Tag Label

Kepolisian (3836) daerah (1049) Pemerintahan (565) Jurnalistik (437) Demontrasi (84) Lintas Opini (75) DPRD (71) Desa (62) RSUD (45) Iklan (34) Kebakaran (34) KPU (30) Mahasiswa (11) DPRD kota pasuruan (8) PDAM (5) Desperindag (4) DPR RI (2)

Tranding Topic

Sidak Proyek KMP Sebani, FKPPI Temukan Dugaan Tak Sesuai Spek

  Pasuruan, suarakpkcyber.com — Generasi Muda (FKPPI) Pasuruan melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap proyek pembangunan Koperasi Mera...

Headline NewsLihat Semuanya

Sidak Proyek KMP Sebani, FKPPI Temukan Dugaan Tak Sesuai Spek

 


Pasuruan, suarakpkcyber.com — Generasi Muda (FKPPI) Pasuruan melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap proyek pembangunan Koperasi Merah Putih (KMP) di Kelurahan Sebani, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, Selasa (8/4/2026).


Dalam sidak tersebut, GM FKPPI Pasuruan menemukan sejumlah dugaan ketidaksesuaian spesifikasi pekerjaan di lokasi proyek, di antaranya tidak adanya molen serta tidak ditemukannya papan nama proyek.


Ketua GM FKPPI Pasuruan, Ayik Suhaya, menyampaikan bahwa sidak dilakukan sebagai bentuk pengawalan terhadap proyek pemerintah agar berjalan sesuai ketentuan. Ia juga mengutip pesan Presiden Prabowo Subianto terkait komitmen pemberantasan korupsi.


"Pak Prabowo pesen untuk berkomitmen memberantas korupsi seakar-akarnya," ujar Ayik.


"Pak Prabowo juga mengatakan proyek dari pusat yang ke daerah harus di kawal," tambahnya.


Ia juga menyoroti tidak adanya papan nama proyek yang dinilai bertentangan dengan ketentuan keterbukaan informasi publik.


"Kenapa KMP Sebani ini tidak sesuai dengan spek, tidak ada molennya, kemudian harusnya di kasih papan nama, UU Keterbukaan Informasi Publik No. 14 Tahun 2008 mengatakan papan nama proyek pemerintah itu wajib hukumnya, termasuk kita ingin tahu apakah ada SPK nya," ujarnya.


Sementara itu, pelaksana kerja, Salman, menjelaskan bahwa dirinya hanya mengerjakan bagian bawah proyek dan tidak ada Rencana Anggaran Biaya (RAB).


"Saya di sini cuma ngerjakan bawah dan tidak ada RAB, gimana saya bisa ada papan nama, papan nama itu dari bawah sampai atas," kata Salman.


Terkait Surat Perintah Kerja (SPK), Salman menyebut dirinya tidak menerimanya.


"Saya tidak dapat SPK, saya dapat proyek dari Pak Arya, saya pernah datang ke Pak Dandim dan sama Pak Dandim saya di arahkan langsung ke Pak Arya," ujarnya.


Ia juga menyampaikan nilai pekerjaan yang dikerjakannya.


"Nilai projek saya senilai 285 juta, gimana saya pakai moleh kan saya juga butuh untung, saya proyeknya sipil saja sama bawah kalau bawah saya pakai molen."


Menanggapi hal tersebut, Ayik kembali menjelaskan bahwa total nilai proyek KMP tersebut mencapai Rp1,1 miliar yang bersumber dari Agrinas. Ia juga menyoroti adanya pembagian pekerjaan dalam proyek tersebut.


"Perlu ditegaskan ya, proyek tentang KMP ini totalnya 1.1 milyar ini dari agrinas tapi kenapa bisa di sub kan kepada mas Salman 285 juta akhirnya begini ngecornya manual papan nama gak ada," kata Ayik. (Usj)

AGESI Asosiasi Guru Ekonomi Syariah Indonesia Gelar Seminar dan MUBES Ke-3. Prof Syafii Antonio beri Wejangan untuk Pendidik

 



Bogor, suarakpkcyber.com - Asosiasi Guru Ekonomi Syariah Indonesia (AGESI) kembali menggelar Seminar dan Musyawarah Besar (MUBES) ke-3 ,3 - 4 April 2026 di Universitas Tazkia ,Sentul Bogor ,yang diikuti oleh para pendidik dan praktisi ekonomi syariah dari berbagai daerah di Indonesia. Acara ini mengangkat tema penting, yaitu “Resiliensi Ekonomi Syariah Indonesia 2026: Transformasi Digital, Inklusi Keuangan, dan Perisai Moral Bangsa,” yang menjadi fokus utama dalam berbagai sesi diskusi dan presentasi.


