Tag Label

Kepolisian (3824) daerah (1041) Pemerintahan (559) Jurnalistik (418) Demontrasi (84) Lintas Opini (74) DPRD (71) Desa (62) RSUD (45) Kebakaran (34) KPU (30) Iklan (29) Mahasiswa (11) DPRD kota pasuruan (8) PDAM (5) Desperindag (4) DPR RI (2)

Iklan Natal dan Tahun Baru 2026 DPRD Kota Pasuruan

Iklan Natal dan Tahun Baru 2026 DPRD Kota Pasuruan
DPRD KOTA PASURUAN mengucapkan selamat Natal dan Tahun Baru 2026

Tranding Topic

FORMAT Soroti Pengelolaan Pajak Restoran di Kota Pasuruan, Desak Transparansi dan Penindakan atas Dugaan Kebocoran Pendapatan Daerah

Pasuruan,suarakpkcyber.com, – Ketua Forum Rembuk Masyarakat (FORMAT), Ismail Makky, mengeluarkan pernyataan keras terkait pengelolaan Pajak ...

Headline NewsLihat Semuanya

FORMAT Soroti Pengelolaan Pajak Restoran di Kota Pasuruan, Desak Transparansi dan Penindakan atas Dugaan Kebocoran Pendapatan Daerah

Pasuruan,suarakpkcyber.com,– Ketua Forum Rembuk Masyarakat (FORMAT), Ismail Makky, mengeluarkan pernyataan keras terkait pengelolaan Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) sektor jasa boga atau restoran di Kota Pasuruan. Dalam audiensi yang digelar di kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Kamis (12/2/2026), ia menegaskan bahwa pajak 10% yang dipungut dari konsumen adalah hak daerah, bukan milik pengusaha.

"Pajak restoran itu adalah uang rakyat atau konsumen yang dititipkan melalui pengusaha untuk disetorkan ke pemerintah daerah. Jadi, jika ada wajib pajak yang sengaja tidak menyetorkannya, sudah selayaknya diberikan sanksi tegas hingga penutupan usaha," tegas Ismail Makky.

Audiensi tersebut menyoroti Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK atas Laporan Keuangan Pemerintah Kota Pasuruan Tahun 2024. Meski meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), ditemukan catatan serius mengenai pengelolaan pendapatan pajak yang belum sesuai ketentuan.

Ismail Makky mengungkapkan adanya potensi kehilangan pendapatan daerah dari sektor makanan dan minuman yang tidak dilaporkan sekurang-kurangnya sebesar Rp218.974.987. Berdasarkan data BPK, terdapat perbedaan signifikan antara data pada alat perekam transaksi dengan database wajib pajak.

"Pengelolaan Pendapatan Pajak Daerah belum sesuai ketentuan yang mengakibatkan antara lain kehilangan potensi pendapatan atas PBJT- Makanan dan/atau Minuman yang tidak dilaporkan minimal sebesar Rp218.974.987,00. Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh BPK dengan membandingkan antara data penerimaan pada alat perekam transaksi, nilai pembayaran pajak pada SPTPD, dan database Wajib Pajak diketahui adanya kekurangan penerimaan pada dua Wajib Pajak sebesar Rp420.288.505,73. Dikutip dari temuan BPK ada perbedaan data antara nilai pajak yang terbayar dengan nilai pajak pada alat perekam, yaitu adanya selisih lebih pada Mie Gc sebesar Rp36.665.869,00 dan selisih kurang, pada Ayam Nl sebesar Rp11.747.000,00. Pemeriksaan lebih lanjut dilakukan dengan meminta database Wajib Pajak dan membandingkannya dengan nilai pembayaran pajak selama Tahun 2024," jelasnya.

"Hasil perbandingan menunjukkan adanya kurang bayar pada dua wajib pajak besar, yakni Mie Gc dan Ayam Nl, dengan rincian masing-masing sebesar Rp132.556.332 dan Rp287.732.173. Selain itu, terdapat indikasi wajib pajak lain seperti Dialogie, Lalapan Eb, dan Wizz M yang diduga tidak melaporkan seluruh penerimaannya," imbuhnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bapenda Kota Pasuruan, Njoman Swasti, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengambil langkah konkret melalui implementasi Monitoring Center for Prevention (MCP) dari KPK. Salah satunya adalah dengan mempererat kerja sama dengan pihak Kejaksaan untuk menghadapi wajib pajak yang tidak kooperatif.

