Tag Label

Kepolisian (3822) daerah (1041) Pemerintahan (559) Jurnalistik (418) Demontrasi (84) Lintas Opini (74) DPRD (71) Desa (62) RSUD (45) Kebakaran (34) KPU (30) Iklan (29) Mahasiswa (11) DPRD kota pasuruan (8) PDAM (5) Desperindag (4) DPR RI (2)

Iklan Natal dan Tahun Baru 2026 DPRD Kota Pasuruan

Iklan Natal dan Tahun Baru 2026 DPRD Kota Pasuruan
DPRD KOTA PASURUAN mengucapkan selamat Natal dan Tahun Baru 2026

Tranding Topic

Sidang Kasus Makam Winongan Masuki Agenda Persepsi, Dua Terdakwa Akui Perannya

Pasuruan,suarakpkcyber.com, – Sidang perkara perusakan Makam Winongan kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bangil, Senin (9/2/2026). Si...

Headline NewsLihat Semuanya

Sidang Kasus Makam Winongan Masuki Agenda Persepsi, Dua Terdakwa Akui Perannya

Pasuruan,suarakpkcyber.com,– Sidang perkara perusakan Makam Winongan kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bangil, Senin (9/2/2026). Sidang yang telah memasuki agenda ke-10 ini berfokus pada pembacaan persepsi dari dua terdakwa, yakni Gus Tom dan Gus Puja.

Dalam persidangan tersebut, masing-masing terdakwa menyampaikan pengakuan atas peran yang mereka lakukan dalam peristiwa perusakan makam yang sempat menghebohkan masyarakat Pasuruan.

Terdakwa pertama, Gus Tom, mengakui turut membantu aksi perusakan makam, meski menurutnya dilakukan dalam skala terbatas. Di hadapan majelis hakim, ia menjelaskan bahwa awalnya datang ke lokasi karena menerima undangan tahlilan dan istighotsah kubro di masjid dari Gus Kodari, yang diketahui sebagai orang dekat Gus Huda.

Namun, saat Gus Tom tiba di lokasi, kegiatan tahlilan tersebut telah selesai. Situasi mulai memanas ketika Gus Huda kemudian menyuruhnya menuju ke bagian belakang masjid. Di lokasi itu, Gus Tom melihat sejumlah orang tengah membongkar makam yang kondisinya sudah dalam keadaan rusak dan porak-poranda.

“Melihat kondisi tersebut, saya sempat membantu mendorong tiang makam menggunakan besi bekas pintu sebanyak tiga kali, tapi tidak sampai roboh. Setelah itu saya kembali ke masjid,” ujar Gus Tom dalam persidangan.

Sementara itu, terdakwa kedua, Gus Puja, juga mengakui keterlibatannya dalam kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa dirinya ikut melakukan orasi bersama Kepala Desa dan Gus Huda di hadapan massa.

Dalam orasi itu, kata Gus Puja, terdapat dua orang yang menggunakan pengeras suara, yakni Gus Huda dan Gus Son. Situasi semakin tak terkendali setelah Kepala Desa menyampaikan bahwa makam tersebut tidak memiliki izin, dan izin yang ada hanya untuk pembangunan jalan.

“Setelah itu massa sudah tidak bisa dibendung. Mereka naik ke genteng sambil menyanyikan yel-yel ‘bongkar… bongkar…’. Saya juga ikut membantu membongkar,” ungkap Gus Puja.

Di sisi lain, kuasa hukum Gus Tom, Ainun Na’im, menegaskan bahwa kliennya telah bersikap kooperatif dan secara terbuka mengakui kesalahannya selama proses hukum berlangsung. Ia menilai bahwa tindakan Gus Tom dilakukan karena mengikuti perintah pihak lain, tanpa adanya niat jahat secara pribadi.

“Ada beberapa hal yang kami harapkan menjadi pertimbangan majelis hakim, di antaranya usia klien kami yang masih muda, tidak memiliki catatan kriminal sebelumnya, serta sikap kooperatif selama persidangan,” ujar Ainun Na’im.

Sidang kasus Makam Winongan dijadwalkan akan berlanjut dengan agenda berikutnya sesuai dengan tahapan persidangan yang ditetapkan majelis hakim PN Bangil.(Usj)


Upaya menekan Kecelakaan Satlantas Polres Pasuruan Gelar Ramp Check Angkutan Umum di Terminal Pandaan

 


Pasuruan, suarakpkcyber.com – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pasuruan melaksanakan kegiatan ramp check terhadap angkutan umum di Terminal Pandaan, Kabupaten Pasuruan, pada Senin (9/2/2026) pagi.