Dalam seminar tersebut, Prof. Syafii Antonio, tokoh terkemuka di bidang ekonomi syariah, memberikan wejangan mendalam kepada para guru dan pendidik. Ia menekankan bahwa di era digital saat ini, transformasi teknologi harus dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat inklusi keuangan syariah, sehingga seluruh lapisan masyarakat dapat mengakses layanan keuangan yang sesuai dengan prinsip syariah.


“Guru harus punya Ijtihad kontemporer bukan sekedar transfer ilmu lama, karena buku fiqh klasik tidak cukup menjawab realitas modern ,” ujar Prof. Syafii Antonio dalam menanggapi isu isu di kelas terkini

Narasumber Prof Syafii Antonio 


Selain itu, seminar juga membahas pentingnya peran guru ekonomi syariah dalam membentuk karakter generasi muda yang tidak hanya cerdas secara ekonomi, tetapi juga berakhlak mulia dan berintegritas. Hal ini menjadi kunci dalam menjaga moral bangsa sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi syariah di Indonesia.


MUBES ke-3 AGESI juga menjadi ajang evaluasi dan perencanaan strategis untuk pengembangan pendidikan ekonomi syariah ke depan, termasuk inovasi metode pengajaran dan pemanfaatan teknologi digital dalam proses belajar mengajar.


Pembina AGESI, Bapak Aqiful Khoir serta ibu Yuli Rahayu mewakili Ustad Asnan Purba sebagai Ketua Dewan Pembina AGESI menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya acara ini. Ia menekankan pentingnya sinergi antara para guru ekonomi syariah dalam menghadapi dinamika ekonomi global dan tantangan digitalisasi. “Semoga AGESI terus menjadi garda terdepan dalam memperkuat pendidikan ekonomi syariah yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kokoh dalam nilai moral dan etika,” ujarnya.


Selain itu, dalam MUBES ini juga terpilih Presiden baru AGESI, Bapak Endang Nugraha Putra, S.E.I, periode 2026-2028,yang diharapkan dapat membawa organisasi ini ke arah yang lebih maju dan inovatif dalam mendukung pengembangan pendidikan ekonomi syariah di Indonesia.


Presiden AGESI terpilih menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta dan berharap hasil seminar dan MUBES ini dapat memperkuat sinergi para guru ekonomi syariah dalam mendukung kemajuan ekonomi syariah nasional,dan juga Terimakasih kepada pengurus yang lama terutama kepada ibu Indah Presiden agesi periode 2023 -2025 atas dedikasinya untuk membesarkan organisasi ini.


Acara ini tidak akan terlaksana tanpa dukungan dari para sponsor yang sangat berperan penting, yaitu Universitas Tazkia, Akirah, Bank Jakarta Syariah, KNEKS, Moria Fund, OJK, dan Mitra Edukasi Nusantara. AGESI mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan dan kerjasama yang telah diberikan demi suksesnya acara ini.


Acara ini menjadi momentum penting untuk memperkokoh jaringan pendidik ekonomi syariah dan memperluas dampak positif pendidikan berbasis syariah di Indonesia, khususnya dalam menghadapi tantangan ekonomi global di tahun 2026. (Ihw)

Jembatan Bendungan Kraton Alih Fungsi Pembuangan Sampah Liar, Pemerintah Desa Setempat Terkesan Tutup Mata

Pasuruan, suarakpkcyber.com - Jalan Nasional yang menghubungkan Wilayah Kraton dan Kota Pasuruan kini tampak kotor dan bau menyengat. Kini mulai beralih fungsi menjadi pembuangan sampah liar, tepatnya pinggir jembatan Bendungan Kecamatan Kraton Pasuruan.

Menurut pantauan awak media selasa (07/04/2026) siang, sampah yang kini nampak menggunung dan meluber hingga beberapa sampah masuk ke sungai yang mengakibatkan bau menyengat menusuk hidung para pengendara yang melintas melewati ruas jalan tersebut.

Saat dikonfirmasi awak Media Muklisin kasi Fungsional pengendali dampak lingkungan hidup , Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pasuruan mengatakan bahwa keadaan ini akibat rendah nya kesadaran masyarakat dan kurang nya peran aktif Pemerintah Desa dalam menangani pengelolaan sampah.

