Pasuruan, suarakpkcyber.com - Kebun Raya Purwodadi kini mencapai usia 85 tahun. Untuk merayakan hari jadinya tersebut, Kebun Raya Purwodadi bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan penanaman bibit pohon Durio zibethinus danShorea ovalis. Penanaman bibit secara simbolis yang akan dilakukan oleh perwakilan MNR dan BRIN di Lawn Kawista. Jumat (30/01/2026).
Seluruh pihak baik dari unsur pemerintah dan unsur swasta hadir dalam HUT Kebun Raya Purwodadi untuk berkolaborasi bersama untuk menjaga pelestarian Tumbuhan.
“Pada HUT KRP kali ini, seluruh pihak, unsur pemerintah dan pihak swasta secara bersama-sama menanam bibit tanaman, ini bukan hanya simbol kolaborasi bersama, namun sebuah aksi nyata bersama dalam menjalankan fungsi konservasi,” ujar Managing Director PT Mitra Natura Raya (MNR), Marga Anggrianto.
Selain itu, Marga mengatakan PT MNR selaku mitra swasta dalam pengelolaan Kebun Raya milikbpemerintah, mendukung penuh tujuan konservasi yang dipegang oleh Kebun Raya.
“Semoga Kebun Raya selain menjadi pusat konservasi, riset dan edukasi tumbuhan. Tetapi juga menjadi percontohan kolaborasi seluruh pihak strategis dimana semua memiliki peran yang sama untuk menjaga lingkungan serta menjaga fungsi konservasi untuk generasi masa depan,” harapnya.
![]() |
| Kolaborasi Kebun Raya Purwodadi bersama Pemerintah dan Swasta dalam Konservasi di HUT Kebun Raya Purwodadi ke-85 |
Direktur Pengelolaan Koleksi Ilmiah (DPKI) BRIN, Sasa Sofyan Munawar, mengatakan Kebun Raya Purwodadi memegang peran strategis dalam mendukung konservasi ex situ, riset ilmiah, pendidikan, serta pemanfaatan berkelanjutan sumber daya hayati.
DPKI berperan dalam meningkatkan, memelihara, menjaga dan memanfaatkan koleksi ilmiah tumbuhan di Kebun Raya Purwodadi.
“Momentum peringatan ulang tahun Kebun Raya ke-85 ini menjadi penguat komitmen bersama untuk terus menjaga, mengembangkan, dan memanfaatkan koleksi ilmiah sebagai fondasi ilmu pengetahuan dan pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori, mengatakan ditengah perkembangan dunia yang begitu cepat, keberadaan kebun raya memiliki peran sangat penting dalam menjaga dan mengonservasi kekayaan tumbuhan nabati Indonesia.
Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya penguatan kolaborasi antara Kebun Raya Purwodadi dan Pemerintah Kabupaten Pasuruan. Tak hanya melakukan penanaman bibit di área Kebun Raya Purwodadi, di usia ke 85 Tahun, Kebun Raya Purwodadi terus berkomitmen sebagai pelestari lingkungan melalui kegiatan konservasi.
Program CSR juga dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab publik dan membangun citra positif bagi perusahaan sesuai dengan lima pilar kebun raya yaitu konservasi, wisata alam, jasa lingkungan, edukasi, dan penelitian.
Selain itu, juga ada pameran konservasi dengan tema lestari dalam konservasi. Pameran ini menampilkan foto atau data koleksi tumbuhan langka dan endemik di Kebun Raya Purwodadi dan keterangan tanamannya. Pameran koleksi botani yang didukung oleh komunitas.
Menjaga Akar, Menumbuhkan Harapan
Selama perjalanannya, tentu saja sudah banyak karya dan inovasi yang telah dilakukan. Untuk itu, di tahun ini, untuk merayakan hari jadinya, Kebun Raya Purwodadi mengangkat tema Menjaga Akar, Menumbuhkan Harapan.
Tema ini menggambarkan komitmen panjang Kebun Raya Purwodadi dalam menjaga akar keanekaragaman hayati Indonesia (konservasi ex-situ), sekaligus menumbuhkan harapan baru melalui inovasi, edukasi, dan kolaborasi lintas generasi serta lintas negara. Kata “akar” menggambarkan sejarah dan nilai dasar konservasi.
Sementara “harapan” adalah simbol masa depan yang berkelanjutan untuk bumi dan manusia. Dalam perayaan kali ini, ada sejumlah kegiatan yang dilakukan. Dengan tiga fokus utama yaitu konservasi untuk semua, edukasi popular dan kolaborasi nasional.
Konservasi untuk semua dapat diartikan membuat konservasi menjadi isu yang dekat dan dapat dimaknai oleh semua kalangan. Sedangkan edukasi popular, yatiu edukasi konservasi dalam bentuk storytelling, media visual, danpengalaman langsung.
Sementara kolaborasi nasional melibatkan lembaga penelitian, komunitas lingkungan. Rangkaian acara perayaan hut diantaranya seremonial tumpengan, penanaman bibit di Taman Buah Lokal, pemberian bibit tanaman, tour konservasi, pameran komunitas botani, konferensi mini, family day, pasar durian, pop up market tanaman hias, pop up market kuliner, live musik, melukis wajah, kelas edukasi Platycerium, kelas edukasi Anggrek, merangkai bunga, dan membatik. Rangkaian acara ini dilaksanakan mulai Jumat, 30 Januari 2026 sampai Minggu,1 Februari 2026.
Edukasi tumbuhan
Kebun Raya Purwodadi juga terus mengusung sisi edukasi dengan menyelenggarakan beberapa kelas edukasi, yaitu kelas edukasi Anggrek dan kelas mounting Platycerium.
Kelas edukasi Anggrek adalah kegiatan kelas edukasi menawarkan pembelajaran mengenai budidaya tanaman yang diadakan oleh pihak kebun raya. Kelas edukasi ini terbuka untuk semua kalangan.
Kegiatan ini akan diselenggarakan per sesi dengan sistem pendaftaran. Sebagai keuntungan, peserta yang mengikuti kelas ini akan mendapatkan tanaman dan bisa dibawa pulang.
Sedangkan kelas mounting Platycerium, merupakan kegiatan kelas edukasi menawarkan pembelajaran mengenai budidaya tanaman yang diadakan oleh pihak kebun raya.
Kelas edukasi ini terbuka untuk semua kalangan. Kegiatan ini akan diselenggarakan per sesi dengan sistem pendaftaran. Sebagai keuntungan, peserta yang mengikuti kelas ini akan mendapatkan tanaman dan bisa dibawa pulang (usj)

