Tag Label

Kepolisian (3857) daerah (1068) Pemerintahan (576) Jurnalistik (454) Demontrasi (84) Lintas Opini (75) DPRD (74) Desa (62) RSUD (47) Iklan (37) Kebakaran (34) KPU (30) Mahasiswa (11) DPRD kota pasuruan (8) PDAM (5) Desperindag (4) DPR RI (2)

Tranding Topic

Peringati Hari Jamu Nasional 2026, Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Pasuruan Gelar Lomba Posyandu 6 SPM

Pasuruan,suarakpkcyber.com, – Dalam rangka memperingati Hari Jamu Nasional Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Kesehatan...

Headline NewsLihat Semuanya

Peringati Hari Jamu Nasional 2026, Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Pasuruan Gelar Lomba Posyandu 6 SPM

Pasuruan,suarakpkcyber.com,– Dalam rangka memperingati Hari Jamu Nasional Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Kesehatan P2KB menggelar Lomba Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) Tingkat Kabupaten Pasuruan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mengajak masyarakat membudayakan hidup sehat melalui pemanfaatan obat tradisional dan pelayanan kesehatan berbasis masyarakat.

Lomba yang melibatkan Tim Penggerak PKK desa dan kelurahan se-Kabupaten Pasuruan tersebut diikuti oleh 175 peserta. Berbagai kategori penilaian dilombakan, mulai dari pelayanan Posyandu 6 SPM, keterampilan akupresur dan akupunktur sederhana, hingga pemanfaatan jamu sebagai sarana meningkatkan daya tahan tubuh.

Pengumuman sekaligus penyerahan hadiah kepada para pemenang dilaksanakan di Auditorium Mpu Sindok, Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan di Raci, Rabu (3/6/2026).

Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, Posyandu Sakura Desa Kluwut, Kecamatan Wonorejo berhasil meraih Juara I. Posisi Juara II diraih Posyandu Arwana Desa Tambakan, Kecamatan Bangil, sedangkan Juara III diraih Posyandu Pesantren, Kecamatan Purwodadi. Sementara itu, Juara Harapan I diraih Posyandu Mangga Desa Rejosari, Kecamatan Kraton, dan Juara Harapan II diraih Posyandu Edelweis Desa Tebas, Kecamatan Gondangwetan.

Kepala Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Pasuruan, Arma Rossalia, mengatakan bahwa kegiatan tersebut bertujuan mengenalkan sekaligus melestarikan budaya minum jamu sebagai bagian dari gaya hidup sehat masyarakat, khususnya generasi muda.

Menurutnya, peringatan Hari Jamu Nasional tidak sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum untuk mendorong kemandirian masyarakat dalam memanfaatkan tanaman obat keluarga (TOGA) yang dapat diolah menjadi minuman sehat dan berkhasiat.

“Jamu yang dimaksud bukan hanya jamu dengan rasa pahit. Banyak jenis jamu yang segar saat diminum, memiliki cita rasa yang enak, sekaligus memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh. Inilah yang ingin kami kenalkan kepada masyarakat agar terbiasa mengonsumsi jamu dari tanaman TOGA yang ditanam sendiri maupun yang dijual di pasar tradisional,” ujarnya.

Arma menambahkan, jamu Indonesia kini telah mendapat pengakuan dunia setelah ditetapkan oleh UNESCO pada tahun 2023 sebagai Warisan Budaya Takbenda. Pengakuan tersebut menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk mengembangkan industri obat bahan alam (OBA) hingga menembus pasar ekspor.

“Sebagai negara yang kaya akan sumber daya alam dan tradisi pengobatan herbal, kita harus menjadi yang terdepan dalam melestarikan sekaligus memanfaatkan warisan budaya ini,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pasuruan, Mella Rusdi, menegaskan pentingnya membiasakan konsumsi jamu dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, jamu merupakan salah satu cara alami untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan imunitas tubuh.

Ia berharap budaya minum jamu dapat terus diwariskan kepada generasi muda sebagai bagian dari upaya mencetak Generasi Emas Indonesia 2045 yang sehat, kuat, dan produktif.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pasuruan, drg. Merita Rusdi Sutejo, juga menunjukkan antusiasmenya terhadap berbagai olahan jamu tradisional, salah satunya minuman sinom yang dikenal memiliki rasa segar dan manfaat kesehatan.

