersama Tiga Pilar Bangkitkan Nasionalisme Lewat Gerakan Bendera Merah Putih

 



PASURUAN, suarakpkcyber.com– Polsek Bangil mengerahkan seluruh jajaran personel bersama TNI, unsur Tiga Pilar, Bhayangkari, Persit Kartika Chandra Kirana, Tim Penggerak (TP) PKK, KOMPAKK, tokoh agama (Toga), dan tokoh masyarakat (Tomas) menggelar Gerakan Pembagian dan Pemasangan Bendera Merah Putih secara serentak di wilayah Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.


Kegiatan diawali dengan apel gabungan di halaman Mapolsek Bangil yang dipimpin Kapolsek Bangil, Kompol Ahmad Firman, S.H. Dalam arahannya, Kapolsek menegaskan bahwa seluruh personel harus bersinergi mengajak masyarakat mengibarkan Bendera Merah Putih sebagai wujud cinta Tanah Air sekaligus memperkuat semangat persatuan menjelang peringatan Hari Kemerdekaan.


Usai apel, para Bhabinkamtibmas langsung bergerak ke wilayah binaan masing-masing untuk berkoordinasi dengan lurah dan Babinsa, kemudian membagikan serta memasang Bendera Merah Putih di rumah-rumah warga. Seluruh proses dilakukan secara humanis, mulai dari meminta izin kepada pemilik rumah hingga mengajak warga bersama-sama menghormati Sang Merah Putih setelah berkibar.


Sementara itu, personel Polsek Bangil lainnya bersama unsur Muspika, Bhayangkari, Persit, TP PKK, dan KOMPAKK melaksanakan pembagian Bendera Merah Putih kepada masyarakat di kawasan pasar. Untuk menjamin kelancaran kegiatan, Unit Lalu Lintas Polsek Bangil melakukan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas agar aktivitas masyarakat tetap berjalan tertib.


Sebagai bagian dari publikasi kegiatan, Polsek Bangil juga mendokumentasikan seluruh rangkaian, mulai dari apel, pembagian bendera, hingga pemasangan Bendera Merah Putih di rumah-rumah warga sebagai bentuk edukasi sekaligus ajakan kepada masyarakat agar turut menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.


Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan di Kelurahan Pogar, Kecamatan Bangil, dengan penyerahan Bendera Merah Putih kepada warga oleh jajaran Polri bersama TNI dan Pemerintah Kelurahan. Kehadiran aparat disambut antusias masyarakat yang secara sukarela ikut memasang bendera sebagai simbol penghormatan kepada jasa para pahlawan dan wujud nyata semangat nasionalisme.


Melalui gerakan serentak tersebut, Polsek Bangil berharap kesadaran masyarakat untuk mengibarkan Bendera Merah Putih semakin meningkat sehingga nilai-nilai persatuan, gotong royong, dan cinta terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia terus terpelihara di tengah kehidupan bermasyarakat. (Usj(

Budidaya Lele Warga Tambakan Berkembang Baik, Bhabinkamtibmas Dukung Program Pekarangan Bergizi

 




Pasuruan, suarakpkcyber.com – Budidaya ikan lele milik warga di Desa Tambakan, Kecamatan Bangil, menunjukkan perkembangan yang baik sebagai bagian dari Program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) dalam mendukung ketahanan pangan. Bhabinkamtibmas Desa Tambakan turut melakukan pemantauan dan pendampingan guna memastikan program berjalan optimal, Kamis (30/7/2026).


Kegiatan berlangsung di pekarangan milik warga di Jalan Citra Karya RT 05 RW 03, Desa Tambakan. Bhabinkamtibmas Desa Tambakan, Aiptu Suryadi, bersama pemilik budidaya, Suryono, meninjau kondisi kolam lele sekaligus memantau perkembangan budidaya yang menjadi salah satu upaya pemanfaatan pekarangan produktif.