" Rendahnya kesadaran masyarakat menjadi tantangan serius dalam menangani masalah sampah, sampah itu bukan dari warga setempat melainkan warga yang melintasi jalan itu" ujarnya.

Beliau juga menambahkan bahwa Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pasuruan siap memberikan pendampingan bagi Desa yang berkomitmen membenahi masalah sampah agar tidak menimbulkan bau menyengat dan berdampak tidak sehat bagi lingkungan.

" Kalau mengenai sampah rumah tangga dari hulu sampai hilir saya rasa udah baik , sebaliknya jika di rumah tangga tidak ada pengelolaan sampah kedepan akan semakin sulit" ujarnya.

Sebelumnya pemerintah kabupaten Pasuruan Melalui Dinas Lingkungan Hidup sudah memfasilitasi dengan menyediakan Konterer sampah di lokasi tersebut. Ketidak kooperatifnya pemerintah Desa Kontener tersebut ditarik kembali.

" Kontener sampah sudah kami berikan, namun akhirnya ditarik kembali karen a pemerintah Desa dan masyarakat tidak di pergunakan secara optimal" ujarnya.

Mukhlisin juga menekankan pentingnya kepedulian Kepala Desa untuk menginisiasi pengelolaan sampah secara mandiri salah satunya dengan membentuk pengolahan sampah Reduce, Reuse dan Recycle (TPS3R) yang dapat dibiayai dari anggaran Desa setempat.


Jelang Big Match Arema vs Bonek, Polisi Rangkul Korwil Aremania Jalur Bromo untuk Cegah Konflik

Pasuruan,suarakpkcyber.com,– Satuan Binmas Polres Pasuruan menggelar koordinasi dan pembinaan bersama para koordinator wilayah (korwil) suporter Aremania Jalur Bromo sebagai langkah mitigasi guna menjaga keamanan dan ketertiban menjelang laga besar antara Arema FC dan Persebaya Surabaya (Bonek). Kegiatan ini berlangsung di Mapolsek Purwodadi, Senin (6/4/2026) sore.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Binmas Polres Pasuruan, AKP Sunarti, bersama Kapolsek Purwodadi AKP Mochammad Yusuf dan dihadiri sejumlah korwil suporter, di antaranya perwakilan Aremania Nongkojajar, Gerbo Fanatif, Zona Terong, hingga Aremania Jalur Bromo.

Dalam pertemuan tersebut, kepolisian mendorong seluruh elemen suporter untuk bersatu dalam satu wadah komunikasi resmi guna memudahkan koordinasi dengan aparat keamanan.

“Kami mengimbau agar seluruh korwil bisa masuk dalam satu wadah, yakni Aremania Jalur Bromo, sehingga komunikasi dengan pihak keamanan lebih mudah dan terarah,” ujar AKP Sunarti.

Selain itu, pihak kepolisian juga menyoroti maraknya provokasi melalui media sosial yang kerap memicu konflik antar suporter, termasuk ajakan tawuran di lokasi tertentu.

“Media sosial sering dijadikan sarana provokasi. Ini yang harus kita antisipasi bersama agar tidak terjadi bentrokan yang merugikan semua pihak,” tegasnya.

AKP Sunarti juga mengungkapkan bahwa konflik di tingkat akar rumput tidak sepenuhnya terjadi antara suporter utama, melainkan kerap dipicu oleh kelompok atau sekutu suporter tertentu.

“Pada dasarnya akar rumput Aremania dan Bonek tidak selalu bermasalah. Namun ada kelompok tertentu yang mengatasnamakan suporter dan justru memicu konflik,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, polisi juga memberikan sejumlah imbauan, di antaranya larangan mengonsumsi minuman keras dan narkoba saat menonton pertandingan, tidak melakukan tindakan main hakim sendiri, serta tidak mudah terprovokasi oleh kelompok lain, termasuk potensi gesekan dengan komunitas pencak silat.

Sementara itu, Kapolres Pasuruan, Harto Agung Cahyono, menegaskan pentingnya peran semua pihak dalam menjaga kondusivitas wilayah.

“Kami berharap seluruh elemen suporter dapat menahan diri dan bersama-sama menjaga situasi tetap aman dan kondusif,” ujarnya singkat.