“Senang sekali bisa mengetahui cara membuat sinom yang segar, menyehatkan, dan tetap memiliki khasiat untuk tubuh,” ungkapnya.

Menurut Merita, minat generasi muda terhadap jamu saat ini masih kalah dibandingkan tren minuman modern seperti kopi maupun minuman boba. Padahal, jamu memiliki manfaat yang jauh lebih baik untuk menjaga kebugaran tubuh dan meningkatkan daya tahan tubuh secara alami.

“Masih perlu edukasi yang lebih luas agar anak-anak muda tidak ragu menjadikan jamu sebagai bagian dari gaya hidup sehat mereka,” katanya.

Di hadapan seluruh peserta dan tamu undangan, istri Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo tersebut mengajak masyarakat untuk lebih mencintai produk herbal tradisional Indonesia.

“Mari menjamu masa depan dengan jamu. Mari kita terus hidup sehat melalui budaya minum jamu, melestarikan kearifan lokal, serta bangga menggunakan produk nusantara,” pungkasnya.

Horee.. Empat Ekor Anak Harimau Sumatra Lahir di Taman Safari Prigen, Bukti TSI Prigen Berhasil dalam Program Konservasi Satwa Langkah



Pasuruan, suarakpkcyber.com - Taman Safari Indonesia II Prigen bersama Lembaga konservasi Prigen Pasuruan kembali berhasil mencatat keberhasilan program konservasi satwa langka yakni dengan kelahiran empat ekor anak harimau Sumatra.

Anak harimau itu dari pasangan indukan jantan Praja dan betina Dini, dengan komposisi anak tiga jantan satu betina, ini kelahiran yang kedua oleh induk betina Dini.  

Saat ini koleksi harimau Sumatra di TSI Prigen ada 8 ekor harimau. Hal ini menunjukkan keberhasilan bahwa pengelolaan satwa dan program breending konservasi di TSI Prigen yang berkelanjutan dengan satwa satwa langka yang dimiliki lainnya.

drh. Bongot Huaso Mulai Vice Presiden Life Sciences TSI Grup menyampaikan bahwa kelahiran harimau Sumatra merupakan kado istimewa Taman Safari Prigen.

" Dengan kelahiran ini merupakan kado istimewa bisa kembali melakukan breending harimau Sumatra asli Indonesia yang mulai terancam punah dan langka. Dan saat ini keberadaan harimau Sumatra di TSI Prigen bukan untuk pengunjung, sekarang diutamakan untuk meningkatkan populasi secara global dan regional"  jelasnya, rabu (03/06/2026).

Harimau Sumatra merupakan subspesies yang dimiliki Indonesia yang terakhir, saat ini berstatus Critically Endangered ( kritis) yang berdasarkan daftar merah IUCN. Karena populasinya yang sering mendapatkan ancaman di alam liar.

" Populasinya di alam terus mendapatkan ancaman populasinya, seperti konflik antara manusia dan satwa, perburuan ilegal, kehilangan habitat satwa. Pada saat ini perburuan harimau Sumatra sangat besar yang dilakukan perburuan ilegal sehingga habitatnya hampir punah" tambahnya.

Sebab itulah kelahiran harimau Sumatra menjadi harapan baru bagi kelestarian spesis, hal ini merupakan pencapaian yang sangat penting dalam hal konservasi, ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga keberlangsungan ekosistem hutan Indonesia sebagai habitat alami harimau Sumatra.

Dalam konservasi ini perlu dukungan dari seluruh pihak agar konservasi ini berhasil terutama dukungan dari masyarakat, pemerintah, dan dunia pendidikan.

Dengan adanya momentum kelahiran Bayi Harimau Sumatra ini Taman Safari Indonesia II Prigen mengajak masyarakat untuk semakin peduli terhadap pelestarian satwa liar terutama satwa yang langkah dengan populasinya yang semakin menurun. (Usj)

Dukung Asta Cita Presiden, Polsek Puspo Panen Jagung Bersama Petani

 


PASURUAN, suarakpkcyber.com – Polsek Puspo bersama Tim Pembina Gugus Tugas Ketahanan Pangan Polri Polres Pasuruan, penyuluh pertanian lapangan (PPL), dan kelompok tani melaksanakan panen jagung Kuartal II di Dusun Punjul, Desa Puspo, Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan, Selasa (2/6/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi program Asta Cita Presiden Republik Indonesia di bidang ketahanan pangan tahun 2026.

