Tag Label

Kepolisian (3906) daerah (1135) Pemerintahan (579) Jurnalistik (502) Demontrasi (84) DPRD (76) Lintas Opini (76) Desa (62) RSUD (48) Iklan (42) Kebakaran (34) KPU (30) Mahasiswa (11) DPRD kota pasuruan (8) PDAM (5) Desperindag (4) DPR RI (2)

Gempur Rokok Ilegal Pasuruan Kota 2026

Gempur Rokok Ilegal Pasuruan Kota 2026
Kenali ciri-cirinya, Mengedarkan Rokok Ilegal bisa Kena Pidana

Gempur Rokok Ilegal

Gempur Rokok Ilegal
Kampanye edukasi mengenai Bahaya Rokok Ilegal terus digaungkan oleh Pemerintah Kabupaten Pasuruan bersama Bea Cukai dengan tajuk "Gempur Rokok Ilegal". Kampanye tersebut mengajak langsung peran Masyarakat untuk mengenali Ciri-ciri, dampak dan bahaya mengenai Rokok Ilegal dan melaporkan peredarannya kepada pihak Berwenang atau menghubungi Bravo Bea Cukai 0895323407724.

Tranding Topic

RDP Sengketa Tanah Jalan Osok Berakhir Tanpa Notulen, Kuasa Hukum Soroti Sejumlah Kejanggalan

  Sorong, Papua Barat Daya | suarakpkcyber.com- Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi I DPRD Kabupaten Sorong terkait sengketa tanah Jalan Oso...

Headline NewsLihat Semuanya

RDP Sengketa Tanah Jalan Osok Berakhir Tanpa Notulen, Kuasa Hukum Soroti Sejumlah Kejanggalan

 


Sorong, Papua Barat Daya | suarakpkcyber.com- Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi I DPRD Kabupaten Sorong terkait sengketa tanah Jalan Osok yang digelar Selasa (20/10) meninggalkan sejumlah pertanyaan. Salah satunya adalah belum tersalurnya notulen rapat kepada kuasa hukum, beserta persoalan mekanisme undangan dan posisi pemohon dalam pembahasan. 

Riswandi Pandjaitan, Ketua Persatuan Pewarta Warga Indonesia wilayah Papua Barat Daya, menegaskan bahwa keberadaan notulen atau risalah rapat adalah hal krusial dalam setiap rapat formal seperti RDP.

“Secara tata tertib dan akuntabilitas, risalah rapat menjadi jaminan kepastian hukum bagi semua peserta. Dokumen ini bisa berupa catatan lengkap kata‑demi‑kata atau laporan singkat kesimpulan, yang berhak diterima peserta sebagai bukti otentik,” ujarnya.

Berdasarkan Peraturan Tata Tertib DPR, setiap rapat komisi wajib didokumentasikan oleh Sekretariat Jenderal. Jika rapat bersifat terbuka, risalahnya dapat diakses publik; jika tertutup, hanya dibagikan kepada pihak berwenang. Kendala yang sering muncul adalah kecepatan penyebarannya, sehingga biasanya diberikan laporan singkat terlebih dahulu sebelum risalah verbatim selesai.

Adnan Bontho Wali, S.H., kuasa hukum Mar Lester, menyampaikan belum menerima notulen hasil RDP. Baginya dokumen itu penting untuk mengetahui pokok bahasan, kesimpulan, dan rencana tindak lanjut.

Ia juga menyoroti posisi Lexy Durimalang, anggota DPRD Kabupaten Sorong yang menjadi pemohon dalam rapat tersebut.

 Menurut penjelasan Adnan, sertifikat lama tanah yang disengketakan masih dipegang Mar Lester, lalu muncul sertifikat lain atas nama Nolce Thomasowa beserta dua anaknya. Persoalan ini terungkap saat pengurusan BPHTB di instansi pendapatan daerah. Ia telah mengirim surat ke Kantor Pertanahan untuk meminta penangguhan dan mediasi yang berlangsung empat‑lima bulan namun tidak mencapai kesepakatan.

 Ia juga mempertanyakan permohonan koreksi sertifikat tahun 2015 yang memuat tanda tangan Gottlieb Minora, padahal orang tersebut sudah meninggal pada 2009. Kasus ini telah dilaporkan ke Polres Sorong atas dugaan pemalsuan dokumen tanah.

 Adnan juga menyayangkan pembatasan akses wartawan saat RDP. “Persoalan seperti ini seharusnya diketahui publik sebagai edukasi demokrasi,” katanya.