"Kami memiliki Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Kejaksaan untuk menindak wajib pajak yang bandel. Banyak yang sudah dipanggil dan berjanji bayar, tapi realisasinya nol. Biasanya, setelah dipanggil oleh Kejaksaan, barulah mereka mulai melunasi tunggakannya, seperti yang terjadi pada masa pajak 2025 lalu," jelas Njoman.

Selain sektor restoran, Bapenda juga tengah menggencarkan penertiban sektor reklame dengan menggandeng Satpol PP sebagai penegak Perda dan DPMPTSP terkait perizinan. Koordinasi lintas instansi ini diharapkan mampu meminimalisir kebocoran pendapatan daerah dan memastikan seluruh wajib pajak menjalankan kewajibannya sesuai aturan yang berlaku.(Usj)

Percepat Respons Insiden Jalan Raya, Satlantas Polres Pasuruan Luncurkan WAKJOLMAS Gandeng Ojol

 


Pasuruan, suarakpkcyber.com– Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pasuruan meluncurkan inovasi bertajuk WAKJOLMAS (Warung Ojol Kamtibmas) di wilayah hukum Polres Pasuruan, pada Rabu (11/2/2026).

Inovasi ini sebagai upaya mempercepat respons penanganan gangguan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) melalui kolaborasi dengan pengemudi ojek online (ojol).

WAKJOLMAS dirancang sebagai wadah komunikasi dua arah antara kepolisian dan komunitas ojol yang memiliki mobilitas tinggi di jalan raya. Para pengemudi ojol diharapkan dapat menjadi mitra strategis Polri sebagai “mata dan telinga” di lapangan dalam melaporkan kejadian seperti kecelakaan lalu lintas, pohon tumbang, hingga titik kemacetan.

Kasat Lantas Polres Pasuruan, AKP Derie Fradesca, mengatakan inovasi ini bertujuan memangkas waktu respons petugas terhadap berbagai insiden di jalan.

“Melalui WAKJOLMAS, kami membangun komunikasi yang lebih intensif dengan rekan-rekan ojol. Informasi yang cepat dan akurat dari mereka sangat membantu agar penanganan di lapangan bisa dilakukan secara tepat dan segera,” ujar AKP Derie.

Ia menambahkan, keberadaan WAKJOLMAS bukan sekadar tempat berkumpul, tetapi juga menjadi pusat koordinasi informal untuk memperkuat deteksi dini potensi gangguan Kamseltibcarlantas.

Kapolres Pasuruan, AKBP Harto Agung Cahyono, turut memberikan apresiasi atas inovasi tersebut. Ia menegaskan bahwa sinergi antara Polri dan masyarakat menjadi kunci terciptanya keamanan dan ketertiban berlalu lintas.

“Kami ingin membangun budaya saling peduli di jalan raya. WAKJOLMAS adalah bentuk nyata kolaborasi Polri dan masyarakat dalam menciptakan lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar. Partisipasi aktif rekan-rekan ojol akan mempercepat respons kami dalam menangani setiap kejadian,” tegas AKBP Harto Agung Cahyono.

Sementara itu, implementasi program di lapangan dikoordinasikan oleh Kanit Kamsel Satlantas Polres Pasuruan, Aipda Arifian Miftahul Firdaus. Sebagai langkah awal, warung pertama yang menjadi markas WAKJOLMAS dibuka di lokasi strategis, yakni di dekat Simpang 4 Kancilmas, Bangil.

Lokasi tersebut dipilih karena merupakan salah satu titik dengan mobilitas tinggi di wilayah Bangil, sehingga memudahkan koordinasi antara petugas dan komunitas ojol serta mempercepat distribusi informasi kepada kepolisian. (Usj)

Jelang Ramadhan, Pemkab Pasuruan Siapkan Langkah Nyata Cegah Lonjakan Harga Sembako

Pasuruan,suarakpkcyber.com,–Menjelang datangnya Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah, Pemerintah Kabupaten Pasuruan bergerak cepat untuk memastikan harga kebutuhan pokok tetap terkendali. Komitmen tersebut dibahas dalam High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (HLM TPID) yang berlangsung di Auditorium Mpu Sindok, Kompleks Kantor Bupati Pasuruan, Rabu (11/2/2026).

Rapat strategis ini dipimpin langsung oleh Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, serta dihadiri Kapolres Pasuruan Kota AKBP Titus Yudho Uly, Sekda Yudha Triwidya Sasongko, dan sejumlah pimpinan instansi terkait.