Kegiatan koordinasi dan pembinaan tersebut berlangsung tertib, lancar, dan dalam situasi aman terkendali.(Usj)

Pengusaha Rongsokan di Purwosari Ditahan, Tersangka Penganiayaan yang Sebabkan Korban Cacat Kini Mendekam di Sel Tahanan


 Pasuruan,suarakpkcyber.com,– Aparat kepolisian dari Polsek Purwosari resmi menahan Subhan, seorang pengusaha rongsokan asal Desa Tejowangi, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan. Penahanan dilakukan setelah Subhan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan berat terhadap seorang pemuda bernama Firman.

Tersangka diamankan pada Senin (6/4/2026) usai menjalani pemeriksaan intensif selama kurang lebih dua jam oleh penyidik. Setelah proses pemeriksaan selesai, penyidik memutuskan untuk langsung melakukan penahanan terhadap yang bersangkutan.

Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Purwosari, Dodik Waluyo, menjelaskan bahwa langkah penahanan diambil karena tersangka dinilai tidak kooperatif selama proses penyidikan berlangsung.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan dan pertimbangan penyidik, tersangka S akhirnya dilakukan penahanan,” ujar Dodik kepada awak media.

Menurutnya, seluruh proses penanganan perkara tersebut telah dilakukan sesuai prosedur hukum yang berlaku. Penyidikan, kata dia, mengacu pada ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) serta peraturan yang mengatur tugas kepolisian.

Dodik juga menegaskan bahwa penetapan tersangka hingga penahanan terhadap Subhan tidak ada unsur kriminalisasi. Ia memastikan semua langkah hukum diambil berdasarkan bukti dan hasil penyelidikan yang telah dikumpulkan penyidik.

“Tidak ada kriminalisasi dalam perkara ini. Jika tersangka merasa keberatan atas penetapan statusnya, maka yang bersangkutan memiliki hak untuk mengajukan praperadilan guna menguji sah atau tidaknya penetapan tersangka,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa penanganan perkara tersebut kini telah dilimpahkan ke Polres Pasuruan. Seiring dengan itu, tersangka juga dipindahkan ke rumah tahanan milik Polres untuk menjalani proses hukum berikutnya.

“Kasus ini sudah diambil alih oleh Polres Pasuruan dan tersangka saat ini ditahan di sel tahanan Polres,” tambah Dodik.

Sementara itu, Kapolres Pasuruan Harto Agung Cahyono sebelumnya menegaskan bahwa pihaknya akan menangani perkara tersebut secara objektif dan profesional sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Ia memastikan tidak ada kepentingan tertentu dalam penanganan kasus tersebut. Siapapun yang terbukti melakukan pelanggaran hukum akan diproses sesuai prosedur.

“Kasus ini akan diproses secara objektif dan sesuai aturan. Siapa pun yang terlibat tetap harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum,” ujarnya.

Kasus ini sendiri bermula dari peristiwa pengeroyokan yang terjadi pada Selasa (27/1/2026) di kawasan Desa Tejowangi, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan. Saat itu dua remaja, Firman dan Daniel, diduga menjadi korban kekerasan setelah menonton hiburan sound horeg di wilayah tersebut.

Dalam insiden tersebut, Firman yang merupakan warga Dusun Pakem, Desa Martopuro, Kecamatan Purwosari, mengalami luka serius akibat sabetan senjata tajam di bagian kaki kiri dan tangan. Luka yang dideritanya cukup parah hingga menyebabkan cacat permanen.

Peristiwa tersebut sempat memicu perhatian masyarakat karena korban masih berusia muda dan mengalami dampak fisik jangka panjang akibat aksi kekerasan tersebut. Saat ini proses hukum terhadap tersangka terus berjalan di Polres Pasuruan.(Usj/Red)

Polres Pasuruan Takziah dan Berikan santunan untuk Korban Laka di Perlintasan Kereta


Pasuruan,suarakpkcyber.com,
– Satuan Pembinaan Masyarakat (Satbinmas) Polres Pasuruan melaksanakan takziah sekaligus membarikan santunan kepada keluarga korban kecelakaan di perlintasan kereta Senin (6/4/2026).

Kegiatan berlangsung sekitar pukul 11.30 WIB di rumah duka, Dusun Sobo RT 03/RW 06, Desa Wonokoyo, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan.

