Pasuruan, suarakpkcyber.com - Bimbingan tekhnik (Bimtek) tahap II yang di selenggarakan oleh Kementan untuk mengatasi keluhan petani buah mangga yang mengalami permasalahan penyakit lalat buah, khususnya petani mangga putar Desa Wonokerto, Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan, Jumat (06/11/2026).
Permasalahan yang dialami petani buah mangga di daerah Desa Wonokerto ini membuat Kementan oleh BRMP Jawa Timur melalui program Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment (ICARE) dengan melaksanakan Bimbingan tehnik (Bimtek) kegiatan ini bertajuk "Teknologi Pengendalian Hayati Lalat Buah Untuk Mendukung Produksi Mangga Berkelanjutan".
Bimtek tersebut dihadiri oleh petani mangga kurang lebih 100 peserta yang sangat antusias dalam mengikutinya. Selain itu dihadiri oleh para ahli di bidang tanaman yakni Bapak Hery Prabowo, Dr.Cipto Nugroho,S.Si,Ir Handoko,M.Sc sekaligus Narasumber serta Kepala Desa Wonokerto sekaligus Ketua Koperasi, Sugiono S.Pd, anggota Koperasi Mangga Gadung Berkat ORWET.
Pada Bimtek tersebut selain sharing dan tanya jawab juga melakukan dukungan kepada para petani terutama dalam penanganan apabila terjadi gangguan penyakit lalat buah dan ilmu pertanian lainnya.
Tujuan dari bimtek ini selain untuk memberikan solusi para petani dalam menanggulangi permasalahan lalat buah pada waktu musim buah. Selain itu agar petani dapat menghasilkan buah yang berkualitas baik dan bermutu sehingga dapat menaikkan omset dan perekonomian terutama petani mangga putar.
" Kami mengadakan Bimtek dengan tujuan meningkatkan pengetahuan , ketrampilan dan kemampuan petani mangga dalam mengendalikan serangan hama lalat buah secara ramah lingkungan, efektif efesien dan berkelanjutan, untuk meningkatkan produksi dan kualitas untuk meningkatkan daya saing mangga Pasuruan baik itu pasar domistik dan ekspor" jelas dr. Cipto Nugroho salah satu narasumber.
Disamping tujuan utama juga ada tujuan khusus yang dijabarkan dalam 3 Aspek diantaranya Aspek pengetahuan agar para petani memahami siklus hidup dan prilaku lalat buah ( Bactrocera DPP). Mengedukasi petani cara identifikasi gejala serangan lalat buah sejak dini serta Memperkenalkan teknologi pengendalian terbaru yang direkomendasikan Kementan.
Aspek Keterampilan (Skill) yaitu melatih petani cara membuat dan merangsang perangkat atraktan Metil Eugenol (ME) yang benar, melatih teknik sanitasi kebun dan pengumpulan buah jatuh busuk untuk dimusnakan agar tidak menjadi sumber lalat buah. Meltih tehnik pembungkusan buah dan penyetoran insektisida nabati yang aman.
Sedangkan Aspek Ekonomi untuk menurunkan tingkat kerusakan buat akibat lalat buah dari 40 persen menjadi dibawa 10 persen. Meningkatkan kualitas buah agar memenuhi standar ekspor (bebas residu pestisida dan bebas larva lalat buah). Meningkatkan pendapatan petani mangga karena harga mangga kualitas eksport tiga kali lipat lebih mahal, pungkasnya.
Dikesempatan yang sama Kepala Desa Wonokerto, Kecamatan Sukorejo, Sugiono menyampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada Kementan.
" Kami mendapatkan kehormatan yang sangat besar dan di tempati Bimtek oleh Kementerian Pertanian (Kementan)" ujarnya.
Selain itu beliau juga berpesan agar ilmu yang didapatkan dalam bimtek ini agar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
" Saya berpesan kepada Bapak Ibu petani mangga agar ilmu yang di dapat dalam Bimtek di praktekkan dan saya berkomitmen untuk menjadikan Desa Wonokerto ini sebagai Desa percontohan Bebas Lalat Buah di Kabupaten Pasuruan" ujarnya. (Usj)