Kegiatan ini bertujuan memastikan kelayakan kendaraan serta meningkatkan keselamatan penumpang angkutan umum.

Ramp check yang berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga 11.00 WIB tersebut melibatkan personel Satlantas Polres Pasuruan bersama pihak pengelola terminal. 

Sejumlah bus angkutan umum diperiksa secara menyeluruh, mulai dari kondisi teknis kendaraan hingga kelengkapan administrasi.

Kasat Lantas Polres Pasuruan, AKP Derie Fradesca, S.T.K., S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preventif kepolisian untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas, khususnya yang melibatkan angkutan umum.

“Ramp check ini kami lakukan untuk memastikan kendaraan angkutan umum benar-benar dalam kondisi laik jalan. Keselamatan penumpang menjadi prioritas utama, sehingga kendaraan yang memenuhi syarat kami berikan stiker layak jalan,” ujar AKP Derie Fradesca.

Selain pemeriksaan kendaraan, petugas juga memberikan arahan dan imbauan keselamatan kepada para pengemudi bus, agar selalu mematuhi aturan lalu lintas dan mengutamakan keselamatan selama berkendara.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ps. Kanit Kamsel Satlantas Polres Pasuruan Aipda Arifian Miftakhul Firdaus, S.H., tim Kamsel Satlantas, serta Kepala Terminal Pandaan, Maria. Rangkaian kegiatan diakhiri dengan foto bersama sebagai bentuk sinergi antara kepolisian dan pengelola terminal.

Sementara itu, Kapolres Pasuruan, AKBP Harto Agung Cahyono, menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan ramp check tersebut. Menurutnya, kegiatan ini sangat penting untuk menciptakan keamanan dan kenyamanan masyarakat pengguna transportasi umum.

“Kami mendukung penuh langkah Satlantas dalam melaksanakan ramp check. Ini merupakan bentuk kehadiran Polri dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya penumpang angkutan umum,” tegas AKBP Harto Agung Cahyono.

Kapolres juga menegaskan bahwa kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkala sebagai bagian dari komitmen Polres Pasuruan dalam meningkatkan keselamatan berlalu lintas di wilayah hukumnya.

Secara keseluruhan, kegiatan ramp check berjalan aman, lancar, dan tertib tanpa kendala berarti.

Pemkab Pasuruan Dorong IKM Naik Kelas Lewat Seminar dan Pelatihan PCC


Pasuruan,suarakpkcyber.com,–Pemerintah Kabupaten Pasuruan terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong Industri Kecil dan Menengah (IKM) agar mampu berkembang dan naik kelas. Salah satunya melalui kegiatan opening seminar dan pelatihan IKM lokal yang digelar oleh Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Pasuruan di Gedung Diponegoro Bendomungal, Bangil, Minggu (8/2/2026).

Kegiatan yang digagas langsung oleh Kepala Diskoperindag Kabupaten Pasuruan, Taufiqul Ghony, ini dihadiri oleh Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo, Ketua PKK Kabupaten Pasuruan Mella Rusdi, sejumlah motivator IKM seperti King Abdi, Bayu, dan Novin, serta ratusan pelaku IKM dari berbagai sektor usaha.

Dalam sambutannya, Taufiqul Ghony menegaskan bahwa pelaku IKM harus memiliki mental pantang menyerah dan tidak cepat puas dengan pencapaian yang sudah diraih. Menurutnya, semangat mencoba, belajar, dan berinovasi menjadi kunci utama agar IKM bisa naik kelas dan berdaya saing.

“IKM harus terus mencoba dan mencoba lagi. Jangan cepat puas. Kalau ingin naik kelas, harus berani berkembang dan menciptakan peluang kerja baru,” ujarnya.

Ia optimistis melalui pelatihan dan pendampingan yang berkelanjutan, pelaku IKM di Kabupaten Pasuruan mampu meningkatkan kualitas produksi sekaligus memperluas pasar.

“Kegiatan ini bertujuan membantu IKM menjadi penguasa baru di sektor usahanya masing-masing, sekaligus meningkatkan kualitas dan daya saing produk lokal,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo yang akrab disapa Mas Rusdi mengapresiasi tingginya antusiasme peserta seminar. Ia menyebut kegiatan tersebut sebagai agenda perdana PCC (Pasuruan Creative Center) yang memiliki tujuan strategis bagi kemajuan IKM dan UMKM.

“Ini kegiatan pertama, dan mohon doanya agar PCC benar-benar bisa menjadi rumah bagi UKM dan IKM Pasuruan untuk bangkit, berkembang, dan naik kelas,” ungkapnya.