 Sebelumnya, Lexy Durimalang menjelaskan bahwa pembatasan tersebut mengikuti tata tertib internal dewan, dan wartawan bisa memperoleh keterangan melalui konferensi pers setelah rapat selesai.

 Hingga berita ini diterbitkan, belum ada konfirmasi resmi dari pimpinan Komisi I DPRD Kabupaten Sorong terkait ketersediaan notulen, daftar undangan, pihak yang dilibatkan, kedudukan pemohon, serta hasil dan tindak lanjut RDP.(dd)

Audensi Bersama Komisi III Mencapai Kesepakatan, 5 Perusahaan Akan Perbaiki Jalan Puntir Ke Arah Ngembal dan 9 yang Tidak Hadir Diberi Sanksi

 

Suasana Audensi bersama Komisi III DPRD kabupaten Pasuruan 


Pasuruan, suarakpkcyber.com - Audensi Ormas Ghaib Perjuangan dengan Komisi III DPRD kabupaten Pasuruan kini menemukan titik terang kesepakatan bersama. Dengan diundangnya 14 perusahaan meskipun 5 perusahaan yang hadir dalam Audiensi hari ini, Senin (26/10/2026).

Agenda membahas kerusakan jalan Purwosari hingga Ngembal tepatnya di jalan Puntir yang didominasi kendaraan kelas berat dari 14 perusahaan yang ada disekitar jalan Puntir arah Ngembal.

Ketua Umum Ormas Ghaib Perjuangan Habib Yusuf Asegaf menegaskan bahwa jalan Puntir arah Ngembal adalah jalan kelas 3 yang menurutnya tidak boleh dilewati oleh kendaraan berat sehingga jalan menjadi rusak.

" kalau memang ada kesepakatan jalan itu harus dibenahi jangan menggunakan anggaran APBN" ujarnya.

Habib juga menambahkan pembiayaan harus menemukan kesepakatan dari 14 perusahaan tersebut agar jalan yang rusak bukan menjadi tanggungan pemkab Pasuruan.

"Saya harap 14 perusahaan itu ada kesepakatan untuk memperbaiki dengan jalan urunan" ungkapnya.

Dalam kesepakatannya ke 5 Perusahaan yang hadir sepakat untuk memperbaiki jalan tersebut. Namun dengan catatan ke 14 Perusahaan yang melewati harus ikut partisipasi dalam pembenahan jalan rusak di Puntir arah Ngembal.

" memohon kepada Komisi III DPRD kabupaten Pasuruan untuk memberikan Sanksi kepada Perusahaan yang mangkir dari undangan DPRD" ujar Made Kordinator dari Perusahaan Umbul Jaya Beton.

Sedangkan Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan Tri Laksono, menyarankan kepada 5 Perusahaan yang hadir untuk musyawarah terlebih dahulu agar menemukan nominal dana dan tupoksi untuk partisipasi perbaikan jalan.

" untuk menghasilkan kesepakatan memperbaiki jalan,dan saya tunggu di ruang rapat komisi III" Ujar Tri Laksono.

Dalam musyawarah mufakat berdasarkan rembukan antara perwakilan 5 Perusahaan dengan Ormas Ghaib menghasilkan kesepakatan dimana perbaikan jalan akan diperbaiki segera dan adanya sanksi bagi perusahaan yang tidak hadir dalam Audiensi saat ini.

" bahwa perbaikan jalan Puntir arah Ngembal akan segera di perbaiki paling lama 2 Minggu,dan Perusahaan yang tidak hadir akan mendapatkan Sanksi" ungkap Made saat melaporkan hasil musyawarah dari 5 perusahaan yang hadir. (Usj)

Operasi Patuh Semeru 2026 Berlangsung 14 Hari, Polres Pasuruan Pastikan Penindakan Tegas dan Humanis

 



Pasuruan, suarakpkcyber.com– Polres Pasuruan melaksanakan Operasi Patuh Semeru 2026 selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026. Dalam pelaksanaannya, Polres Pasuruan menekankan penindakan tegas terhadap pelanggaran lalu lintas dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis, sesuai arahan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dekananto Eko Purwono.

Kapolda Jatim meminta seluruh jajaran memastikan operasi tersebut tidak sekadar menjadi agenda rutin tahunan, tetapi benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan ketertiban dan keselamatan berlalu lintas.