Korban diketahui bernama Alfidia Arofah (26), perempuan, warga Dusun Sobo, Desa Wonokoyo, Kecamatan Beji. Korban ditemukan meninggal dunia pada pukul 03.00 WIB di jalur rel kereta api petak Porong–Bangil Km 40+900, tepatnya di wilayah Desa Gununggangsir, Kecamatan Beji.

Korban meninggalkan seorang suami dan dua anak laki-laki yang masih berusia balita.

Kasat Binmas Polres Pasuruan, AKP Sunarti, menyampaikan bahwa kegiatan takziah ini merupakan bentuk empati sekaligus kepedulian Polri terhadap masyarakat yang sedang mengalami musibah.

“Kami hadir untuk memberikan dukungan moril kepada keluarga yang ditinggalkan, sekaligus menyalurkan bantuan sosial sebagai bentuk kepedulian kami,” ujar AKP Sunarti.

Ia juga menambahkan bahwa pihaknya mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar, termasuk memberikan perhatian kepada individu yang berpotensi mengalami tekanan psikologis.

“Kami mengajak masyarakat untuk saling peduli dan segera melaporkan apabila ada warga yang membutuhkan pendampingan atau perhatian khusus,” tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir sejumlah pejabat dan personel Polres Pasuruan, antara lain Kasat Samapta, Kasubbag Binkar Bag SDM, Kanit Bhabinkamtibmas, serta anggota Satbinmas.

Polres Pasuruan berharap kehadiran mereka dapat memberikan kekuatan bagi keluarga korban dalam menghadapi duka yang mendalam.(Usj)

Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo Meresmikan Rizky Sport Center, Dukung Pembibitan Atlet


Pasuruan, suarakpkcyber.com - Rizky Sport Center sebagai sarana olahraga bagi para atlet dengan standar nasional mendapatkan apresiasi oleh pemkab Pasuruan dan  diresmikan langsung oleh Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo. 

Bertempat di Dusun  Legupit Desa Karangrejo Kecamatan Gempol. Yang dihadiri oleh Bupati Pasuruan, Kapolres Pasuruan, Sekda Kabupaten Pasuruan, sekaligus pemilik Rizky Sport Center yakni H Rohmawan dan Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Wakil Ketua beserta beberapa Anggota DPRD, dan para undangan lainnya.

Tujuan berdirinya Rizky Sport Center di wilayah Pasuruan barat, sebagai penunjang kebutuhan para atlet-atlet untuk berlatih di lapangan yang sudah berstandar Nasional. Hal ini diharapkan dapat mencetak prestasi gemilang bagi kabupaten Pasuruan dalam hal olahraga.

Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo saat peresmian menyampaikan bahwa Pemkab Pasuruan mengucapkan terima kasih atas berdirinya Rizky Sport Center. 

" Saya ucapkan banyak terimakasih kepada Rizky Sport Center yang menjadi sarana olahraga di cabor yang saat ini menjadi idola, ujar Bupati disela sela peresmian, sabtu (04/04/2026).

Mas Rusdi berharap Rizkqi Sport Center dapat bekerjasama dengan Pemkab Pasuruan dalam meningkatkan atlet-atlet berprestasi dengan dukungan lapangan berkualitas. 

" Semoga nanti bisa bekerjasama dalam pusat latihan atlet-atlet yang ada, terutama atlet-atlet berprestasi untuk nama Kabupaten Pasuruan,” harap Mas Rusdi.



Selain itu H Rohmawan Selaku pemilik Rizky Sport Center menjelaskan bahwa berdirinya Rizky Sport Center ini menjadi wadah para atlet atlet untuk berlatih lebih baik dengan fasilitas dan lapangan yang berstandar Nasional.

" Saya melihat olahraga di Pasuruan barat dan sekitarnya sangat minim, sehingga timbul inisiatif untuk membuka tempat olahraga yang disukai warga, yaitu bulutangkis dan padel" jelasnya. 

Beliau juga menyampaikan bahwa Rizky sport center sebagai pusat olahraga yang terbuka untuk bekerjasama dengan para atlet di Kabupaten Pasuruan untuk berlatih dan sebagai ajang mencari bibit atlet olahraga yang handal.

" Kami support Pemkab Pasuruan untuk mencari para atlet agar berlatih disini" tutupnya. (Usj)

Gali Potensi Lokal, Disbudpar Pasuruan Gelar Kompetisi Storytelling di Wana Wisata Hutan Cempaka

Pasuruan,suarakpkcyber.com,– Upaya menggali potensi generasi kreatif sekaligus mempromosikan destinasi wisata daerah terus dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pasuruan. Salah satunya melalui ajang kompetisi bertajuk “Local Hero Guide Destination” yang mengangkat tema Destinasi Wisata Kabupaten Pasuruan.