Dalam sambutannya, Bupati Rusdi menegaskan bahwa momentum Ramadhan dan Idul Fitri kerap diikuti peningkatan permintaan bahan pokok yang berpotensi memicu kenaikan harga. Oleh karena itu, seluruh unsur TPID diminta memperkuat sinergi dan mengambil langkah konkret agar situasi tetap terkendali.

Ia menekankan pentingnya menjaga kesinambungan pasokan pangan melalui peningkatan produksi, dukungan pembiayaan sektor pertanian, serta penguatan distribusi antarwilayah agar tidak terjadi kelangkaan barang di pasar.

“Distribusi harus lancar dan terkoordinasi dengan baik, sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi tanpa hambatan,” ujarnya.

Selain memastikan ketersediaan barang, pemerintah daerah juga berupaya menjaga stabilitas harga dengan memperkuat koordinasi kebijakan, meningkatkan komunikasi kepada masyarakat, serta melakukan berbagai intervensi pasar bila diperlukan.

Langkah-langkah yang disiapkan antara lain pelaksanaan operasi pasar, penyelenggaraan pasar murah, hingga pemantauan harga secara berkala di sejumlah titik guna menjaga daya beli masyarakat tetap terjaga selama periode hari besar keagamaan.

Sementara itu, Sekda Yudha mengungkapkan bahwa kondisi harga pangan di Kabupaten Pasuruan pada awal tahun 2026 justru menunjukkan tren positif. Sepanjang Januari hingga pekan pertama Februari, daerah ini mengalami deflasi selama lima minggu berturut-turut.

Penurunan harga terutama terjadi pada komoditas pangan seperti cabai, beras, bawang merah, dan telur ayam ras. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh musim panen yang masih berlangsung di berbagai wilayah sentra produksi sehingga pasokan melimpah di pasaran.

Dengan kondisi tersebut, Pemkab Pasuruan optimistis stabilitas harga dapat terus dipertahankan hingga Lebaran. Pemerintah berharap kolaborasi antara pemerintah, aparat, pelaku usaha, dan masyarakat mampu menjaga keseimbangan pasar sekaligus memastikan kebutuhan pokok tetap terjangkau bagi semua kalangan.(Usj)

Satlantas Polres Pasuruan Gelar Polsanak, Ajarkan Anak Tertib Lalu Lintas Sejak Dini

Pasuruan,suarakpkcyber.com,– Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pasuruan menggelar kegiatan Polsanak (Polisi Sahabat Anak) di Mapolres Pasuruan, Selasa (10/2/2026) pagi.

Kegiatan ini bertujuan menanamkan kesadaran tertib berlalu lintas serta memperkenalkan tugas Polri kepada anak-anak sejak usia dini.

Dalam kegiatan tersebut, anak-anak mendapatkan berbagai edukasi, mulai dari pengenalan rambu-rambu lalu lintas, simulasi edukasi kebencanaan, hingga pengenalan fungsi dan tugas kepolisian. Selain itu, peserta juga diajak berkeliling Markas Polres Pasuruan, mengenal anjing pelacak, serta melihat secara langsung mobil tangki air milik BPBD Kabupaten Pasuruan.

Kasat Lantas Polres Pasuruan, AKP Derie Fradesca, S.T.K., S.I.K., M.H., mengatakan kegiatan Polsanak merupakan bagian dari upaya membangun budaya tertib dan disiplin sejak dini.

“Melalui Polsanak, kami ingin menanamkan pemahaman tentang keselamatan, disiplin, dan kedekatan anak-anak dengan Polri agar tumbuh rasa percaya serta kesadaran hukum sejak usia dini,” ujarnya.

Kegiatan ini melibatkan Ps. Kanit Kamsel, anggota Kamsel, Polwan Lantas, serta BPBD Kabupaten Pasuruan. Seluruh rangkaian acara berlangsung aman, tertib, dan mendapat antusiasme dari para peserta.

Kapolres Pasuruan, AKBP Harto Agung Cahyono, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Polsanak adalah langkah strategis untuk membangun karakter generasi muda yang sadar hukum, peduli keselamatan, dan memiliki kedekatan positif dengan institusi Polri,” tegasnya.

Polres Pasuruan berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan edukatif dan humanis sebagai bagian dari pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam membentuk generasi muda yang tertib, disiplin, dan berkarakter.(Usj)

Potensi Kebocoran Pajak Rp2,87 Miliar di Pasuruan Disorot, FORMAT Ingatkan Risiko Korupsi Bapenda Baru Tertagih 30 Persen

Pasuruan,suarakpkcyber.com,– Dugaan celah kebocoran pendapatan daerah senilai Rp2,87 miliar di Kabupaten Pasuruan memicu sorotan publik. Forum Rembuk Masyarakat (FORMAT) Pasuruan menilai persoalan ini bukan sekadar administrasi, tetapi berpotensi menjadi indikasi lemahnya sistem pengawasan pajak daerah.