Dalam pemantauan tersebut, personel memastikan kondisi kolam tetap terawat dan mendukung kegiatan pembersihan kolam agar pertumbuhan ikan lele berlangsung optimal. Hasil pemantauan menunjukkan budidaya ikan lele berkembang dengan baik dan diharapkan mampu memberikan hasil panen yang melimpah sehingga dapat memperkuat ketahanan pangan keluarga maupun masyarakat sekitar.


Kapolsek Bangil Kompol Ahmad Firman Wahyudi, S.H., S.E. mengatakan bahwa keterlibatan Bhabinkamtibmas dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program pemerintah di bidang ketahanan pangan sekaligus mempererat kemitraan dengan masyarakat.


"Bhabinkamtibmas hadir untuk memberikan motivasi dan memastikan program ketahanan pangan di masyarakat berjalan dengan baik. Sinergi seperti ini diharapkan dapat meningkatkan kemandirian pangan sekaligus memperkuat hubungan antara Polri dan warga," ujarnya.


Sementara itu, Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono, S.H., S.I.K., M.H. menegaskan bahwa Polres Pasuruan terus mendukung berbagai program pemberdayaan masyarakat yang berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional.


"Pemanfaatan pekarangan untuk budidaya perikanan merupakan langkah positif yang perlu terus didorong. Kehadiran Bhabinkamtibmas diharapkan mampu memberikan semangat kepada masyarakat agar terus mengembangkan potensi yang dimiliki sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan," kata AKBP Harto Agung Cahyono.


Selama kegiatan berlangsung, situasi berjalan aman, tertib, dan kondusif. Program budidaya lele di Desa Tambakan diharapkan dapat menjadi salah satu contoh pemanfaatan pekarangan produktif yang memberikan nilai ekonomi sekaligus mendukung ketahanan pangan di tingkat keluarga. (Usj)

Perkara Hukum Perdata PTSL Desa Randupitu Resmi Dicabut Penggugat, Kasus Akan Dilimpahkan dalam Perkara Pidana



Pasuruan, suarakpkcyber.com - Kelanjutan Persoalan PTSL Desa Randupitu Perkara perdata yang terdaftar di panitera Pengadilan Negeri Bangil no 42/Pdt.G/20.26/PN Resmi dicabut oleh kuasa hukum penggugat. Dengan demikian Perkara Perdata sidang PTSL Desa Randupitu Kecamatan Gempol kabupaten Pasuruan dinyatakan selesai secara hukum di Pengadilan Negeri Bangil, Rabu (29/07/2026).

Permohonan Perkara Perdata tersebut dicabut setelah sebelumnya tidak mencapai kesepakatan kedua belah pihak dalam sidang mediasi perdata sebelumnya.

Kudus Surya Dharma, SH Kuasa Hukum Penggugat 


Menurut kuasa hukum penggugat, Kudus Surya Dharma, S.H mengatakan bahwa sesuai normatif hukum perkara perdata kami cabut biar tidak menganggu jalannya laporan pidana ke Kejaksaan tinggi Jatim, yang nantinya diproses di Kejaksaan Kabupaten Pasuruan.

" Karena dari awal kita sudah mempunyai bukti, kemarin dari tergugat malah menantang untuk menunjukkan bukti. Oke  kita buktikan saja, bukti kita udah valid" ujarnya

Menurutnya sebagai kuasa hukum dalam suatu perkara yang diajukan harus memiliki bukti dan saksi yang dikantongi sebelumnya.

" Tau sendiri pengacara kan modalnya dari bukti, saksi, dan kami dengar kabar udah di disposisi , makanya kita tunggu aja dua minggu atau tiga minggu kedepan" kata Kudus.

Kudus menambahkan alasan laporan gugatan ke kejaksaan sebagai perkara pidana agar dapat membuktikan perkara yang terang benderang.

" mengapa kita laporan gugatan di Kejaksaan sebagai yang memegang perkara Pidana ? supaya perkara ini bisa terang benderang transparan adanya pungli PTSL disana. Ujarnya.