Kegiatan ini dirancang sebagai wadah bagi masyarakat untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam bercerita sekaligus mempromosikan keindahan wisata daerah. Kompetisi tersebut terbuka bagi berbagai kalangan, mulai dari pelajar, pemandu wisata lokal, hingga para konten kreator yang aktif di media sosial.

Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah ingin mendorong lahirnya generasi yang mampu menjadi “pemandu wisata digital” yang kreatif dan komunikatif. Peserta ditantang untuk menyampaikan cerita menarik tentang destinasi wisata di Pasuruan dengan gaya yang informatif, menghibur, dan mampu menarik minat wisatawan.

Pada tahap awal, peserta diwajibkan membuat materi pembuka berupa foto atau video yang kemudian diunggah ke berbagai platform media sosial seperti Instagram, TikTok, Facebook, maupun YouTube. Cara ini diharapkan mampu menciptakan efek promosi yang lebih luas, karena konten yang dibuat peserta dapat menyebarkan pesona wisata Pasuruan secara organik melalui dunia digital.

Puncak kompetisi dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 4 April 2026, di kawasan wisata alam Wana Wisata Hutan Cempaka. Pada tahap final tersebut, para peserta akan tampil langsung membawakan live guiding atau storytelling dengan durasi maksimal tujuh menit di hadapan dewan juri.

Selain menjadi ajang adu kreativitas, kompetisi ini juga menyediakan total hadiah sebesar Rp1,5 juta bagi para pemenang. Namun lebih dari sekadar hadiah, kegiatan ini diharapkan menjadi panggung bagi putra-putri daerah untuk mengekspresikan kecintaan mereka terhadap Kabupaten Pasuruan melalui narasi wisata yang menarik.

Pihak penyelenggara berharap kompetisi ini mampu melahirkan talenta-talenta baru yang memiliki kemampuan komunikasi yang baik, memahami sejarah serta potensi wisata lokal, dan mampu memberikan pengalaman yang berkesan bagi para wisatawan. Dengan begitu, sektor pariwisata di Pasuruan diharapkan semakin berkembang dan memiliki daya saing yang kuat.

Pemilihan Wana Wisata Hutan Cempaka sebagai lokasi kegiatan juga dinilai tepat. Kawasan wisata ini dikenal memiliki suasana alam yang asri dengan rimbunnya pepohonan cempaka serta udara pegunungan yang sejuk. Keindahan alam tersebut menjadi latar yang inspiratif bagi para peserta dalam menyampaikan cerita tentang kekayaan wisata Pasuruan.

Dalam proses penilaian, dewan juri akan memperhatikan sejumlah aspek penting, mulai dari penguasaan materi, teknik storytelling, hingga kreativitas peserta dalam membawakan cerita. Selain itu, sikap ramah, etika komunikasi, serta penampilan juga menjadi bagian dari penilaian untuk menentukan siapa yang layak menyandang predikat Local Hero Guide Destination.

Melalui kegiatan ini, Disbudpar Pasuruan berharap semakin banyak masyarakat yang ikut terlibat dalam mempromosikan destinasi wisata daerah. Partisipasi aktif generasi muda dinilai menjadi kunci penting untuk memperkenalkan keindahan Pasuruan ke tingkat yang lebih luas.

Bagi masyarakat yang memiliki kemampuan berbicara di depan publik serta hobi menjelajahi destinasi wisata lokal, kesempatan ini terbuka lebar. Pendaftaran dapat dilakukan secara daring melalui tautan resmi yang telah disediakan panitia atau dengan memindai kode QR pada flyer kegiatan. Informasi lebih lanjut juga dapat diperoleh melalui narahubung panitia di nomor 0851-7500-3768.

Dengan semangat kreativitas dan kecintaan terhadap daerah, diharapkan kompetisi ini mampu menjadi langkah nyata untuk mengangkat pesona wisata Pasuruan agar semakin dikenal, baik di tingkat nasional maupun internasional.(Usj)


 

Polres Pasuruan Bongkar Tambang Sirtu Ilegal di Purwosari

 


Pasuruan,suarakpkcyber.com,- Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Satreskrim Polres Pasuruan Polda Jatim melakukan tindakan tegas terhadap aktivitas pengerukan sumber daya alam tanpa izin di Desa Kertosari Kecamatan Purwosari.