Panen dilakukan di lahan produktif seluas kurang lebih 500 meter persegi yang dikelola oleh petani setempat, Ngatiman. Kegiatan ini melibatkan unsur Polri, pemerintah kecamatan, PPL, gabungan kelompok tani (Gapoktan), dan masyarakat setempat sebagai bentuk sinergi dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Kapolsek Puspo AKP Johanes Hardiono, S.H., mengatakan bahwa keterlibatan Polri dalam sektor pertanian merupakan salah satu upaya nyata mendukung program pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan.

“Panen jagung ini merupakan bentuk dukungan kami terhadap program Asta Cita Presiden di bidang ketahanan pangan. Melalui sinergi antara Polri, pemerintah, dan petani, kami berharap produktivitas pertanian terus meningkat sehingga mampu memperkuat ketahanan pangan masyarakat,” ujar AKP Johanes Hardiono.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kasubbag Binkar Polres Pasuruan AKP Endah Dwi selaku Tim Pembina Gugus Tugas Ketahanan Pangan Polri Polres Pasuruan, Sekretaris Kecamatan Puspo Suparjana, perwakilan Koramil Puspo Sertu Zaki, Bhabinkamtibmas Bripka Steven, Koordinator PPL Kecamatan Puspo Titik, PPL Desa Puspo Lia, Gapoktan Rukun Maju Puspo, serta kelompok tani setempat.

Sebelum panen dilaksanakan, Polsek Puspo bersama PPL dan kelompok tani terlebih dahulu menggelar rapat koordinasi untuk menentukan jadwal pelaksanaan panen. Selanjutnya, kegiatan panen diawali dengan petik jagung secara simbolis oleh PPL Kecamatan Puspo dan dilanjutkan dengan pemanenan bersama oleh personel Polri, anggota Gapoktan, serta warga Dusun Punjul.

Usai panen, hasil jagung dipilah untuk menentukan kualitas yang layak menjalani proses pengeringan sebelum disimpan di lumbung kelompok tani. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar hingga selesai pada pukul 14.00 WIB.

AKP Johanes Hardiono menambahkan bahwa Polri akan terus mendukung berbagai program pemberdayaan petani dan pemanfaatan lahan produktif sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Kami berharap kolaborasi yang telah terjalin ini dapat terus ditingkatkan sehingga mampu memberikan manfaat nyata bagi petani dan masyarakat luas,” pungkasnya. (Usj)

Pantau Lahan Jagung Petani, Polres Pasuruan Kawal Sukses Swasembada Pangan

Pasuruan,suarakpkcyber.com,– Polres Pasuruan melakukan kegiatan pemantauan lahan jagung milik petani di Desa Tampung, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan

Polres Pasuruan ingin memastikan program swasembada pangan berjalan secara optimal di tingkat desa hingga langkah pendampingan dan pengecekan secara berkala rutin dilakukan.

Pemantauan tersebut dilakukan oleh Kasat Binmas Polres Pasuruan bersama sejumlah pihak terkait dengan meninjau langsung kondisi tanaman jagung yang dikelola kelompok tani setempat. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pengawasan sekaligus pendampingan terhadap sektor pertanian sebagai salah satu penopang ketahanan pangan nasional.

Kegiatan tersebut merupakan hasil sinergi antara Polres Pasuruan, PT Syngenta Seeds Indonesia, PT Yanmar, Pemerintah Desa Tampung, serta kelompok tani Desa Tampung. Kolaborasi lintas sektor ini diarahkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian melalui penggunaan benih unggul, pemanfaatan teknologi pertanian, serta pendampingan berkelanjutan kepada para petani.

Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono mengatakan bahwa keterlibatan Polri dalam program ketahanan pangan merupakan bentuk dukungan nyata terhadap upaya pemerintah mewujudkan swasembada pangan nasional.

"Polri siap mendukung program ketahanan pangan melalui sinergi dengan seluruh stakeholder dan masyarakat. Kami berharap produktivitas pertanian terus meningkat sehingga mampu mendukung terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan," ujar AKBP Harto Agung Cahyono.

Menurutnya, keberhasilan program swasembada pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk petani, dunia usaha, dan aparat negara.