Selain itu Kudus juga mengingatkan agar tidak adanya intervensi dari aduan masyarakat karena intervensi yang dilakukan akan ada sebab dan akibat hukum yang akan terjadi

" Hati-hati aja kalau ada masyarakat yang diintervensi terkait aduannya, akan ada akibat hukum yang lain" cetusnya.

Menurutnya masyarakat tidak keberatan apabila terdapat pungutan sebesar Rp.600.000 dalam kepengurusan PTSL, tapi keberatannya dengan nominal Rp 2.000.000,- untuk mengurus leter C atau riwayat tanah sebagai syarat untuk kelengkapan PTSL sebab itu udah masuk RAB PTSL.

Surya selaku kuasa Tergugat juga menjelaskan bahwa dalam mediasi sebelum nya uang warga yang 2.000.000 (dua juta rupiah) di kembalikan ke warga yang keberatan bukan yang Rp 600.000 (enamratus ribu rupiah)  tapi oleh kuasa hukum tergugat di tolak.

" Sehingga ini adalah titik awal laporan pidana nya, sedang yang minta 2 juta itu adalah oknum baik dari panitia desa, ataupun oknum perangkat desa. Kami sudah ada bukti baik dari Video, foto atau bukti yang lainnya sudah ada di kami" ujarnya.

Sedangkan dikesempatan yang sama dari kuasa hukum tergugat, Nofi Hariyanto menyatakan sebenarnya kita sudah siap menentukan gugatannya dan memberikan jawaban tertulis dalam sidang selanjutnya.

" Tapi berhubung di cabut kita hormati proses itu, kedepannya kita ikuti baik dari kuasa hukum kepala desa atau panitia PTSL kami taat hukum, apabila ada pangilan terkait gugatan kita siap" Ujarnya.

Kuasa Hukum Tergugat


Menurut Nofi Kalau normatif hukum baik Kejaksaan, Pengadilan, ataupun Kepolisian tidak boleh menolak perkara , tapi kalau diterima atau memenuhi unsur pidana itu tergantung Aparar Penegak Hukum.

Menurutnya beliau juga akan menghormati proses persidangan sesuai normatif yang berlaku.

" Kita hormati proses itu , kita normatif aja memberikan keterangan yang sebenar benarnya, dan kita masih menunggu langka selanjutnya" pungkasnya. (Usj)

RSUD Bangil Torehkan Prestasi Dunia, Raih Penghargaan WSO Angels Berkat Layanan Cepat Penanganan Stroke

Pasuruan,suarakpkcyber.com,– RSUD Bangil kembali mengharumkan nama Kabupaten Pasuruan dengan meraih WSO Angels Awards, penghargaan internasional yang diberikan kepada rumah sakit yang dinilai berhasil menerapkan standar tinggi dalam pelayanan pasien stroke. Penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa kualitas layanan kesehatan di RSUD Bangil telah mendapat pengakuan di tingkat dunia.

Dalam acara penyerahan penghargaan yang berlangsung pada Jumat (24/7/2026), Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur RSUD Bangil, dr. Tri Dinar Herturini, menegaskan bahwa capaian tersebut bukan sekadar simbol prestasi, melainkan wujud nyata dari dedikasi seluruh tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Penghargaan ini bukan hanya sertifikat atau trofi untuk dipajang. Lebih dari itu, ini merupakan pengakuan internasional atas komitmen RSUD Bangil dalam menghadirkan pelayanan yang cepat, tepat, dan berkualitas bagi pasien stroke,” ujar dr. Tri.

Ia mengatakan, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh unsur di rumah sakit. Tidak ada satu pihak pun yang bekerja sendiri, karena setiap unit memiliki peran penting dalam menyelamatkan nyawa pasien.

Secara khusus, dr. Tri menyampaikan apresiasi kepada Tim Kelompok Staf Medis (KSM) Neurologi yang dipimpin dr. Aziz Abdullah, bersama dr. Laksitarini, dr. Yahya, dan dr. Faisol. Menurutnya, dedikasi serta konsistensi tim neurologi menjadi salah satu faktor utama hingga RSUD Bangil mampu memperoleh penghargaan bergengsi tersebut.