Isu tersebut mengemuka dalam audiensi antara FORMAT dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pasuruan, Rabu (11/2/2026). Ketua FORMAT, Ismail Makky, memaparkan bahwa kekurangan penerimaan daerah diduga terjadi di sejumlah sektor pajak strategis.

Rinciannya meliputi Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) sektor makanan dan minuman yang nilainya mencapai lebih dari Rp1,4 miliar, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) sekitar Rp1,11 miliar, serta Pajak Reklame yang diperkirakan ratusan juta rupiah.

Menurut Makky, persoalan utama terletak pada basis data wajib pajak yang belum tertata akurat dan belum sepenuhnya terintegrasi secara digital. Kondisi ini membuka ruang kesalahan input, negosiasi manual, hingga potensi manipulasi nilai pajak.

“Ketika sistem belum sepenuhnya digital dan masih memberi ruang diskresi besar kepada petugas, maka potensi penyimpangan sangat mungkin terjadi. Ini yang harus segera ditutup celahnya,” tegasnya.

FORMAT juga menilai implementasi digitalisasi pajak daerah belum berjalan optimal. Sistem yang seharusnya mampu mengontrol transaksi dan pelaporan secara real time masih belum digunakan secara menyeluruh, sehingga pengawasan dinilai belum maksimal.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bapenda Kabupaten Pasuruan, Ir. Lilik Widji Asri, M.MA, menjelaskan bahwa temuan tersebut merupakan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2024.

Ia memastikan bahwa pemerintah daerah tidak tinggal diam dan telah melakukan langkah penagihan kepada pihak-pihak terkait.

“Dari total temuan sekitar Rp2,8 miliar, hingga saat ini kurang lebih Rp900 juta sudah dikembalikan ke kas daerah, atau sekitar 30 persen. Proses penagihan masih terus berjalan,” jelas Lilik.

Sebagai bentuk pembenahan, Bapenda kini mulai memperkuat sistem digital layanan pajak melalui penerapan E-Billing dan E-PPB untuk meminimalkan interaksi manual. Selain itu, pengamanan server dan pengelolaan database telah dialihkan di bawah pengawasan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) guna meningkatkan transparansi dan mencegah perubahan data tanpa jejak.

Meski demikian, FORMAT meminta agar perbaikan tidak berhenti pada aspek teknis semata, tetapi juga menyentuh tata kelola dan pengawasan internal agar kejadian serupa tidak berulang.

“Ini uang rakyat. Setiap rupiah yang tidak tertagih adalah kerugian bagi pembangunan daerah. Reformasi sistem harus dilakukan menyeluruh, bukan tambal sulam,” pungkas Makky.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa modernisasi sistem pajak daerah tidak hanya soal teknologi, tetapi juga komitmen integritas dan akuntabilitas dalam menjaga pendapatan daerah agar benar-benar kembali untuk kepentingan masyarakat.(Usj/Adf)


AJPB Bersama Polres Pasuruan Gelar Peringatan HPN 2026, Sinergi Wujudkan Pers Sehat dan Bangsa Kuat

Pasuruan,suarakpkcyber.com,–Dalam semangat kebersamaan dan kontribusi bagi bangsa, Aliansi Jurnalis Pasuruan Bersatu (AJPB) menyelenggarakan peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Bale Warta Polres Pasuruan, Selasa (10/2/2026). 

Acara bertema “PERS Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat, AJPB Bersinergi” ini menegaskan peran sentral pers sebagai pilar demokrasi dan mitra pembangunan.

Acara yang dipandu langsung oleh Ketua AJPB, Henry Sulfianto yang akrab disapa Ki Demang menghadirkan sejumlah tokoh kunci. Turut hadir Ketua PWI Kabupaten Pasuruan, Ziaul Haq, serta Kapolres Pasuruan yang diwakili oleh Kasie Humas, Iptu Joko Suseno. 

Kehadiran mereka di tengah seluruh anggota AJPB dan jurnalis senior Pasuruan memperlihatkan eratnya hubungan antara insan pers dan institusi penegak hukum.

Dalam sambutannya, Henry Sulfianto menekankan makna HPN sebagai momentum refleksi dan berbagi. 