Melalui kegiatan pemantauan ini, diharapkan terjalin kerja sama yang semakin kuat antara seluruh pihak terkait dalam mendukung peningkatan hasil pertanian, memperkuat kesejahteraan petani, serta mewujudkan ketahanan pangan nasional yang tangguh dan berkelanjutan.(Usj/Adf)

Hari Lahir Pancasila 2026, Ketua DPRD Pasuruan Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Semangat Gotong Royong

 

Pasuruan,suarakpkcyber.com,– Peringatan Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni 2026 menjadi momentum penting bagi seluruh elemen masyarakat untuk kembali meneguhkan komitmen terhadap nilai-nilai kebangsaan. Melalui upacara yang digelar Pemerintah Kabupaten Pasuruan di halaman Kantor Bupati Pasuruan, Senin (1/6/2026), semangat persatuan dan gotong royong kembali digaungkan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa.

Upacara berlangsung khidmat dengan dipimpin langsung oleh Komandan Kodim 0819 Pasuruan, Letkol Inf Boga Bramiko. Kegiatan tersebut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Samsul Hidayat, Sekretaris Daerah Kabupaten Pasuruan Yudha Triwidya Sasongko, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala perangkat daerah, TNI-Polri, serta berbagai unsur masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Dandim 0819 Pasuruan membacakan amanat tertulis Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Yudian Wahyudi. Tema yang diangkat tahun ini, “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, menegaskan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tetap relevan sebagai pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara, sekaligus menjadi inspirasi dalam menciptakan perdamaian di tingkat global.

Secara terpisah, Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Samsul Hidayat menyampaikan bahwa Hari Lahir Pancasila bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momen refleksi bagi seluruh masyarakat untuk memperkuat persatuan dalam menghadapi berbagai dinamika dan tantangan zaman.

Menurutnya, kondisi global saat ini masih dibayangi ketidakpastian ekonomi, konflik geopolitik di berbagai kawasan dunia, perubahan iklim, hingga fluktuasi harga komoditas yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Tantangan tersebut menuntut bangsa Indonesia untuk terus menjaga soliditas dan memperkuat ketahanan nasional.

“Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila harus terus menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Persatuan, kebersamaan, dan gotong royong merupakan modal utama untuk menghadapi berbagai tantangan yang ada,” ujarnya.

Samsul menambahkan, di tingkat nasional pemerintah dan seluruh komponen bangsa saat ini terus berupaya menjaga stabilitas ekonomi, memperkuat daya saing daerah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memastikan demokrasi berjalan secara sehat dan bermartabat.

Sementara itu, di Kabupaten Pasuruan sendiri masih terdapat sejumlah tantangan pembangunan yang membutuhkan dukungan dan kolaborasi seluruh pihak. Mulai dari penguatan ekonomi kerakyatan, peningkatan kualitas pelayanan publik, penanganan banjir, pelestarian lingkungan hidup, hingga pemerataan pembangunan di berbagai wilayah.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah semata, melainkan memerlukan partisipasi aktif masyarakat, dunia usaha, akademisi, serta seluruh pemangku kepentingan.

“Pancasila mengajarkan bahwa perbedaan bukanlah sesuatu yang memecah belah. Justru keberagaman adalah kekuatan besar yang harus dirawat untuk membangun daerah dan bangsa yang lebih maju,” tegasnya.

Lebih lanjut, Samsul mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Pasuruan untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Musyawarah, dan Keadilan Sosial dinilai menjadi fondasi penting dalam mewujudkan masyarakat yang harmonis, sejahtera, dan berkeadilan.

Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 ini, diharapkan semangat kebangsaan semakin mengakar di tengah masyarakat, sehingga mampu menjadi energi positif dalam menjaga persatuan serta mendukung percepatan pembangunan di Kabupaten Pasuruan dan Indonesia secara keseluruhan.(Usj/Adf)

Talang Irigasi Belum Diperbaiki, Puluhan Petani di Gempol Pilih Kosongkan Sawah

Pasuruan,suarakpkcyber.com,– Kekecewaan terhadap lambannya penanganan infrastruktur pertanian membuat puluhan petani di Dusun Sumberpandan, Desa Bulusari, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, memilih tidak menanam padi pada musim tanam kali ini. Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk protes sekaligus langkah antisipasi agar tidak kembali mengalami kerugian akibat gagal panen.

Para petani mengaku masih terdampak kerusakan talang air irigasi yang ambrol diterjang banjir pada 4 November 2025 lalu. Hingga memasuki pertengahan tahun 2026, bangunan yang menjadi sumber pengairan bagi puluhan hektare sawah tersebut belum juga mendapat perbaikan permanen.

