Pasuruan, suarakpkcyber.com - Paripurna ke- III DPRD kabupaten Pasuruan tentang jawaban Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo,atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD mengenai perubahan Raperda Nomor 3 tahun 2023 dan Raperda APBD tahun anggaran 2027.
Rusdi menyampaikan anggaran 2027 secara detail di fokuskan pada efesiensi anggaran dan digitalisasi pendapatan daerah, tentang pemerataan pembangunan hingga transparansi rencana pinjaman untuk pembiayaan pembangunan, Rabu (04/11/2026).
Sedangkan pandangan umum dari fraksi PKB tentang optimalisasi Pajak dan perlindungan Ekonomi Rakyat. Pemerintah Daerah berkomitmen dan mengoptimalkan tentang penerimaan pajak, retribusi daerah melalui digitalisasi, perbaikan pelayanan dan pengawasan dalam potensi pendapatan.
Mengenai soal target penerimaan disesuaikan dengan dinamika pertumbuhan ekonomi lokal tanpa menggangu investasi, khususnya bagi UMKM, masyarakat yang berpenghasilan rendah.
Bidang pendidikan, kesehatan, mengenai beasiswa santri dan siswa yang berprestasi, anak yatim kurang mampu terus dilakukan. Sedang di bidang kesehatan dilakukan pembangunan puskesmas dan pengembangan puskesmas 24 jam dan rawat inap, perluasan UHC JKN,cek kesehatan gratis dan rencana pembangunan RSUD Purwodadi.
Sedangkan disektor Infrastruktur alokasi anggaran difokuskan pada perbaikan jembatan, jalan, irigasi, drainase serta penanggulangan banjir, sanitasi dan perbaikan RTLH dengan afirmasi pada kawasan kumuh pedesaan.
Terkait pinjaman daerah sebesar Rp 363 milliar dari PT SMI dialokasikan untuk infrastruktur diprioritaskan untuk sektor kesehatan ekonomi, sosial,dan menerapkan ke hati-hati an dalam pelaksanaan dan pembayarannya yang telah direncanakan secara matang.
Selain itu, Bupati Rusdi Sutejo juga menjawab pandangan dari Fraksi Gerindra beliau menjelaskan Revitalisasi ekonomi, wisata, pembiayaan di fokuskan pada pemenuhan belanja wajib, pembangunan RSUD Purwodadi, serta revitalisasi pemandian alam Banyu biru dan Pasar Cheng Hoo untuk lapangan kerja dan untuk pengembangan usaha.
Mengenai pengelolaan sampah, Pemkab akan memfokuskan pada penguatan TPS3R, Bank sampah, penetapan BLUD sampah dan mengoptimalkan TPA Wonokerto hingga pengelolahan sampah menjadi energi listrik/PTLS.
Selanjutnya jawaban terkait pandangan dari Fraksi PDI perjuangan mengenai pandangan umum soal Intensif pajak UMKM, tata kelola pinjaman secara transparan.
Pemkab menyambut baik masukan dari Fraksi PDI perjuangan, untuk menetapkan sejumlah kebijakan insentif fiskal, diantaranya paket intensif bebas pajak. Pemkab memberikan pembebasan pajak bagi UMKM dengan omset hingga Rp 5.000.000 pembebasan BPHTB bagi masyarakat yang mempunyai penghasilan rendah dan tarif lebih murah untuk lahan produksi pangan dan ternak.
" Sedangkan soal cicilan pinjaman daerah Rusdi Sutejo memastikan tidak mengurangi anggaran pelayanan dasar seperti, pendidikan, kesehatan,serta infrastruktur desa ,sebab telah dihitung secara cermat dan baik,sejak awal perencanaan" tegas Rusdi Sutejo.
Fraksi Golkar menyampaikan soal objektivitas penganggaran belanja pegawai serta modernisasi sektor pertanian. Rusdi Sutejo menjelaskan untuk program sektor pertanian diprioritaskan pada peningkatan produktivitas padi dan jagung, penguatan sarana irigasi dan perlindungan lahan pertanian.
Di akhir jawabannya, Rusdi Sutejo menyatakan bahwa pemerintah Kabupaten Pasuruan juga berkomitmen dalam penganggaran yang efisien dan berdampak pada masyarakat langsung, dialokasikan belanja pada program prioritas yang terukur dan menghindari kegiatan secara seremonial. (Usj)