Ucapan terima kasih juga diberikan kepada seluruh petugas Instalasi Gawat Darurat (IGD), perawat, Radiologi, Laboratorium, serta seluruh civitas hospitalia yang telah bekerja secara terintegrasi dalam menangani pasien stroke.

“Seluruh tim bekerja dengan koordinasi yang sangat baik untuk mencapai door-to-needle time yang optimal. Kecepatan penanganan menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan terapi pada pasien stroke, sehingga sinergi semua unit sangat dibutuhkan,” jelasnya.

Meski berhasil meraih penghargaan internasional, dr. Tri mengingatkan seluruh jajaran RSUD Bangil agar tidak cepat berpuas diri. Menurutnya, mempertahankan mutu pelayanan merupakan tantangan yang jauh lebih besar dibandingkan meraih sebuah penghargaan.

“Penghargaan ini adalah amanah. Tugas kita sekarang adalah menjaga bahkan meningkatkan kualitas pelayanan agar masyarakat terus mendapatkan layanan kesehatan terbaik sesuai standar internasional,” tegasnya.

Diraihnya WSO Angels Awards semakin memperkuat posisi RSUD Bangil sebagai rumah sakit rujukan yang memiliki layanan penanganan stroke berkualitas. Prestasi ini sekaligus menjadi motivasi bagi seluruh tenaga kesehatan untuk terus berinovasi dan meningkatkan mutu pelayanan demi keselamatan pasien serta kepuasan masyarakat.(Usj)

Usut Jaringan Narkoba, Satresnarkoba Polres Pasuruan Amankan 41 Paket Sabu dari Tiga Lokasi

Pasuruan,suarakpkcyber.com,– Satresnarkoba Polres Pasuruan mengungkap tiga kasus peredaran narkotika jenis sabu di wilayah Kabupaten Pasuruan. Dalam pengungkapan yang merupakan hasil pengembangan dan penyelidikan selama sekitar satu bulan tersebut, polisi mengamankan empat orang terduga pelaku beserta 41 paket sabu dengan berat bervariasi yang disita dari tiga tempat kejadian perkara (TKP).

Kapolres Pasuruan melalui Satresnarkoba menegaskan, pengungkapan tersebut merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam memberantas peredaran narkoba demi mewujudkan wilayah Pasuruan yang bersih dari penyalahgunaan narkotika.

"Satresnarkoba Polres Pasuruan akan selalu dan tetap berkomitmen memerangi jaringan narkoba untuk mewujudkan wilayah Pasuruan BERSINAR (Bersih Narkoba). Dalam kurun waktu satu bulan, tim berhasil mengungkap tiga TKP dan mengamankan 41 paket narkotika golongan I jenis sabu siap edar," ujar Kapolres melalui keterangan resmi.

Dalam pengungkapan tersebut, Tim I Unit I Satresnarkoba yang dipimpin Ipda Satria Buana berhasil mengungkap tiga kasus berbeda di Kecamatan Prigen dan Sukorejo.

TKP Pertama di Prigen

Kasus pertama diungkap pada Minggu (17/5/2026) sekitar pukul 21.30 WIB di Desa Pecalukan, Kecamatan Prigen. Polisi mengamankan dua terduga pelaku berinisial M.R.B. (25) dan A.S. (28).

Dari tangan M.R.B., petugas menyita 26 paket sabu dengan total berat 2,715 gram, sebuah kotak hitam, telepon genggam, serta satu unit sepeda motor Honda Scoopy.

Sementara dari A.S., polisi mengamankan satu paket sabu seberat 0,105 gram, timbangan digital, alat hisap sabu, plastik klip kosong, sekrop plastik, dan telepon genggam.

Menurut hasil penyelidikan, A.S. diduga berperan mencari pembeli, sedangkan M.R.B. bertugas menyimpan atau meranjau sabu di lokasi tertentu untuk kemudian diambil pembeli.