Akibat kondisi tersebut, pasokan air ke lahan pertanian menjadi tidak optimal. Ditambah lagi, petani harus menghadapi ancaman serangan hama tikus yang dalam beberapa musim terakhir menyebabkan hasil panen menurun drastis.

Kepala Dusun Sumberpandan, Bambang Yuanto, mengatakan masyarakat sebenarnya berharap proses perbaikan segera dilakukan sesuai rencana yang pernah disampaikan. Namun hingga kini belum terlihat adanya aktivitas pembangunan di lokasi talang yang rusak.

“Informasi yang kami terima, talang irigasi yang rusak akibat bencana itu rencananya akan dibangun pada Juni 2026. Namun sampai sekarang belum ada tanda-tanda pekerjaan dimulai,” ujar Bambang saat ditemui, Senin (1/6/2026).

Menurutnya, ketidakjelasan waktu perbaikan membuat banyak petani memilih menunda masa tanam. Mereka khawatir biaya produksi yang dikeluarkan tidak sebanding dengan hasil yang diperoleh apabila pasokan air tetap tidak mencukupi.

Lahan pertanian yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 25 hektare. Sebagian besar warga setempat menggantungkan mata pencaharian dari sektor pertanian padi sehingga kerusakan talang irigasi sangat berpengaruh terhadap kondisi ekonomi masyarakat.

Salah seorang petani, Poniti, mengaku trauma dengan kerugian yang pernah dialami akibat hasil panen yang tidak maksimal. Menurutnya, biaya pengolahan lahan, pembelian benih, pupuk, hingga perawatan tanaman cukup besar, sementara hasil yang diperoleh jauh dari harapan.

“Dulu kami tetap menanam padi, tetapi hasilnya sangat jelek dan tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan. Kerugiannya mencapai ratusan ribu rupiah,” ungkapnya dengan nada kecewa.

Para petani berharap pemerintah segera turun tangan untuk mempercepat perbaikan talang irigasi yang rusak. Mereka menilai keberadaan saluran tersebut sangat vital karena menjadi penopang utama pengairan sawah di wilayah Sumberpandan.

Jika perbaikan terus tertunda, warga khawatir semakin banyak lahan pertanian yang tidak produktif. Selain mengancam pendapatan petani, kondisi tersebut juga berpotensi memengaruhi produksi pangan di wilayah Kecamatan Gempol.

Masyarakat berharap janji pembangunan yang sebelumnya disampaikan dapat segera direalisasikan, sehingga petani kembali memiliki kepastian untuk mengolah sawah dan meningkatkan hasil pertanian mereka. Dengan pulihnya jaringan irigasi, roda perekonomian warga yang selama ini bergantung pada sektor pertanian diharapkan dapat kembali bergerak normal.(Usj)


Polisi Turun ke Kebun Bawang Prei, Dorong Warga Aktif Bertanam untuk Ketahanan Pangan

 



Pasuruan, suarakpkcyber.com - Upaya memperkuat ketahanan pangan terus dilakukan jajaran Polsek Nongkojajar. Melalui Bhabinkamtibmas Desa Ngadirejo, AIPTU Wahyudi, polisi turun langsung ke kebun bawang prei milik warga untuk memberikan pendampingan sekaligus mendorong masyarakat aktif bertanam,

Kegiatan yang berlangsung di lahan Program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) Desa Ngadirejo, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan tersebut dilakukan dengan meninjau perkembangan tanaman bawang prei yang dibudidayakan warga sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.

Selain memantau kondisi tanaman, AIPTU Wahyudi juga berdialog dengan warga dan memberikan motivasi agar pemanfaatan lahan produktif terus ditingkatkan. Langkah tersebut diharapkan mampu mendorong kemandirian pangan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga.

Kapolsek Nongkojajar AKP Budi Luhur Sedjati mengatakan keterlibatan Bhabinkamtibmas dalam kegiatan pertanian merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program pemerintah di bidang ketahanan pangan.

"Kami terus mendorong warga untuk aktif bertanam sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional," tegas AKP Budi Luhur Sedjati.

Menurutnya, pemanfaatan pekarangan maupun lahan pertanian untuk menanam komoditas pangan dapat memberikan manfaat ganda, yakni memenuhi kebutuhan rumah tangga sekaligus membantu menjaga ketersediaan pangan di daerah.