“Saya meminta seluruh jajaran agar operasi ini benar-benar nyata dan dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.

Pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2026 dibagi menjadi tiga metode, yakni preemtif sebesar 20 persen, preventif 50 persen, dan represif 30 persen. Penindakan pelanggaran lalu lintas dilakukan melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) dan tilang manual.

Kapolda Jatim juga mengingatkan seluruh personel agar tidak menyalahgunakan kewenangan saat melakukan penindakan terhadap pengendara. Penegakan hukum harus dilaksanakan secara profesional dan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Jangan ada penyalahgunaan wewenang, seperti melakukan tilang manual untuk mencari kesalahan pengendara kendaraan bermotor. Apabila saya temukan, akan saya pastikan memberikan sanksi yang tegas kepada oknum tersebut,” ujarnya.

Kapolres Pasuruan AKBP Irawan Setyono menegaskan komitmen jajarannya untuk melaksanakan Operasi Patuh Semeru 2026 secara tegas dan humanis. Penindakan akan dilakukan terhadap pelanggaran lalu lintas sesuai ketentuan, tanpa mengabaikan sikap santun dan profesional dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Kami berkomitmen melaksanakan Operasi Patuh Semeru 2026 secara tegas dan humanis. Penindakan dilakukan sesuai aturan yang berlaku, dengan tetap mengedepankan sikap profesional dan santun serta tidak menyalahgunakan kewenangan,” tegas Irawan.

Pendekatan humanis juga menjadi perhatian dalam pelaksanaan operasi. Personel, khususnya polisi lalu lintas, diharapkan menjaga sikap dan perkataan saat berinteraksi dengan masyarakat agar kehadiran polisi dapat memberikan rasa aman dan meningkatkan kepercayaan publik.

Kapolda Jatim turut memerintahkan Direktur Lalu Lintas selaku Kepala Operasi Daerah untuk melakukan analisis dan evaluasi setiap hari. Hasil pelaksanaan operasi wajib dilaporkan sebagai bahan evaluasi terhadap efektivitas kegiatan dan kinerja personel di lapangan.

Melalui Operasi Patuh Semeru 2026, kepolisian berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas, menekan risiko kecelakaan, serta mewujudkan lalu lintas yang tertib, aman, dan berkeselamatan. (Usj)

Audiensi Jalan Puntir Ngembal di DPRD Pasuruan: Hanya 1 dari 14 Perusahaan Hadir, Ormas Ancam Tutup Jalan




Pasuruan, suarakpkcyber.com – Anggota Komisi 3 DPRD Kabupaten Pasuruan kembali menggelar audiensi bersama Ormas Gaib Perjuangan pada Kamis (22/10/2026). Audiensi ini membahas kerusakan jalan dari Purwosari, tepatnya ruas Jalan Puntir arah Ngembal, yang dominan dilalui kendaraan kelas berat.

Dari 14 perusahaan yang diundang, hanya satu perwakilan perusahaan yang hadir dalam forum tersebut. Ketua Umum Ormas Gaib Perjuangan, Habib Yusup, dalam menegaskan bahwa Jalan Puntir arah Ngembal mayoritas dilewati mobil kelas 1 dan 2 yang tidak sesuai dengan peruntukan jalan, sehingga menyebabkan kerusakan jalan terjadi berulang kali.

Anggota Komisi 3 DPRD Kabupaten Pasuruan menyayangkan banyaknya tamu undangan dari perusahaan yang tidak menghadiri rapat. Akibatnya, forum tidak dapat menghasilkan penyelesaian menyeluruh. Komisi 3 pun memberikan rekomendasi berupa pemanggilan ulang yang dijadwalkan pada Senin pekan depan.

Sementara itu, perwakilan PT. Merak meminta agar audiensi kembali digelar sebelum dilakukan penutupan jalan. Menanggapi hal itu, Habib Yusup menegaskan sikap ormas. "Kalau Senin depan tidak ada kesepakatan, maka kita lakukan aksi tutup jalan pada hari Selasa," ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari perusahaan-perusahaan yang tidak hadir dalam audiensi tersebut. (Usj/red)

Uji Coba E-retribusi MBLB Kabupaten Pasuruan Kurang Memperhatikan Anilisis Resiko

 



Pasuruan, suarakpkcyber.com -  Terbitnya Keputusan Bupati Pasuruan no. 900.1.13.1/115/HK/013/2026 tentang Nilai hasil jual pengambilan Mineral Bukan Logam Dan Batuan (MBLB) sebagai dasar pengenaan pajak MBLM di Kabupaten Pasuruan dinilai ada beberapa yang memberatkan bagi pengusaha. 