"Peredaran narkotika jenis sabu antara A.S. dan M.R.B. saling berbagi peran, yakni A.S. menyediakan sabu dan mencari pembeli, sedangkan M.R.B. berperan sebagai peranjau yang meletakkan sabu pada titik tertentu," terang Kapolres dalam keterangannya.

Target Operasi Ditangkap di Sukorejo

Pengungkapan kedua dilakukan pada Rabu (27/5/2026) sekitar pukul 03.00 WIB di Desa Karangsono, Kecamatan Sukorejo.

Petugas menangkap seorang pria berinisial R.A.I.P. (26) yang telah menjadi target operasi (TO) Satresnarkoba selama beberapa bulan terakhir.

Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan dua paket sabu dengan total berat sekitar 7 gram, timbangan digital, enam plastik klip kosong, telepon genggam, serta tas selempang yang diduga digunakan dalam aktivitas peredaran narkotika.

Polisi menduga tersangka merupakan pengedar sabu yang beroperasi di wilayah Sukorejo dan sekitarnya.

Berawal dari Keluhan Warga

Kasus ketiga diungkap pada Kamis (28/5/2026) sekitar pukul 20.00 WIB di Desa Kalirejo, Kecamatan Sukorejo. Seorang pria berinisial S.S. (31) diamankan setelah polisi menerima informasi masyarakat mengenai dugaan maraknya peredaran narkotika di desa tersebut.

Dalam penggeledahan, petugas menemukan 13 paket sabu dengan berat total sekitar 5,740 gram, telepon genggam, plastik klip kosong, sekrop plastik, serta wadah pomade yang diduga digunakan untuk menyimpan barang bukti.

"Penangkapan bermula saat Tim I Unit I Satresnarkoba melakukan patroli kewilayahan dalam rangka Harkamtibmas di Desa Kalirejo. Dari proses dialog kamtibmas, beberapa warga mengeluhkan maraknya peredaran narkotika. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan hingga pelaku berhasil diamankan," jelas Kapolres.

Saat ini seluruh tersangka telah diamankan di Mapolres Pasuruan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi juga masih melakukan pengembangan guna mengungkap jaringan di atas para tersangka yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Para tersangka dipersangkakan melanggar ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika junto ketentuan pidana yang berlaku, dengan ancaman hukuman mulai dari pidana penjara jangka panjang hingga pidana seumur hidup, sesuai dengan peran dan sangkaan yang dikenakan masing-masing tersangka.(Usj)

Gledekan Bearing Gelar Event Perdananya, Sempat Berhenti Sementara Untuk Evaluasi

 

Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asrori mencoba menaiki Gledekan untuk membuka event Gledekan Barier

‎Pasuruan, suarakpkcyber.com - Sempat dihentikan sementara Gledekan di Prigen kini mengadakan event perdana Gledekan Bearing khususnya untuk warga Kabupaten Pasuruan. Insiden kecelakaan yang di alami salah satu peserta gledekan beberapa waktu lalu, Komunitas GledekanGankz tak patah asa untuk bisa menyalurkan hobi para peserta atau pegiat Gledekan Bearing.

‎Dengan semangat dan segala upaya dari Punggawa-punggawa Komunitas GledekanGankz melakukan evaluasi untuk peningkatan Regulasi dan SOP keselamatan peserta.

‎Terkini, GledekanGankz sukses menggelar Event perdana di Sirkuit Lapaloma, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan pada hari ini, Minggu (26/07/2026).



‎Event ini sukses melewati proses panjang,  pertemuan pengurus Komunitas GledekanGank bersama Camat, Lurah dan Kepolisian beberapa waktu yang lalu, menyepakati peningkatan Regulasi dan SOP keselamatan peserta, yang mencakup kewajiban penggunaan alat pelindung diri lengkap, kepatuhan pada arahan marshal, serta larangan manuver berbahaya.

‎Peningkatan Regulasi dan SOP ini ditekankan oleh komunitas GledekanGankz untuk para peserta dan penonton di sepanjang lintasan sirkuit gledekan.