Melalui kegiatan pendampingan tersebut, Polsek Nongkojajar berharap partisipasi masyarakat dalam mengembangkan sektor pertanian semakin meningkat sehingga program ketahanan pangan dapat berjalan secara berkelanjutan. (Usj)

Dukung Program Ketahanan Pangan Presiden, Polres Pasuruan Bersama SMKN 1 Purwosari Kembangkan Budidaya Uwi Ungu

Pasuruan,suarakpkcyber.com,– Mendukung program ketahanan pangan nasional yang menjadi prioritas Presiden RI, Polres Pasuruan menggandeng SMKN 1 Purwosari mengembangkan budidaya uwi ungu sebagai komoditas pangan lokal unggulan.

Kolaborasi ini menjadi bentuk nyata sinergitas antara institusi kepolisian dan dunia pendidikan. Fokusnya adalah pemanfaatan sumber daya lokal, optimalisasi lahan produktif, serta pemberdayaan generasi muda di bidang pertanian.

Uwi ungu dipilih karena potensinya sebagai sumber pangan alternatif yang kaya manfaat. Umbi lokal ini mengandung karbohidrat, serat, antioksidan, dan vitamin yang baik bagi kesehatan. Budidaya uwi ungu juga dinilai strategis untuk mendorong diversifikasi pangan dan mengurangi ketergantungan pada komoditas utama seperti beras dan jagung.

Melalui program ini, siswa SMKN 1 Purwosari mendapat pembelajaran langsung tentang teknik budidaya, pengelolaan hasil panen, hingga inovasi agribisnis. Mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik di lapangan sehingga memiliki keterampilan yang siap pakai.

Kapolres Pasuruan melalui Kasi Humas menyampaikan bahwa langkah ini selaras dengan arahan Presiden RI untuk memperkuat ketahanan pangan dari tingkat daerah. Selain bernilai gizi, uwi ungu juga memiliki peluang ekonomi melalui pengolahan produk turunan yang bernilai jual tinggi.

Sinergi Polres Pasuruan dan SMKN 1 Purwosari ini diharapkan mampu membangun kesadaran pentingnya ketahanan pangan sejak dini. Pemanfaatan pangan lokal yang sehat, bergizi, dan berkelanjutan dinilai menjadi kunci untuk mewujudkan kemandirian pangan nasional serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Pasuruan.(Usj)

Kajati Papua Lantik 20 Pejabat Fungsional

 


Papua, suarakpkcyber.com _ Kepala Kejaksaan Tinggi Papua, Dr. Jefferdian memimpin Upacara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji Pegawai Negeri Sipil serta Pejabat Fungsional di lingkungan Kejaksaan Tinggi Papua pada Jumat, 29 Mei 2026 belum lama ini. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Sasana Karya Adhyaksa Kejati Papua dan diikuti oleh para Asisten serta seluruh pegawai Kejati Papua.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 20 orang dilantik dan diambil sumpah/janjinya, yang terdiri dari 18 orang pejabat fungsional dan 2 orang pengawal tahanan.

Dalam sambutannya, Kajati Papua menegaskan bahwa para pegawai yang telah resmi menjadi Pegawai Negeri Sipil harus mampu mengubah pola pikir dan meningkatkan tanggung jawab sebagai aparatur penegak hukum. Kajati Papua juga mengingatkan agar sebagai insan Adhyaksa tidak menunjukkan gaya hidup berlebihan atau melakukan flexing yang dapat mencoreng citra institusi.

Selain itu, Kajati Papua menyampaikan pentingnya setiap pegawai memiliki personal branding yang positif melalui integritas, profesionalisme, kedisiplinan, serta etos kerja yang baik dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Mengakhiri sambutannya, Kajati Papua menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada seluruh pegawai yang telah dilantik serta menitipkan salam hormat untuk keluarga yang senantiasa memberikan dukungan.(dedi)

Tak Hanya Jaga Kamtibmas, Bhabinkamtibmas di Tutur Ikut Rawat Ladang Jagung Warga

 


Pasuruan, suarakpkcyber.com – Tugas Bhabinkamtibmas tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Di Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, Bhabinkamtibmas bahkan turut turun ke ladang untuk mendampingi warga dalam mengembangkan tanaman jagung sebagai upaya mendukung ketahanan pangan nasional.

Hal itu terlihat saat Bhabinkamtibmas Desa Sumberpitu, Aiptu Bayu Susanto, melakukan sambang dan pemantauan lahan tanaman jagung di Desa Sumberpitu, Kecamatan Tutur, Jumat (29/5/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) sekaligus implementasi program Asta Cita Presiden Republik Indonesia di bidang ketahanan pangan.