Mas Rusdi juga menyadari masih terdapat sejumlah kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan perdana ini. Namun, ia memastikan ke depan akan ada banyak agenda lanjutan yang lebih matang dan berdampak nyata.

“Kami mohon maaf bila masih ada kekurangan. Insyaallah ke depan akan terus kami sempurnakan,” katanya.

Ia menegaskan, PCC dihadirkan sebagai ruang belajar, bertumbuh, dan berkolaborasi bagi pelaku IKM dan UMKM. Syarat utama untuk berkembang, menurutnya, adalah kemauan untuk terus meningkatkan kapasitas diri.

“Terus upgrade ilmu. Pemerintah hadir menyiapkan ruang, menghadirkan narasumber, dan memfasilitasi sarana. Ini ikhtiar agar usaha panjenengan semua terus tumbuh,” tuturnya.

Mas Rusdi juga mengingatkan bahwa setiap pelaku usaha memiliki perjalanan sukses yang berbeda-beda.

“Tidak harus sukses seperti orang lain. Setiap orang punya jalan masing-masing. Yang penting sukses versi panjenengan sendiri. Pemerintah akan terus mendukung,” tegasnya.

Di sisi lain, motivator IKM King Abdi mengapresiasi kehadiran PCC sebagai wadah penguatan pelaku usaha lokal. Ia berharap kegiatan serupa dapat digelar secara rutin dan berkelanjutan.

“Pengusaha yang baik adalah yang tidak takut jatuh. Jangan minder karena keterbatasan. Mari bergerak, bangkit, dan keluar dari kemiskinan,” pesannya.

Manfaat kegiatan ini turut dirasakan oleh para peserta, salah satunya Rizal dan Sari, pasangan suami istri pelaku usaha kuliner. Mereka mengaku mendapatkan banyak wawasan baru yang sangat berguna bagi pengembangan usaha.

“Banyak pelajaran yang kami dapat. Kami jadi lebih termotivasi untuk terus berinovasi dan tidak mudah menyerah,” kata Rizal.

Ia juga menilai pengalaman dan kisah para narasumber menjadi penguat bagi pelaku usaha untuk bertahan dan mencari solusi di tengah berbagai tantangan.

“Kami berterima kasih kepada Pemkab Pasuruan yang sudah memberi ruang belajar bagi pelaku IKM,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Pasuruan kembali menegaskan peran strategis IKM dalam menggerakkan ekonomi daerah, mengangkat citra produk lokal, serta menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.(Usj)


TNI

Semarak Lomba Permainan Tradisional Warnai HUT ke-80 Persit Kartika Chandra Kirana.

 

Pemberian hadiah kepada pemenang lomba


Sorong,  Papua Barat Daya | suarakpkcyber.com - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Persit Kartika Chandra Kirana, Persit KCK Koorcab Rem 181 PD XVIII/Kasuari menggelar lomba permainan tradisional yang berlangsung meriah dan penuh kebersamaan, belum lama ini (08/02/2026).

Kegiatan ini dihadiri dan dipimpin langsung oleh Ibu Danrem 181/PVT selaku Ketua Persit Koorcabrem 181 PD XVIII/Kasuari Ny. Rini Slamet Riadi,beserta pengurus dan para ketua cabang persit kartika chandra kirana jajaran koorcab rem 181, Para Kasi Kasrem 181/PVT, Para Perwira Staf, Para Prajurit Jajaran Korem 181/PVT dan PNS Korem 181/PVT, dengan penuh semangat dan antusiasme.

Berbagai permainan tradisional seperti Gobak sodor, bentengan, bekel, congklak, menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus melestarikan budaya bangsa. Suasana penuh keceriaan dan kekompakan tampak mewarnai jalannya perlombaan dari awal hingga akhir kegiatan.

Dalam sambutannya, Ibu Danrem 181/PVT menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar perlombaan, tetapi menjadi sarana mempererat tali silaturahmi, memperkuat solidaritas, serta menumbuhkan semangat kebersamaan antaranggota Persit.

“Permainan tradisional yang kita laksanakan hari ini mengandung nilai kerja sama, sportivitas, dan semangat juang. Melalui momentum HUT ke-80 ini, saya berharap Persit semakin solid, kreatif, dan terus memberikan dukungan terbaik dalam mendampingi tugas suami sebagai prajurit TNI AD,” ujar beliau.