Operasi senyap yang dilakukan petugas berhasil menghentikan praktik penambangan sirtu yang dinilai merusak tatanan lingkungan di wilayah tersebut.

Dua orang pria masing-masing berinisial MY dan SA kini harus berurusan dengan hukum setelah tertangkap tangan sedang mengoperasikan lahan tambang ilegal. 

Petugas kepolisian langsung memasang garis Polisi di lokasi kejadian guna memastikan tidak ada lagi aktivitas alat berat hingga proses penyidikan tuntas.

Kanit Tipiter Satreskrim Polres Pasuruan, Ipda M. Haryayassin, mengonfirmasi bahwa penangkapan dilakukan saat para pelaku tengah sibuk melakukan penggalian di area persawahan.

"Jadi keduanya diamankan saat melakukan kegiatan tambang ilegal di Desa Kertosari, Kecamatan Purwosari pada Maret kemarin," ujarnya, Kamis (3/4/26).

Hasil penyelidikan sementara menunjukkan bahwa lahan pertambangan tersebut sama sekali tidak memiliki dokumen Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang sah dari instansi terkait. 

Praktik ilegal ini diduga telah berlangsung tanpa pengawasan ketat sehingga berpotensi merugikan pendapatan daerah dan merusak infrastruktur jalan desa.

Polisi juga menyita dua unit alat berat berukuran besar sebagai barang bukti utama dalam kasus kejahatan mineral dan batu bara ini. 

Mesin pengeruk tersebut kini telah dipindahkan ke markas kepolisian guna menghindari upaya penghilangan jejak oleh oknum-oknum yang terlibat dalam jaringan tersebut.

Sementara itu Kasatreskrim Polres Pasuruan, AKP Adimas menambahkan bahwa tindakan tegas ini merupakan bentuk komitmen institusi dalam memberantas segala bentuk eksploitasi alam yang menyalahi aturan hukum. 

"Untuk status tambang itu tidak memiliki izin usaha pertambangan sehingga kami bersama anggota mengamankan lokasi tersebut," tegasnya.

Kedua tersangka kini terancam hukuman penjara yang cukup berat sesuai dengan undang-undang pertambangan mineral dan batu bara yang berlaku di Indonesia. 

Penyidik masih mendalami kemungkinan adanya aktor intelektual atau pemilik modal besar di balik operasional tambang pasir dan batu tersebut.

Masyarakat diimbau untuk segera melaporkan jika menemukan aktivitas pengerukan lahan yang mencurigakan di lingkungan tempat tinggal mereka masing-masing. 

Pengawasan partisipatif dari warga dinilai sangat efektif dalam menjaga kelestarian ekosistem Kabupaten Pasuruan dari tangan-tangan penambang liar yang tidak bertanggung jawab. (Usj)

Dekat Ulama dan Rangkul Pemuda, Abdul Karim Siap Gebrak Bursa Ketua DPC PKB Pasuruan

 



Pasuruan, suarakpkcyber.com — Teka-teki siapa nakhoda baru Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Kabupaten Pasuruan kian mengerucut pada sosok-sosok potensial. Nama Abdul Karim kini menjadi sorotan setelah masuk dalam radar pemetaan strategis DPP PKB. Politisi muda yang juga Ketua PC GP Ansor Kabupaten Pasuruan ini diprediksi bakal menjadi penantang kuat bagi petahana Yusuf Daniyal dan Ketua DPRD Samsul Hidayat.

Masuknya nama Karim dalam delapan kandidat final Muscab bukan tanpa alasan. Rekam jejak elektoral dan jaringannya yang lintas sektoral membuatnya menjadi figur yang diperhitungkan di level pusat maupun daerah.

Abdul Karim sendiri bukanlah pendatang baru yang bisa dipandang sebelah mata. Pada kontestasi legislatif terakhir, ia menorehkan prestasi mentereng sebagai peraih suara terbanyak kedua di internal PKB dengan raihan 13.607 suara, tepat berada di bawah bayang-bayang Samsul Hidayat.

Tak hanya kuat di akar rumput, Karim dikenal memiliki hubungan baik dengan ulama dan umara. Sebagai mantan Ketua IPNU dan kini memegang tongkat komando Ansor Kabupaten Pasuruan, restu dari kalangan kiai dan ulama menjadi modal spiritualnya. Di sisi lain, pengalamannya sebagai mantan Ketua KNPI membuatnya sangat akrab dengan pemilih milenial dan gen-z.