‎Wakil Bupati Pasuruan, Gus Shobih Asrori dengan antusias hadir di event perdana GledekanGankz di Sirkuit Lapaloma pukul 04.52 Wib, untuk menyaksikan langsung aksi para pegiat gledekan bearing memacu adrenalin dan adu skill mengendalikan gledekan.

‎Di tengah para peserta gledekan Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asrori atau dikenal dengan Gus Shobih menyampaikan kekagumannya terhadap keahlian para peserta Gledekan Bearing.

" Setelah mengamati, dan menyaksikan, Saya sangat kagum melihat keahlian peserta mengendalikan gledekan masing-masing, terutama peserta anak-anak" ujarnya.

Selain itu Gus Shobih berpesan serta menghimbau kepada para peserta untuk memperhatikan savety dengan menaati Regulasi SOP keselamatan guna mengurangi resiko. 

‎"Alhamdulillah Gledekan yang asal-mulanya dulu terbuat dari kayu dan digunakan penduduk untuk angkutan rumput atau panen dari dataran tinggi ke dataran rendah kini dilestarikan dan dimodifikasi ekstrem oleh Komunitas GledekanGankz menjadi salah satu kegiatan masyarakat yang bisa dikategorikan sebagai olahraga ekstrem sekaligus wisata Prigen yang membanggakan Kabupaten Pasuruan," kesan Gus Shobih

‎Lanjut Gus Shobih, memberikan penjelasan asal muasal perjalanan awal Gledekan Bearing yang menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal kabupaten Pasuruan.

"Perjalanan awal sejak adanya Gledekan Bearing (GledekanGankz) hingga saat ini ramai menjadi daya tarik bisa dicatat dan dibuat buku yang bisa dipublikasikan sebagai salah satu icon wisata Prigen" ujarnya.

Beliau juga berharap olahraga ekstrem ini dapat semakin maju dan berkembang agar dapat menjadi lebih baik lagi.

‎"Saya sangat bangga dan berharap kreatifitas GledekanGankz kedepannya bisa semakin maju berkembang," pungkas Gus Shobih

‎Turut menyaksikan giat masyarakat Palembon bersama Gus Shobih, diantaranya nampak Perwakilan Dinas Pariwisata Kabupaten Pasuruan, Forkopimcam Prigen yakni Ifan Gunardi selaku Camat, Kapolsek Prigen atau yang mewakili, Danramil Prigen atau yang mewakili. (Usj/red)

Dir Intelkam Berharap Noken Center Bisa Memperkuat Nilai Leluhur Budaya Papua.

 

Dir Intelkam saat mebgikuti Acara Rapat Kerja Lembaga Pengenbangan Noken Center Provinsi Papua Barat Daya

Aimas, suarakpkcyber.com  - Polda Papua Barat Daya terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas keamanan melalui pendekatan edukatif dan kolaboratif bersama berbagai elemen masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan dalam Pelantikan dan Rapat Kerja Lembaga Pengembangan Noken Center Provinsi Papua Barat Daya Tahun 2026 yang menghadirkan Direktur Intelkam Polda Papua Barat Daya, Kombes Pol. Angling Guntoro, S.I.K., sebagai narasumber utama, Saptu (25/07).


Dalam pemaparannya, Kombes Pol. Angling Guntoro menegaskan bahwa penguatan nilai-nilai Pancasila merupakan langkah strategis untuk menjaga persatuan bangsa di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi. Menurutnya, ancaman hoaks, ujaran kebencian, hingga penyebaran paham radikalisme harus dihadapi melalui peningkatan literasi digital, kesadaran hukum, dan keterlibatan aktif seluruh komponen masyarakat.


Polda Papua Barat Daya mengajak masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi serta senantiasa mengedepankan budaya dialog, toleransi, dan semangat gotong royong. Langkah preventif tersebut dinilai penting untuk menjaga ruang digital tetap sehat sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi berbagai bentuk disinformasi yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban.