Lebih lanjut disampaikan bahwa di usia ke-80 tahun, Persit Kartika Chandra Kirana diharapkan semakin matang, tangguh, serta terus berkontribusi positif bagi satuan dan masyarakat.

Kegiatan ditutup Dengan Pembagian Hadiah Lomba Pemenang Tiap - tiap Lomba Tradisional tersebut dan Foto Bersama, Kegiatan yang penuh kegembiraan dan semangat kebersamaan, mencerminkan soliditas dan kekeluargaan yang kuat di lingkungan Persit KCK Koorcab Rem 181 PD XVIII/Kasuari.(dedi)

Putus Rantai Tengkulak, Polres Pasuruan Dukung KUR dan Serapan Jagung Petani



Pasuruan, suarakpkcyber.com – Polri terus memperkuat ketahanan pangan nasional dengan memutus rantai tengkulak dan memperluas akses pembiayaan bagi petani jagung. Upaya tersebut dilakukan melalui fasilitasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) serta penyerapan hasil panen petani oleh Perum Bulog dengan harga sesuai ketentuan pemerintah.

Komitmen ini ditegaskan dalam rapat koordinasi Polri bersama Kementerian Pertanian, Perum Bulog, BPK, Asosiasi Pabrik Pakan Ternak, dan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yang digelar di Mabes Polri, Jumat (6/2).

Rapat diikuti seluruh gugus tugas ketahanan pangan Polda se-Indonesia secara daring dan dipimpin Karobinkar SSDM Polri Brigjen Langgeng Purnomo selaku Wakil Posko Gugus Tugas Ketahanan Pangan.

Brigjen Langgeng mengatakan, rakor digelar sebagai langkah konsolidasi dan evaluasi kinerja tahun sebelumnya, sekaligus menyiapkan strategi penguatan ekosistem pertanian jagung pada 2026.

“Kami melaksanakan analisa dan evaluasi hasil kinerja tahun sebelumnya. Indonesia berhasil tanpa impor jagung pakan ternak pada 2025, sehingga rapat ini menjadi momentum memperkuat kolaborasi agar capaian tersebut dapat dipertahankan dan ditingkatkan pada 2026,” ujarnya.

Di sisi hulu, Polri berperan sebagai penghubung antara kelompok tani dan perbankan untuk mengatasi kendala permodalan. Melalui skema KUR yang melibatkan Himbara, petani jagung didorong kembali menanam dan memperluas lahan. Di Jawa Barat, seperti di wilayah Nagreg dan Ciamis, petani telah memanfaatkan fasilitas kredit tersebut.

Senior Vice President BRI Danang Andi Wijanarko yang mewakili Himbara menyampaikan, pada 2026 BRI menyiapkan plafon pembiayaan KUR Mikro sebesar Rp180 triliun untuk sektor pertanian, termasuk ekosistem jagung pakan ternak.

Sementara di hilir, Polri bersama Perum Bulog memastikan hasil panen petani terserap dengan harga layak. Pengadaan jagung Bulog tahun 2026 menargetkan 1 juta ton untuk cadangan pangan pemerintah, dengan harga Rp6.400 per kilogram sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

“Fokus kami menjaga agar harga jagung di tingkat petani minimal sesuai HPP. Di sejumlah wilayah, termasuk Jawa Barat dan Kalimantan Selatan, kolaborasi ini sudah berjalan dengan harga Rp6.400 per kilogram,” kata Brigjen Langgeng.

Di Kabupaten Pasuruan, Polres Pasuruan turut mendukung penuh program ketahanan pangan tersebut melalui pendampingan dan pengawalan terhadap petani jagung.

Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono mengatakan, pihaknya siap menjadi penghubung antara petani, perbankan, dan Bulog agar petani tidak lagi bergantung pada tengkulak.

“Kami di Polres Pasuruan mendukung penuh program ketahanan pangan Polri. Petani jagung harus mendapatkan akses modal yang mudah serta kepastian harga saat panen. Dengan pendampingan yang tepat, kami berharap kesejahteraan petani meningkat dan produksi jagung di Pasuruan terus bertambah,” ujar AKBP Harto.

Menurutnya, pengawalan dari hulu ke hilir menjadi kunci agar program KUR dan penyerapan hasil panen benar-benar dirasakan manfaatnya oleh petani.

Program ketahanan pangan ini juga diarahkan untuk mengoptimalkan lahan tidur, meningkatkan produksi jagung nasional, serta mendorong kemandirian petani. Dengan manajemen usaha yang baik, petani diharapkan mampu mengembalikan pinjaman tepat waktu dan meningkatkan taraf hidup secara berkelanjutan.