“Di hari yang berbahagia ini, kami ingin berbagi dan memperkuat sinergi. Kehadiran perwakilan Polres Pasuruan dan seluruh rekan jurnalis, baik dari media lokal maupun nasional yang kami sebut ‘internasional’ sebagai tanda kebanggaan, adalah bukti komitmen kita bersama. 

Fokus kita, lanjut Ki Demang, ke depan adalah bagaimana pers bisa turut mendidik dan menginspirasi generasi muda sejak dini,” ujarnya dengan semangat.

Sinergi antara pers dan kepolisian menjadi sorotan utama. Iptu Joko Suseno, mewakili Kapolres, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh insan pers Pasuruan. 

“Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Atas nama Polres Pasuruan, kami berterima kasih atas sinergi dan kerja sama yang telah dibangun dengan baik selama ini,"paparnya.

Ia juga menambahkan, di momentum HPN ini, mari kita terus jaga kemitraan ini. Semoga kolaborasi ini dapat semakin memperkuat keberdayaan pers dan kontribusinya untuk kemajuan Pasuruan dan Indonesia,” kata Iptu Joko Suseno.

Acara peringatan HPN 2026 ini tidak hanya seremonial, tetapi juga menjadi ajang konsolidasi dan refleksi bagi jurnalis Pasuruan. 

Dengan semangat “Pers Sehat”, AJPB berkomitmen untuk terus menjalankan fungsi jurnalistik yang berkualitas, independen, dan mendorong terwujudnya ekonomi yang berdaulat serta bangsa yang kuat. 

Sinergi dengan berbagai pihak, termasuk Polri, diharapkan dapat menciptakan ekosistem informasi yang sehat dan mendukung pembangunan yang berkelanjutan.(Adf)

Polres Pasuruan Gelar Police Goes To School, Tanamkan Disiplin dan Kesadaran Kamtibmas

 



Pasuruan, suarakpkcyber.com  - SMKN 2 Sukorejo menjalin kolaborasi dengan Polres Pasuruan melalui kegiatan Police Goes To School yang berlangsung khidmat pada upacara bendera, Senin (9/2/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Kasatbinmas Polres Pasuruan, AKP Sunarti, beserta jajaran. Dalam kesempatan itu, AKP Sunarti bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) di hadapan ratusan siswa-siswi dan para guru SMKN 2 Sukorejo.

Dalam amanatnya, AKP Sunarti menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada pihak sekolah yang telah memberikan ruang dan waktu kepada Polres Pasuruan untuk menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada para pelajar.

Ia menekankan pentingnya menanamkan etika, tata krama, serta disiplin sejak dini, baik di lingkungan keluarga maupun sekolah.

“Jaga kekompakan antarsesama pelajar dan jangan sampai terjadi perundungan. Gunakan media sosial secara bijak, perkuat diri dengan nilai-nilai keagamaan, serta jauhi pergaulan dan kegiatan negatif seperti penyalahgunaan narkoba,” tegas AKP Sunarti.

Mantan KBO Reskrim Polres Pasuruan itu juga mengingatkan agar para siswa tidak mudah terprovokasi oleh ajakan yang tidak bertanggung jawab, karena dapat merugikan diri sendiri, keluarga, hingga bangsa dan negara.

Selain itu, ia mengimbau para pelajar untuk selalu mematuhi peraturan lalu lintas saat berkendara serta menjaga kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan sekitar.

“Dengan kedisiplinan dan kepatuhan hukum, kita bisa bersama-sama menjaga Pasuruan tetap aman, damai, dan kondusif sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan nyaman,” imbuhnya.

Sementara itu, Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono melalui keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan Police Goes To School merupakan bentuk komitmen Polri dalam membangun karakter generasi muda.

“Pelajar adalah aset bangsa. Kami ingin hadir lebih dekat dengan dunia pendidikan agar adik-adik pelajar memiliki pemahaman hukum, disiplin, serta karakter kebangsaan yang kuat sejak dini,” ujar AKBP Harto Agung Cahyono.

Ia juga berharap sinergi antara kepolisian dan sekolah dapat terus berlanjut demi menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan bebas dari pengaruh negatif.

Di sisi lain, Kepala SMKN 2 Sukorejo, Buwani, menyambut baik kolaborasi yang terjalin antara sekolah dan Polres Pasuruan dalam kegiatan tersebut.

“Kami berharap kerja sama seperti ini bisa terus berlanjut. Apa yang disampaikan oleh Ibu Kasatbinmas menjadi bekal penting bagi siswa-siswi kami,” ungkap Buwani.