Saat diterapkan melalui uji coba yang dirasa oleh pengusaha yang ditunjuk merasa keberatan juga dinilai tidak objektif dan kurang memperhatikan Analisis resiko membuat beberapa tambang melakukan tutup operasional dari pada jadi percobaan dan bisa berdampak kehilangan pelanggan, dan melakukan penyampaian keberatan melalui komisi 3 DPRD, kamis (22/10/2026) di gedung dprd Kabupaten Pasuruan.

Diantara keberatan tersebut diantaranya:

  1. Retribusi urug mencapai Rp. 41.250,- dari harga jual kisaran 130-150.000,- minus buat penambang. 
  2. Tarif Rertribusi pasir
  3. Uji coba deposit bayar pajak dimuka tidak berdasar pemakaian jasa atau jalan. Berfasar regulasi tata cara pemungutan rrtribusi daerah.
  4.  Mangarahkan jalan padat pemukiman, jalur panjang, kecil resiko tinggi yang semesti nya ada jalur lebih baik 
  5. Tambang yang kena uji coba otomatis menaikkan harga, dan pelanggan akan kabur ke tambang sebelah yang harga nya tidak naik, bisa bikin tambang rugibdan bangkrut. Tempo uji coba tidak ada, meminta uji coba serentak.

Deretan keberatan tersebut perlu di perhitungkan lagi, pemerintah dan pengusaha yang seharusnya saling memberi manfaat dan pemerintah melindungi itu agar bisa dlkaji ulang penerapanya. Dan studi banding soal tambang ke daerah lain juga harus melihat material, isi material, ongkos kerja, cara kerja dan yang serupa dengan pasuruan, seperti halnya pasir dan batu lumajang yang bercecer di sungai sisa ambil di pasuruan harus gali pasir dan batu melalui tahap kupasan 1-10 meter baru ketemu kadang lebih butuh biaya tinggi tidak bisa disamakan nilai pajaknya.

Dalam keberatan seperti diatas juga ditambahkan oleh Ketua LSM DPD Jatim Jawapes mengatakan "Uji coba E-retribusi MBLB yang bisa merugikan pengusaha itu kurang analisis resiko Dinas terkait, sampai tutup operasional kan itu rugi, apalagi ada penerapan tarif yang merugikan seperti retribusi urug yang terlalu tinggi pemerintah berarti belum bisa memperhatikan kemyamanan pengusaha dalam investasi, dan bos-bos tambang menyatakan keberatan meminta di analisis ulang " ungkap Kaji Sugeng samiadji.

"Secara logika dengan tarif pajak yang tinggi harga jual pasti akan dinaikkan sedang rakyat dipaksa beli harga tinggi, ini namanya bukan memikirkan rakyat, kalau harga murah itulah tugas pemerintah, juga perihal deposit pajak kan terbayar setelah di pakai, pemerintah aja bayar proyek, material dan lainya aja mundur kenapa wajib pajak harus deposit dimuka?,' tambah aktivis Pasuruan raya itu.

Perwakilan pengusaha perwakilan tambang pak rio saputra mengatakan berkeberatan jika hanya tambang kami yang menjadi uji coba dengan peralihan jalan yang di lewatkan pacar keling,karena jalan sempit kalau papasan.

Sedangkan Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Pasuruan Koko Adi Prayogo mengatakan bahwa Pemkab membutuhkan dukungan program e-retribusi MBLB untuk pembangunan daerah.

" Kita butuh dukungan agar sukses program e-retribusi MBLB kepada semua elemen masyarakat, agar pembangunan daerah bisa berjalan lancar" ungkapnya.

Dari Komisi Ketua 3 DPRD Kabupaten Pasuruan mengatakan bahwa perwakilan yang diundangnya amanah dan selalu memperjuangkan analisis resiko.

" Aspirasi LSM, Perwakilan pengusaha tambang kami amanah untuk memperjuangkan dimana asas analisis resiko tidak ada dan berkeadilan" tegas Mas Dhaniel sapaan akrab ketua Komisi 3 DPRD. (Usj)

PIRAMIDA Polres Pasuruan, Ngopi Bersama Awak Media Perkuat Sinergi dan Komunikasi

 



Pasuruan, suarakpkcyber.com – Dalam upaya mempererat hubungan kemitraan dan memperkuat komunikasi dengan insan pers, Polres Pasuruan menggelar kegiatan PIRAMIDA (Ngopi Bersama Awak Media) di Ruang Balai Warta Polres Pasuruan. Rabu (21/10/2026).