Sinergi dengan Lembaga Pengembangan Noken Center menjadi bukti bahwa pelestarian budaya Papua memiliki peran penting dalam memperkuat identitas kebangsaan. Nilai-nilai luhur budaya lokal yang diwariskan secara turun-temurun dinilai sejalan dengan semangat Pancasila dalam membangun persatuan, keharmonisan, dan kehidupan masyarakat yang damai.


Melalui kegiatan ini, Polda Papua Barat Daya menegaskan bahwa menjaga keamanan tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui pembinaan, edukasi, serta kemitraan yang kuat dengan tokoh adat, akademisi, organisasi masyarakat, dan generasi muda. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan publik sekaligus memperkuat partisipasi masyarakat dalam menjaga situasi kamtibmas.


Dengan kolaborasi yang semakin erat bersama Lembaga Pengembangan Noken Center dan seluruh elemen masyarakat, Polda Papua Barat Daya optimistis stabilitas kamtibmas akan tetap terpelihara. Sinergi ini diharapkan menjadi fondasi yang kokoh dalam mewujudkan Papua Barat Daya yang aman, damai, harmonis, serta mendukung percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.(dedi)

DKP3 Kabupaten Pasuruan Bidang Peternakan Gelar Pelatihan Pengolahan Hasil Peternakan, Dorong Pencegahan Stunting dan Penguatan Ekonomi Keluarga

Pasuruan,suarakpkcyber.com, – Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) menggelar Pelatihan Pengolahan Hasil Peternakan sebagai bagian dari upaya mempercepat penurunan angka stunting pada anak sekaligus meningkatkan perekonomian keluarga.

Kegiatan yang dikemas dalam program Gelar Pangan Menu Tinggi Protein tersebut berlangsung di Balai Desa Masangan, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, Jumat (24/7/2026). Peserta kegiatan terdiri dari ibu-ibu PKK, kader Posyandu, serta kelompok UMKM perempuan di Desa Masangan.

Pelatihan ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya konsumsi protein hewani bagi tumbuh kembang anak, sekaligus membekali peserta dengan keterampilan mengolah hasil peternakan menjadi produk bernilai gizi tinggi dan memiliki nilai ekonomi.

Ketua TP PKK Kabupaten Pasuruan, Mella Rusdi, mengatakan bahwa stunting bukan hanya disebabkan kurangnya jumlah makanan, tetapi juga kurangnya asupan protein hewani yang berkualitas.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin mengubah pola pikir masyarakat. Hasil peternakan tidak hanya dijual dalam bentuk mentah, tetapi dapat diolah menjadi produk pangan bergizi dengan nilai jual yang lebih tinggi,” ujarnya.

Menurut Mella, selain mampu memenuhi kebutuhan gizi keluarga, pengolahan hasil peternakan juga dapat menjadi peluang usaha rumahan yang mampu meningkatkan pendapatan keluarga.

“Anak-anak kita bisa memperoleh asupan menu tinggi protein untuk mencegah stunting sejak dari rumah. Di sisi lain, ibu-ibu juga memiliki kesempatan membuka usaha kecil berbasis olahan hasil peternakan sehingga ekonomi keluarga ikut meningkat,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Pasuruan, drh. Ainur Alfiyah, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen memberikan pendampingan secara berkelanjutan kepada masyarakat dalam pengelolaan pangan bergizi.

“Kami akan terus mendampingi masyarakat agar memahami pentingnya makanan sehat serta cara mengolahnya dengan baik, sehingga hasil olahannya lebih menarik, lezat, dan disukai anak-anak,” jelasnya.

Ia menjelaskan, dalam pelatihan tersebut peserta diajarkan berbagai teknik pengolahan hasil peternakan. Daging dapat diolah menjadi bakso, sosis, abon, nugget, hingga kornet. Sementara susu dapat diolah menjadi minuman aneka rasa, keju, mentega, stik susu, hingga permen susu.