Ia juga mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan perhatian Polres Pasuruan terhadap dunia pendidikan, khususnya di SMKN 2 Sukorejo.

Upacara bendera yang dirangkaikan dengan kegiatan Police Goes To School tersebut berlangsung tertib, lancar, dan penuh khidmat. (Usj)

Sidang Kasus Makam Winongan Masuki Agenda Persepsi, Dua Terdakwa Akui Perannya

Pasuruan,suarakpkcyber.com,– Sidang perkara perusakan Makam Winongan kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bangil, Senin (9/2/2026). Sidang yang telah memasuki agenda ke-10 ini berfokus pada pembacaan persepsi dari dua terdakwa, yakni Gus Tom dan Gus Puja.

Dalam persidangan tersebut, masing-masing terdakwa menyampaikan pengakuan atas peran yang mereka lakukan dalam peristiwa perusakan makam yang sempat menghebohkan masyarakat Pasuruan.

Terdakwa pertama, Gus Tom, mengakui turut membantu aksi perusakan makam, meski menurutnya dilakukan dalam skala terbatas. Di hadapan majelis hakim, ia menjelaskan bahwa awalnya datang ke lokasi karena menerima undangan tahlilan dan istighotsah kubro di masjid dari Gus Kodari, yang diketahui sebagai orang dekat Gus Huda.

Namun, saat Gus Tom tiba di lokasi, kegiatan tahlilan tersebut telah selesai. Situasi mulai memanas ketika Gus Huda kemudian menyuruhnya menuju ke bagian belakang masjid. Di lokasi itu, Gus Tom melihat sejumlah orang tengah membongkar makam yang kondisinya sudah dalam keadaan rusak dan porak-poranda.

“Melihat kondisi tersebut, saya sempat membantu mendorong tiang makam menggunakan besi bekas pintu sebanyak tiga kali, tapi tidak sampai roboh. Setelah itu saya kembali ke masjid,” ujar Gus Tom dalam persidangan.

Sementara itu, terdakwa kedua, Gus Puja, juga mengakui keterlibatannya dalam kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa dirinya ikut melakukan orasi bersama Kepala Desa dan Gus Huda di hadapan massa.

Dalam orasi itu, kata Gus Puja, terdapat dua orang yang menggunakan pengeras suara, yakni Gus Huda dan Gus Son. Situasi semakin tak terkendali setelah Kepala Desa menyampaikan bahwa makam tersebut tidak memiliki izin, dan izin yang ada hanya untuk pembangunan jalan.

“Setelah itu massa sudah tidak bisa dibendung. Mereka naik ke genteng sambil menyanyikan yel-yel ‘bongkar… bongkar…’. Saya juga ikut membantu membongkar,” ungkap Gus Puja.

Di sisi lain, kuasa hukum Gus Tom, Ainun Na’im, menegaskan bahwa kliennya telah bersikap kooperatif dan secara terbuka mengakui kesalahannya selama proses hukum berlangsung. Ia menilai bahwa tindakan Gus Tom dilakukan karena mengikuti perintah pihak lain, tanpa adanya niat jahat secara pribadi.

“Ada beberapa hal yang kami harapkan menjadi pertimbangan majelis hakim, di antaranya usia klien kami yang masih muda, tidak memiliki catatan kriminal sebelumnya, serta sikap kooperatif selama persidangan,” ujar Ainun Na’im.

Sidang kasus Makam Winongan dijadwalkan akan berlanjut dengan agenda berikutnya sesuai dengan tahapan persidangan yang ditetapkan majelis hakim PN Bangil.(Usj)


Upaya menekan Kecelakaan Satlantas Polres Pasuruan Gelar Ramp Check Angkutan Umum di Terminal Pandaan

 


Pasuruan, suarakpkcyber.com – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pasuruan melaksanakan kegiatan ramp check terhadap angkutan umum di Terminal Pandaan, Kabupaten Pasuruan, pada Senin (9/2/2026) pagi.

Kegiatan ini bertujuan memastikan kelayakan kendaraan serta meningkatkan keselamatan penumpang angkutan umum.

Ramp check yang berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga 11.00 WIB tersebut melibatkan personel Satlantas Polres Pasuruan bersama pihak pengelola terminal. 

Sejumlah bus angkutan umum diperiksa secara menyeluruh, mulai dari kondisi teknis kendaraan hingga kelengkapan administrasi.

Kasat Lantas Polres Pasuruan, AKP Derie Fradesca, S.T.K., S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preventif kepolisian untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas, khususnya yang melibatkan angkutan umum.