Kegiatan ini menjadi wadah untuk membangun kedekatan antara jajaran kepolisian dan awak media dalam suasana santai, penuh keakraban, serta terbuka. Melalui komunikasi yang terjalin secara langsung, diharapkan hubungan kemitraan yang selama ini terbangun dapat semakin solid.

Kasi Humas Polres Pasuruan, Iptu Joko Suseno, mengatakan kegiatan PIRAMIDA merupakan salah satu upaya untuk menjaga komunikasi dan memperkuat sinergi antara kepolisian dengan insan pers.

“Melalui kegiatan ngopi bersama ini, kami ingin terus menjalin silaturahmi dan mempererat hubungan dengan rekan-rekan media. Kami menyadari bahwa media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, sehingga komunikasi dan koordinasi yang baik perlu terus dijaga,” ujar Iptu Joko Suseno.

Menurutnya, hubungan yang harmonis antara kepolisian dan awak media diharapkan dapat mendukung penyampaian informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

Sementara itu, salah satu awak media yang hadir menyambut positif kegiatan tersebut. Ia menilai PIRAMIDA menjadi ruang komunikasi yang baik untuk mempererat kemitraan sekaligus membangun keterbukaan antara kepolisian dan wartawan.

“Kami mengapresiasi kegiatan seperti ini karena bisa menjadi sarana silaturahmi dan komunikasi secara langsung. Harapannya, hubungan baik antara Polres Pasuruan dan awak media terus terjaga, sehingga sinergi dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat semakin kuat,” ungkapnya.

Melalui kegiatan PIRAMIDA, Polres Pasuruan berharap kemitraan dengan insan pers tidak hanya terjalin dalam peliputan kegiatan, tetapi juga melalui komunikasi yang berkesinambungan, demi mendukung keterbukaan informasi dan pelayanan kepada masyarakat. (Usj)

Polres Pasuruan Ungkap Dugaan Penyalahgunaan Pertalite Subsidi, Tersangka Gunakan Lima Barcode MyPertamina Milik Keluarga

 


Pasuruan, suarakpkcyber.com – Polres Pasuruan menyampaikan press release pengungkapan dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi jenis Pertalite di Mapolres Pasuruan, Rabu (21/10/2026).

TKP ungkap kasus di SPBU Raci 54.671.23, Desa Raci, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan. Seorang pria berinisial M-A (30) ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menggunakan lima barcode MyPertamina milik anggota keluarganya untuk membeli Pertalite bersubsidi.

Kapolres Pasuruan AKBP Irawan Setyono menyampaikan bahwa pengungkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat mengenai dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi. Petugas Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polres Pasuruan kemudian melakukan penyelidikan di SPBU Raci.

“Pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat terkait dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi jenis Pertalite. Setelah dilakukan penyelidikan, petugas mengamankan sejumlah orang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Kapolres Pasuruan.

Dalam pengungkapan pada Senin (19/10), sekitar pukul 14.45 WIB tersebut, polisi mengamankan tiga orang. Satu orang ditetapkan sebagai tersangka, sedangkan dua lainnya diperiksa sebagai saksi, termasuk operator SPBU.

Berdasarkan hasil penyelidikan, tersangka diduga menggunakan lima barcode MyPertamina yang tidak sesuai dengan identitas kendaraan. Barcode tersebut diperoleh dari anggota keluarganya untuk membeli Pertalite bersubsidi.

Tersangka menggunakan mobil Suzuki APV tahun 2005 berwarna silver gold atau cokelat metalik dengan nomor polisi L 1708 BO. Setelah mengisi BBM, tersangka diduga membawa mobil ke tempat sepi, lalu memindahkan Pertalite dari tangki kendaraan ke ember plastik dan galon air mineral berkapasitas sekitar 15 liter.

Polisi menduga kegiatan tersebut telah dilakukan sejak akhir 2024. Tersangka disebut mampu membeli Pertalite sekitar 250 liter per hari. BBM tersebut kemudian diduga dijual kepada sejumlah toko kelontong di wilayah Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan.