Dalam kunjungannya, Aiptu Bayu meninjau kondisi tanaman jagung milik warga serta memberikan motivasi agar masyarakat terus memanfaatkan lahan yang dimiliki untuk menanam komoditas pangan.

Kapolsek Nongkojajar AKP Budi Luhur Sedjati mengatakan bahwa peran Bhabinkamtibmas saat ini tidak hanya terbatas pada pembinaan keamanan masyarakat, tetapi juga mendukung berbagai program pemerintah yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat, termasuk ketahanan pangan.

"Melalui kegiatan pendampingan ini, kami ingin memastikan masyarakat tetap semangat memanfaatkan lahan pertanian maupun pekarangan untuk menanam komoditas pangan. Ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama dan Polri hadir untuk mendukung upaya tersebut," ujar AKP Budi Luhur Sedjati.

Menurutnya, pemanfaatan lahan yang produktif akan membantu menjaga ketersediaan bahan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, personel Bhabinkamtibmas secara aktif melakukan pemantauan dan memberikan pendampingan kepada warga di wilayah binaannya.

Selain mengecek perkembangan tanaman jagung, petugas juga mengajak masyarakat untuk terus berpartisipasi dalam budidaya tanaman pangan guna mendukung program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan pemerintah.

Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono menegaskan bahwa Polri akan terus mendukung berbagai program yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, termasuk sektor pertanian dan ketahanan pangan.

"Apa yang dilakukan anggota sesuai dengan program Presiden RI, semangat dan lanjutkan" kata AKBP Harto Agung Cahyono.

Kegiatan pemantauan lahan jagung tersebut berlangsung aman, lancar, dan mendapat respons positif dari masyarakat setempat.

Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah para petani diharapkan mampu menumbuhkan semangat gotong royong dalam menjaga ketahanan pangan, khususnya di wilayah Kecamatan Tutur. (Usj)

Momen Idul Adha Sebagai Sarana Siswa-Siswi SDN 1 Bulusari Tingkatkan Pendidikan Karakter


Pasuruan,suarakpkcyber.com - SDN 1 Bulusari Gempol di penuhi ratusan siswa/siswi serta para guru pada Jum’at Pagi (29/05/2026), para siswa tersebut menggunakan seragam Islamiyah untuk mengkuti kegiatan istighosah salah satu kegiatan wajib yang di laksanakan setiap seminggu sekali.

Namun kagiatan kali ini sedikit berbeda, dimana setelah ratusan siswa membaca istighosah dan doa bersama mereka tidak langsung masuk kelas untu proses belajar tapi di ajak makan bersama dengan menu sate gule daging qurban yang di siapkan oleh pihak sekolah,

“ sengaja para siswa /siswi kita ajak makan hewan qurban bersama dengan para guru momentum hari raya Idul Adha ini , ini bukan sekedar kegiatan makan makan semata tapi juga menanamkan Pendidikan karekter yakni membangun kebersamaan dan ukhuwah” Jelas kepala sekolah komisi sekolah SDN1 Bulusari Abdurrohaman .

Ada beberapa point penting sasaran kegiatan tersebut di antaranya melatih anak anak didik nilai keiklasan karena Qurban merupakan simbol ketaatan Nabi Ibrahim. Anak diajak lihat langsung prosesnya, dari penyembelihan tujuannya ujuannya agar mereka paham qurban bukan cuma"dapat daging gratis", tapi bentuk syukur dan berbagi rezeki karena Allah.

Juga melatih empati dan kepedulian sosial karena yang ikut kegiatan tersebut bukan siswa dari keluarga mampu,tapi anak anak dari keluarga kurang mampu bisa duduk bareng temannya yang kurang mampu, 

Juga pembelajaran Edukasi adab dan budi pekerja,dimana mereka membaca baca doa bersama sama dengan di pimpin oleh wali kelas

“kami atas nama ketua komite SDI Bulusari mengucapkan terima kasih kepada H Rochmawan yang setiap tahun memberikan satu sapi qurban, Hj Nafifah satu Kambing,Hj Nita satu Kambing,semoga bantuan ini di barengi keberkahan dan mereka di beri rejeki yang lebih baik lagi” Jelas Habibie selaku ketua komite. (Usj)