“Sebagai kader, tentu saya harus siap. Masuknya nama saya dalam pemetaan DPP dan DPW menunjukkan adanya kepercayaan dari bawah dan berbagai parameter objektif yang telah dinilai partai,” ujar Karim lugas.

Menghadapi tahapan krusial berupa uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di hadapan pengurus pusat, Karim mengaku tidak melakukan persiapan khusus. Ia merasa pengalaman birokrasi dan organisasi selama ini sudah menjadi bekal yang cukup.

“Dulu sudah pernah merasakan proses serupa saat diusulkan sebagai pimpinan dewan. Jadi, tinggal mengalir saja,” imbuhnya dengan nada santai namun optimis.

Jika nantinya dipercaya menakhodai PKB Pasuruan, Karim sudah menyiapkan blueprint masa depan partai. Ia mematok target realistis untuk Pemilu 2029 mendatang. Di bawah kepemimpinannya nanti, ia berambisi membawa PKB mendominasi parlemen daerah dengan raihan kursi yang lebih gemuk.

“Target kami tentu naik. Secara kalkulasi politik yang realistis, kami membidik angka 18 kursi di DPRD Kabupaten Pasuruan,” tegasnya. (Usj)

Halal Bihalal dan Pembinaan Staff Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi, Sarina Roostif Tekankan Sinergitas Sesama Karyawan dan Staff



Pasuruan, suarakpkcyber.com - Pasca Idul Fitri Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi melaksanakan kegiatan halal bihalal dan pembinaan staf Dinas yang berlangsung dengan suasana penuh hangat dan kompak.

Bertempat di Gor Sasana Krida Anoraga Komplek perkantoran Raci. Yang dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Shobi Asrori, Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Kontruksi, Sarina Rostief, serta semua pegawai bersama keluarga nya, Kamis (02/04/2026) pagi.

Dalam sambutannya Sarina Rostief, Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Kontruksi Kabupaten Pasuruan mengucapkan selamat Idul Fitri 1447 H Minal Aidzin Walfaizin Mohon maaf lahir dan batin kepada seluruh staf dan pegawai.

Beliau juga berharap seluruh staf dan karyawan Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi dapat bersinergi.

" semoga kita semua dapat berkerja sama dan bersinergi untuk meningkatkan kinerja demi kemajuan kita" ujarnya.

Sarina Roostif menekankan pentingnya kerjasama dan kebersamaan dalam menjalankan tugas serta meningkatkan kualitas kinerja.

" Dalam kesempatan ini saya ingin menekankan pentingnya kerja sama dan kebersamaan dalam menjalankan tugas tugas kita, mari kita terus meningkatkan kualitas dan kuantitas kerja kita untuk mencapai tujuan kita" ungkapnya.

Selain itu beliau juga menambahkan untuk terus berbenah dan memanfaatkan kesempatan idul Fitri ini untuk terus meningkatkan diri menjadi pribadi yang lebih baik.

" Dalam pembinaan staf hari ini juga merupakan kesempatan bagi kita untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan kita, saya berharap kita semua dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan diri menjadi lebih baik" imbuhnya.

Sementara Shobi Asrori,Wakil Bupati Pasuruan mengucapkan Minal Aidhin Walfaidzin mohon maaf lahir dan bathin.

" mari kita tingkatkan kerja kita, meskipun pemerintah pusat menerapkan WFH (Work From Home) bagi ASN" ujarnya.

Shobi Asrori sempat menyinggung tentang implementasi WFH bagi ASN, untuk Fleksibelitas dan Efisiensi kerja ASN sehingga mereka dapat fokus pada tugas tugas yang lebih penting.

Penghematan biaya, WFH dapat membantu menghemat biaya operasional, seperti biaya transportasi dan akomodasi. Peningkatan produktivitas dengan WFH, ASN dapet bekerja lebih nyaman dan fokus. Penggunaan teknologi WFH dapat meningkatkan pengunaan tehnologi informasi, sehingga ASN dapat lebih mudah mengakses informasi.

Selain itu Shobih Asrori juga menekankan pentingnya menjaga disiplin dan tanggung jawab ASN dalam menjalankan WFH, serta memastikan semua tugas tugas nya diselesaikan dengan baik.

"Selama WFH semua karyawan harus standby dan bertanggungjawab dengan tugasnya masing-masing", jelas Gus Shobih (usj)