Dalam kasus ini, polisi menyita satu unit mobil Suzuki APV bernomor polisi L 1708 BO, satu telepon genggam Vivo X200 Pro warna titanium yang berisi delapan barcode, 13 galon Le Minerale berisi Pertalite dengan kapasitas masing-masing sekitar 15 liter, lima galon kosong, satu corong, satu ember plastik, serta satu lembar nota atau struk pembelian.

Atas dugaan perbuatannya, tersangka disangkakan melanggar Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi beserta perubahannya. dengan ancaman paling lama Rp. 60.000.000.000,00 (60 Milyar Rupiah).

Selanjutnya, penyidik akan melengkapi administrasi penyidikan, memeriksa saksi-saksi, serta berkoordinasi dengan jaksa penuntut umum (JPU) untuk proses hukum lebih lanjut. (Usj)

Akibat Kebakaran Hutan di Lereng Arjuna, Dinas Cipta Karya Segera Tangani Perbaikan Pipa Air



Pasuruan, suarakpkcyber.com - Langkah cepat pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Cipta Karya dalam melakukan perbaikan pipa sebagai sumber utama distribusi air bersih warga desa Jatiarjo kecamatan Prigen. Diketahui sebelumnya lereng gunung Arjuna mengalami kebakaran yang mengakibatkan putusnya pipa air sehingga warga sekitar lereng gunung Arjuna mengalami kesulitan dalam memperoleh air bersih.

Kepala Dinas Cipta Karya Eko Bagus Wicaksono memberikan keterangan soal pipa yang rusak akibat kebakaran tersebut. Dalam keterangannya pemerintah kabupaten Pasuruan sesuai perintah dari Bupati akan menanganinya dengan mengganti pipa yang telah ada menggunakan pipa besi atau baja yang tahan panas.

" Demi memastikan segera ditangani mengunakan alokasi dana Belanja Tak Terduga ( BTT) dalam waktu dekat ini" ungkapnya. Senin (19/10/2026).

Saat mendampingi Bupati Saat peninjauan ke lokasi sekitar lereng Arjuna menuturkan bahwa Desa Jatiarjo mengalami kerusakan pipa terparah sehingga warga kesulitan dalam mendapatkan air bersih.

Berdasarkan pendataan yang telah dihimpun tehnik jaringan pipa yang terdampak terdiri dari ukuran 5 dim 3 dim dan 2 dim. Sedangkan pipa berukuran 5 dim hanya mengalami kerusakan ringan pada bagian sambungan.

Sementara pipa ukuran 3 dim sepanjang 750 meter dan 2 dim 3.700 meter mengalami kerusakan parah karena meleleh akibat panas api waktu kebakaran.

" Yang rusak parah akan segera kita tangani Insyaallah minggu ini sudah kita mulai penggarapannya" ujarnya.

Sedangkan untuk wilayah Desa Tambaksari, penanganan yang dilakukan penggantian pipa secara masif di daerah Tambaksari penanganan perbaikan nya hanya bersifat pemeliharaan (maintenance) pada bagian sambungan pipa saja.

" Di desa Tambaksari hanya penggantian sambungan pipa saja" jelasnya.

Guna merampungkan seluruh perbaikan jaringan pipa yang rusak berat diperkirakan butuhkan Anggaran mencapai Rp 1 Millar dengan percepatan penanganan mengunakan suplai air bersih bagi masyarakat yang terdampak sehingga bisa normal kembali. (Usj).

HUT Humas Polri ke-75, Polres Pasuruan Gelar Bakti Sosial Donor Darah di Bangil

 

Bangil, suarakpkcyber.com – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Humas Polri ke-75, Polres Pasuruan berpartisipasi dalam kegiatan bakti sosial donor darah yang digelar di Alun-Alun Bangil, Kabupaten Pasuruan, Selasa(20/10/2026). Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian Polri terhadap nilai-nilai kemanusiaan sekaligus upaya mempererat hubungan dengan masyarakat.

Kasi Humas Polres Pasuruan, IPTU Joko Suseno, S.H., menjelaskan bahwa keikutsertaan jajaran Polres Pasuruan merupakan bagian dari rangkaian kegiatan sosial dalam memperingati HUT Humas Polri ke-75. Melalui kegiatan tersebut, Polri berupaya menumbuhkan semangat kepedulian dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.

Kegiatan donor darah ini juga melibatkan insan media yang turut berpartisipasi sebagai pendonor. Keterlibatan tersebut mencerminkan sinergi antara Polri dan media dalam mendukung aksi kemanusiaan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Salam Polisi, Polisi Bersama Masyarakat,” ujar IPTU Joko Suseno.