“Selain memenuhi kebutuhan gizi keluarga, berbagai produk olahan tersebut juga memiliki nilai ekonomi yang dapat dikembangkan menjadi usaha rumahan. Dengan demikian, manfaatnya tidak hanya membantu menekan angka stunting, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Ainur.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Pasuruan berharap semakin banyak keluarga yang memahami pentingnya konsumsi protein hewani sebagai bagian dari upaya menciptakan generasi yang sehat, cerdas, bebas stunting, serta mampu mendorong lahirnya pelaku UMKM baru berbasis pengolahan hasil peternakan.

Peringati Hari Anak Nasional 2026, Disdikbud Kabupaten Pasuruan Gelar Finger Painting, Senam dan Tari Massal PAUD, Bupati Luncurkan Buku Karya Guru

Pasuruan,suarakpkcyber.com,– Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menggelar peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 dengan mengusung tema “Sayangi Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan”. Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Yonkav 8 Beji, Kabupaten Pasuruan, pada Kamis (23/7/2026) berlangsung semarak dengan melibatkan ribuan anak usia dini, guru, orang tua, serta para pemangku kepentingan di bidang pendidikan.

Rangkaian kegiatan diisi dengan lomba finger painting, senam bersama, dan tari massal anak-anak PAUD yang menjadi simbol semangat menciptakan ruang belajar yang menyenangkan sekaligus mendorong tumbuh kembang kreativitas anak sejak usia dini.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo secara resmi meluncurkan buku berjudul “Medi Si Gigi Putih”, sebuah karya guru PAUD yang diterbitkan bekerja sama dengan Airlangga. Peluncuran buku ini menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap kreativitas tenaga pendidik dalam menghadirkan media pembelajaran yang edukatif bagi anak-anak.

Bunda PAUD Kabupaten Pasuruan, Mella Rusdi, mengatakan bahwa tema Hari Anak Nasional tahun ini mengandung pesan penting agar seluruh anak Indonesia memperoleh hak untuk tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang penuh kasih sayang, aman, serta terbebas dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi.

Menurutnya, setiap anak juga harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk berkembang secara optimal sesuai dengan potensi yang dimiliki.

“Tumbuh kembang anak yang optimal merupakan fondasi utama dalam mewujudkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Karena itu, semua pihak harus bersama-sama memberikan perhatian terbaik bagi anak-anak,” ujar Mella.

Sementara itu, Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo mengapresiasi terselenggaranya peringatan Hari Anak Nasional dan menyampaikan terima kasih kepada Yonkav 8 Beji yang telah menyediakan lokasi sehingga kegiatan dapat berlangsung meriah dan penuh keceriaan.

Dalam sambutannya, Rusdi menegaskan bahwa seluruh elemen bangsa memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap anak memperoleh haknya untuk tumbuh, belajar, sehat, terlindungi, dan berkembang sesuai dengan potensi masing-masing.


“Mari kita sayangi dan lindungi anak-anak kita. Mereka adalah pemimpin masa depan sekaligus investasi terbaik bangsa. Yang harus kita lakukan adalah memastikan mereka tumbuh sehat, memperoleh pendidikan yang berkualitas, mendapatkan perlindungan, serta memiliki ruang untuk mengembangkan karakter dan kreativitasnya,” tegas Rusdi.

Lebih lanjut, Bupati mengajak seluruh pihak untuk memperkuat kolaborasi antara keluarga, sekolah, masyarakat, pemerintah, media, hingga seluruh pemangku kepentingan dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi tumbuh kembang anak.

Menurutnya, perlindungan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, melainkan membutuhkan kepedulian seluruh lapisan masyarakat.

“Perlindungan anak tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah. Dibutuhkan kepedulian semua pihak agar anak-anak dapat tumbuh sehat, aman, penuh kasih sayang, serta terbebas dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi,” pungkasnya.

Peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Kabupaten Pasuruan diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan yang ramah anak serta mendukung lahirnya generasi yang cerdas, sehat, berkarakter, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.(Usj)