Pasuruan, suarakpkcyber.com - Usai Viral beredarnya isu sapi mati dipotong di RPH Gondang Wetan Kabupaten Pasuruan yang menimbulkan kontroversi sebelumnya kini mendapatkan perhatian dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Pasuruan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan dr. Ainur Alfiyah saat dikonfirmasi oleh awak media di kantornya mengatakan bahwa sapi tersebut bukan mati melainkan sapi tersebut sakit kembung. karena makan rumput liar.
"Sapi tersebut masih hidup tidak mati bukan karena penyakit yang berbahaya atau menular" ujarnya, Rabu (09/09/2026).
Beliau juga menambahkan bahwa kondisi sapi tersebut sebelumnya masih hidup karena saat pemeriksaan fisik kondisi sapi kembung sehingga petugas berupaya mengejar penanganannya sebelum mati.
" RPH Gondangwetan bukan potong sapi mati, tapi sapi itu kembung kemudian dilakukan penyembelihan supaya tidak keburu mati" jelasnya.
Menurut Alfiyah bahwa sapi tersebut sudah dilakukan pemeriksaan dan hasilnya tidak di temukan penyakit yang berbahaya maupun menular.
Dalam pemeriksaan bahwasanya kondisi sapi itu kembung bisa berkembang dalam waktu yang relatif cepat. Salah satu pemicunya yakni rumput yang mengandung embun, pakan yang berbeda atau konsetrat yang berbeda.
" Dan sudah di periksa, kembung memang bisa cepat apalagi setelah makan rumput yang mengandung embun bisa menjadi sapi cepet lemas dan mati" ujarnya.
Selain itu Alfiyah menghimbau kepada masyarakat untuk jangan mengambil kesimpulan tergesa-gesa dalam menerima informasi mengenai Sapi Mati yang ada di RPH Gondang Wetan. bahwa ada sapi mati yang disembelih di RPH tersebut. Beliau menegaskan bahwasannya informasi yang didapatkan tersebut Tidak Benar atau Hoax.
Beliau juga memastikan bahwa Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan terus melakukan pemeriksaan tetap dan SOP yang ketat bertujuan untuk menjaga keamanan pangan, sekaligus memastikan tidak ada penyakit hewan yang menular yang berpotensi membahayakan ternak lain dan membahayakan masyarakat yang mengonsumsinya.
" Kita selalu melakukan pemeriksaan secara rutin sesuai SOP yang ketat untuk menjaga keamanan pangan" imbuhnya. (Usj)