Pelaksanaan donor darah dilakukan bekerja sama dengan Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Pasuruan. Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan, sebanyak 17 calon pendonor mengikuti tahapan pemeriksaan dan seleksi. Dari jumlah tersebut, 11 orang dinyatakan memenuhi persyaratan dan berhasil mendonorkan darah, sedangkan enam orang lainnya belum dapat mendonorkan darah karena tidak lolos seleksi.

Sementara itu, Romy Happy Ikmal dari Subbag Humas Rekrutmen/PPDDS UDD PMI Kabupaten Pasuruan menjelaskan bahwa pelayanan donor darah di Alun-Alun Bangil tersebut sekaligus menjadi uji coba pembukaan tenda donor darah di ruang publik.

Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari upaya PMI untuk lebih mendekatkan pelayanan kepada masyarakat atau jemput bola, sekaligus menjaga ketersediaan stok darah di Kabupaten Pasuruan. Upaya tersebut juga didukung melalui rencana pengaktifan kembali bus donor darah serta peningkatan sosialisasi dan kampanye donor darah kepada masyarakat.

Melalui momentum peringatan HUT Humas Polri ke-75 ini, diharapkan sinergi antara Polri, insan media, dan PMI semakin kuat dalam mendukung berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan. Selain itu, kegiatan donor darah diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya berbagi dan membantu sesama melalui donor darah.

Dengan semangat “Polisi Bersama Masyarakat”, Polres Pasuruan berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat serta memperkuat kehadiran Polri dalam berbagai aksi kemanusiaan. (Usj)

Peringati Hari Santri, Dinkesda P2KB Gelar Workshop Kesehatan Kepada 100 Santri Husada

 


Pasuruan, suarakpkcyber.com - Peringati Hari Santri Nasional, Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Kesehatan Daerah, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkesda P2KB) Menggelar Workshop Kesehatan untuk para santri yang berada di pondok pesantren. Bertempat di Aula Graha PCNU Kabupaten Pasuruan Jl Raya Warungdowo no 24 Pohjentrek Pasuruan,Selasa (20/10/2026).

Workshop kesehatan tersebut dibuka langsung oleh Wakil Bupati Kabupaten Pasuruan, Shobi Asrori dengan tajuk "Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas".

Kepala Dinas Kesehatan Daerah, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana ( Dinkesda P2KB) Kabupaten Pasuruan ,dr Arma Rosalina menyampaikan bahwa workshop ini lebih mengarah pada edukasi kesehatan dengan target sasaran adalah santri Husada yaitu santri yang mendapatkan pembekalan, pengetahuan serta keterampilan di bidang kesehatan.

" Sudah kita bentuk dan dilatih kader kader santri Husada guna menciptakan pesantren yang bersih, sehat dan bersahaja" ujarnya.

Terdapat 100 orang santri yang dilibatkan sebagai penggerak untuk memberi teladan, informasi sekaligus sebagai role model pendukung kegiatan kesehatan dalam lingkungan pondok pesantren. Selain itu juga bertujuan menjadi kader santri yang peduli kesehatan dan menjadi pelopor kesehatan di pondok pesantrennya.

" Total 100 santri sebagai perwakilan Santri Husada untuk menjadi pelopor di pondok pesantrennya" ungkapnya dr.Arma

Selama workshop berlangsung para santri dibekali dengan berbagai ilmu seputar penerapan hidup sehat dan bersih (PHBS). Beliau menegaskan bahwa santri Husada sangat diharapkan dapat memahami kesehatan, tidak hanya kesehatan untuk dirinya sendiri namun diharapkan bisa mengajak teman-teman pesantren serta masyarakat pesantren dalam menerapkan kebiasaan hidup sehat.

"Para santri juga bisa mawas diri , apakah ponpes nya sudah menetapkan PHBS atau belum ,jika belum maka perlu disusun perencanaan serta perbaikan secara terus menerus" imbuhnya.

Sementara Wakil Bupati Kabupaten Pasuruan,Shobih Asrori menegaskan bahwa lingkungan pondok pesantren dizaman sekarang sudah saatnya bersih dan semakin sehat, dengan melalui edukasi kesehatan akan semakin meningkat, sehingga bisa meminimalisirkan potensi jumlah santri yang sakit.