“Ramp check ini kami lakukan untuk memastikan kendaraan angkutan umum benar-benar dalam kondisi laik jalan. Keselamatan penumpang menjadi prioritas utama, sehingga kendaraan yang memenuhi syarat kami berikan stiker layak jalan,” ujar AKP Derie Fradesca.

Selain pemeriksaan kendaraan, petugas juga memberikan arahan dan imbauan keselamatan kepada para pengemudi bus, agar selalu mematuhi aturan lalu lintas dan mengutamakan keselamatan selama berkendara.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ps. Kanit Kamsel Satlantas Polres Pasuruan Aipda Arifian Miftakhul Firdaus, S.H., tim Kamsel Satlantas, serta Kepala Terminal Pandaan, Maria. Rangkaian kegiatan diakhiri dengan foto bersama sebagai bentuk sinergi antara kepolisian dan pengelola terminal.

Sementara itu, Kapolres Pasuruan, AKBP Harto Agung Cahyono, menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan ramp check tersebut. Menurutnya, kegiatan ini sangat penting untuk menciptakan keamanan dan kenyamanan masyarakat pengguna transportasi umum.

“Kami mendukung penuh langkah Satlantas dalam melaksanakan ramp check. Ini merupakan bentuk kehadiran Polri dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya penumpang angkutan umum,” tegas AKBP Harto Agung Cahyono.

Kapolres juga menegaskan bahwa kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkala sebagai bagian dari komitmen Polres Pasuruan dalam meningkatkan keselamatan berlalu lintas di wilayah hukumnya.

Secara keseluruhan, kegiatan ramp check berjalan aman, lancar, dan tertib tanpa kendala berarti.

Pemkab Pasuruan Dorong IKM Naik Kelas Lewat Seminar dan Pelatihan PCC


Pasuruan,suarakpkcyber.com,–Pemerintah Kabupaten Pasuruan terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong Industri Kecil dan Menengah (IKM) agar mampu berkembang dan naik kelas. Salah satunya melalui kegiatan opening seminar dan pelatihan IKM lokal yang digelar oleh Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Pasuruan di Gedung Diponegoro Bendomungal, Bangil, Minggu (8/2/2026).

Kegiatan yang digagas langsung oleh Kepala Diskoperindag Kabupaten Pasuruan, Taufiqul Ghony, ini dihadiri oleh Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo, Ketua PKK Kabupaten Pasuruan Mella Rusdi, sejumlah motivator IKM seperti King Abdi, Bayu, dan Novin, serta ratusan pelaku IKM dari berbagai sektor usaha.

Dalam sambutannya, Taufiqul Ghony menegaskan bahwa pelaku IKM harus memiliki mental pantang menyerah dan tidak cepat puas dengan pencapaian yang sudah diraih. Menurutnya, semangat mencoba, belajar, dan berinovasi menjadi kunci utama agar IKM bisa naik kelas dan berdaya saing.

“IKM harus terus mencoba dan mencoba lagi. Jangan cepat puas. Kalau ingin naik kelas, harus berani berkembang dan menciptakan peluang kerja baru,” ujarnya.

Ia optimistis melalui pelatihan dan pendampingan yang berkelanjutan, pelaku IKM di Kabupaten Pasuruan mampu meningkatkan kualitas produksi sekaligus memperluas pasar.

“Kegiatan ini bertujuan membantu IKM menjadi penguasa baru di sektor usahanya masing-masing, sekaligus meningkatkan kualitas dan daya saing produk lokal,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo yang akrab disapa Mas Rusdi mengapresiasi tingginya antusiasme peserta seminar. Ia menyebut kegiatan tersebut sebagai agenda perdana PCC (Pasuruan Creative Center) yang memiliki tujuan strategis bagi kemajuan IKM dan UMKM.

“Ini kegiatan pertama, dan mohon doanya agar PCC benar-benar bisa menjadi rumah bagi UKM dan IKM Pasuruan untuk bangkit, berkembang, dan naik kelas,” ungkapnya.

Mas Rusdi juga menyadari masih terdapat sejumlah kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan perdana ini. Namun, ia memastikan ke depan akan ada banyak agenda lanjutan yang lebih matang dan berdampak nyata.

“Kami mohon maaf bila masih ada kekurangan. Insyaallah ke depan akan terus kami sempurnakan,” katanya.