" Dengan hadirnya workshop ini bertujuan agar pengetahuan serta keterampilan para santri menjadi semakin meningkat, sehingga kehidupan di pondok semakin baik lagi , sehingga santri santri sehat jauh dari sakit dan yang penting kualitas pondok pesantren bisa meningkat salah satunya dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat ( PHBS)" jelasnya.

Gus Shobih sapaan akrab Wakil Bupati Pasuruan juga berharap dengan digelar nya workshop Husada ini santri bisa mengaktifkan kembali Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) yang telah ada.

"Dengan melakukan kaderisasi untuk santri terkait bagaimana penanganan santri yang sakit secara benar dan menghidupkan kembali pelatihan untuk kelompok Poskestren dan kita memberikan pelatihan untuk pengkaderisasi dan pengurusnya" tutupnya. (Usj)

Kementan Tingkatkan Kapasitas Petani Buah Wonokerto, Laksanakan Bimtek Pengendalian Lalat Buah


Pasuruan, suarakpkcyber.com - Musim Buah Mangga sudah dimulai banyak petani mengeluhkan permasalahan penyakit lalat buah, khususnya petani mangga Alpukat di desa Wonokerto.

Permasalahan tersebut membuat Kementan melalui diselenggarakan oleh BRMP Jawa Timur melalui program Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment (ICARE) melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) dengan tajuk " Kegiatan Teknologi Pengendalian Hayati Lalat Buah Untuk Mendukung Produksi Mangga Berkelanjutan".

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan solusi kepada para petani untuk menangani permasalahan lalat buah agar dapat menghasilkan hasil pertanian yang berkualitas dan bermutu. Bimtek tersebut dihadiri kurang lebih 100 peserta petani mangga yang sangat antusias dalam mengikuti bimtek tersebut. 

Para ahli yang dari kementrian pertanian tersebut ada Hery Prabowo, Dr Cipto Nugroho, MS, Dr Anjar Tri Wibowo, MSc yang dapat mengupas tuntas serta ditemukan solusinya dalam permasalahan yang di alami oleh para peteni. 

Hery Prabowo sebagai Salah satu narasumber yang dari kementrian pertanian menyampaikan tujuan diadakannya acara tersebut saling sharing ilmu pertanian dengan para petani serta menjawab keluh kesah para petani atas permasalahan lalat buah. 

"Kami menyelenggarakan kegiatan Bimtek ini bertujuan agar bisa saling sharing dengan para petani untuk mengatasi permasalahan yang ada di kebun saat ini yaitu lalat buah, selain itu juga kita memberikan soal pre test dan post test sebelum dan sesudahnya bimtek untuk mengetahui peserta bimtek apakah sudah memahami sampai berapa jauh dari soal tersebut, " Tuturnya. 

Dalam kesempatan yang sama Kepala Desa Wonokerto Sugiyono menyampaikan rasa terimakasihnya dan bersyukur karna desa Wonokerto terpilih menjadi tempat bimtek kegiatan yang diselenggarakan Kementan melalui program ICARE, karena menurutnya tidak semua desa mendapatkan kesempatan seperti desa Wonokerto.

" Kami selaku warga Wonokerto sangat bersyukur dengan adanya Bimtek ini, agar para petani bisa memahami dan mengerti cara penanggulangan dari penyakit Lalat buah ini" ujarnya.

Selain itu Sugik sapaan akrab kepala desa Wonokerto berharap semoga masyarakat Wonokerto khususnya para petani lebih memahami cara menangani permasalahan lalat buah, cara pemberian vitamin pada pohon mangga dan perawatan pada pohon mangga yang lain agar menghasilkan usaha buah mangga yang berkelanjutan sehingga bisa menjadi petani naik kelas. 

" Kami harap para petani agar mengetahui cara mengatasi masalah lalat buah yang sedang melanda karna sejatinya saat ini di Wonokerto sedang musim panen yang rawan dengan masalah lalat buah tersebut" imbuhnya. 

Selain itu tujuan dari Bimtek ini Bukan hanya hanya untuk memberikan bimbingan teknologi saja melainkan juga untuk sebagai ajang curhat para petani atas permasalahan yang ada selagi ada pada ahli dari kementrian pertanian yang sudah hadir di Wonokerto.  Diharapkan s tujuan agar mengetahui cara mengatasi masalah lalat buah yang sedang melanda karna sejatinya saat ini di Wonokerto sedang musim panen yang rawan dengan masalah lalat buah tersebut. (Usj)