Ia menegaskan, PCC dihadirkan sebagai ruang belajar, bertumbuh, dan berkolaborasi bagi pelaku IKM dan UMKM. Syarat utama untuk berkembang, menurutnya, adalah kemauan untuk terus meningkatkan kapasitas diri.

“Terus upgrade ilmu. Pemerintah hadir menyiapkan ruang, menghadirkan narasumber, dan memfasilitasi sarana. Ini ikhtiar agar usaha panjenengan semua terus tumbuh,” tuturnya.

Mas Rusdi juga mengingatkan bahwa setiap pelaku usaha memiliki perjalanan sukses yang berbeda-beda.

“Tidak harus sukses seperti orang lain. Setiap orang punya jalan masing-masing. Yang penting sukses versi panjenengan sendiri. Pemerintah akan terus mendukung,” tegasnya.

Di sisi lain, motivator IKM King Abdi mengapresiasi kehadiran PCC sebagai wadah penguatan pelaku usaha lokal. Ia berharap kegiatan serupa dapat digelar secara rutin dan berkelanjutan.

“Pengusaha yang baik adalah yang tidak takut jatuh. Jangan minder karena keterbatasan. Mari bergerak, bangkit, dan keluar dari kemiskinan,” pesannya.

Manfaat kegiatan ini turut dirasakan oleh para peserta, salah satunya Rizal dan Sari, pasangan suami istri pelaku usaha kuliner. Mereka mengaku mendapatkan banyak wawasan baru yang sangat berguna bagi pengembangan usaha.

“Banyak pelajaran yang kami dapat. Kami jadi lebih termotivasi untuk terus berinovasi dan tidak mudah menyerah,” kata Rizal.

Ia juga menilai pengalaman dan kisah para narasumber menjadi penguat bagi pelaku usaha untuk bertahan dan mencari solusi di tengah berbagai tantangan.

“Kami berterima kasih kepada Pemkab Pasuruan yang sudah memberi ruang belajar bagi pelaku IKM,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Pasuruan kembali menegaskan peran strategis IKM dalam menggerakkan ekonomi daerah, mengangkat citra produk lokal, serta menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.(Usj)


TNI

Semarak Lomba Permainan Tradisional Warnai HUT ke-80 Persit Kartika Chandra Kirana.

 

Pemberian hadiah kepada pemenang lomba


Sorong,  Papua Barat Daya | suarakpkcyber.com - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Persit Kartika Chandra Kirana, Persit KCK Koorcab Rem 181 PD XVIII/Kasuari menggelar lomba permainan tradisional yang berlangsung meriah dan penuh kebersamaan, belum lama ini (08/02/2026).

Kegiatan ini dihadiri dan dipimpin langsung oleh Ibu Danrem 181/PVT selaku Ketua Persit Koorcabrem 181 PD XVIII/Kasuari Ny. Rini Slamet Riadi,beserta pengurus dan para ketua cabang persit kartika chandra kirana jajaran koorcab rem 181, Para Kasi Kasrem 181/PVT, Para Perwira Staf, Para Prajurit Jajaran Korem 181/PVT dan PNS Korem 181/PVT, dengan penuh semangat dan antusiasme.

Berbagai permainan tradisional seperti Gobak sodor, bentengan, bekel, congklak, menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus melestarikan budaya bangsa. Suasana penuh keceriaan dan kekompakan tampak mewarnai jalannya perlombaan dari awal hingga akhir kegiatan.

Dalam sambutannya, Ibu Danrem 181/PVT menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar perlombaan, tetapi menjadi sarana mempererat tali silaturahmi, memperkuat solidaritas, serta menumbuhkan semangat kebersamaan antaranggota Persit.

“Permainan tradisional yang kita laksanakan hari ini mengandung nilai kerja sama, sportivitas, dan semangat juang. Melalui momentum HUT ke-80 ini, saya berharap Persit semakin solid, kreatif, dan terus memberikan dukungan terbaik dalam mendampingi tugas suami sebagai prajurit TNI AD,” ujar beliau.

Lebih lanjut disampaikan bahwa di usia ke-80 tahun, Persit Kartika Chandra Kirana diharapkan semakin matang, tangguh, serta terus berkontribusi positif bagi satuan dan masyarakat.

Kegiatan ditutup Dengan Pembagian Hadiah Lomba Pemenang Tiap - tiap Lomba Tradisional tersebut dan Foto Bersama, Kegiatan yang penuh kegembiraan dan semangat kebersamaan, mencerminkan soliditas dan kekeluargaan yang kuat di lingkungan Persit KCK Koorcab Rem 181 PD XVIII/Kasuari.(dedi)