Melalui sinergi lintas sektor tersebut, Polri menargetkan ekosistem pertanian jagung pakan ternak semakin kuat dan berkontribusi nyata terhadap ketahanan pangan nasional, termasuk di wilayah Kabupaten Pasuruan. (Usj)

Kepengurusan PWI Teluk Bintuni Mandek, PWI Pusat Diminta Turun Tangan.

 


Teluk Bintuni, Papua | suarakpkcyber.com – Kepengurusan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Teluk Bintuni dinilai mandek dan tidak berjalan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi. 

Kondisi ini memicu desakan dari sejumlah anggota PWI yang ada di Papua Barat Daya lebih khususnya PWI yang ada di Kabupaten Teluk Bintuni. 

Organisasi tersebut meminta agar PWI Pusat segera turun tangan dalam kepengurusan (AD/ART) nya.

Menurut mereka, Masa bakti kepengurusan PWI Teluk Bintuni periode 2022–2025 diketahui telah berakhir pada September 2025. 

Dan kepengurusan tersebut kemudian diperpanjang hingga Desember 2025 oleh PWI Papua Barat dengan alasan untuk melaksanakan Konferensi Cabang (Konfercab) guna memilih pengurus periode 2025–2028.

Namun hingga kini, Konfercab tersebut belum juga dilaksanakan. Bahkan, beredar informasi bahwa masa kepengurusan kembali diperpanjang hingga 2 Maret 2026 tanpa mekanisme organisasi yang jelas.

Situasi ini menimbulkan pertanyaan di kalangan anggota PWI Teluk Bintuni.

“Kondisi ini sangat janggal dan memicu kecurigaan adanya penyimpangan dalam pengelolaan organisasi,” keluh salah satu anggota PWI Teluk Bintuni yang enggan disebutkan namanya.

Ia juga berharap dan menekankan agar PWI Pusat harus bersikap tegas dalam menegakkan AD/ART organisasi. 

Menurutnya Kepengurusan daerah, seharusnya berjalan sesuai aturan dan tidak boleh diperpanjang secara sepihak tanpa dasar yang sah.

Lanjut, Selain itu akan muncul kekhawatiran bahwa organisasi profesi wartawan ini dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu, khususnya terkait pengelolaan dana hibah dan proposal kegiatan yang bersumber dari pemerintah daerah.

“Jangan sampai PWI dijadikan alat untuk menguras uang negara dengan dalih organisasi. Jika tidak transparan, ini berpotensi menimbulkan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN),” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa pengurus PWI wajib memahami aturan organisasi serta menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik (KEJ). 

Jika ditemukan indikasi penyalahgunaan dana atau ketidak transparanan anggaran, persoalan ini berpotensi dilaporkan kepada aparat penegak hukum.

Karena itu, Ketua Umum PWI Pusat periode 2025–2030, Akhmad Munir, yang terpilih dalam Kongres Persatuan PWI di Cikarang pada 30 Agustus 2025, bersama Dewan Kehormatan PWI Pusat, termasuk Atal Depari selaku mantan Ketua Umum PWI Pusat, diminta segera mengevaluasi kinerja PWI Papua Barat, khususnya PWI Kabupaten Teluk Bintuni.

Langkah tegas dari PWI Pusat dinilai penting untuk memastikan organisasi berjalan sesuai prinsip profesionalisme, transparansi, dan integritas, serta menjaga marwah PWI agar tidak tercoreng oleh dugaan praktik-praktik yang bertentangan dengan nilai-nilai jurnalistik.(dedi/tim)

Hari Jadi ke-340 Kota Pasuruan Dirayakan Penuh Warna, Kirab Budaya Jadi Simbol Kebersamaan Warga

Pasuruan,suarakpkcyber.com,– Semangat kebersamaan mewarnai peringatan Hari Jadi ke-340 Kota Pasuruan yang digelar melalui Kirab Hari Jadi di kawasan Taman Harmoni, Minggu (8/2/2026). Sejak pagi hari, ribuan warga tampak antusias memadati lokasi untuk menyaksikan rangkaian acara yang menandai usia Kota Pasuruan yang telah melampaui tiga abad.

Kirab budaya menjadi pusat perhatian masyarakat. Beragam tampilan seni, budaya lokal, serta partisipasi warga dari berbagai kalangan memperlihatkan kuatnya nilai persatuan yang terus dijaga. Tema peringatan tahun ini, “Guyub Rukun Bareng-bareng Mbangun Pasuruan Kutho Anugrah,” tercermin nyata melalui keterlibatan aktif masyarakat dalam setiap rangkaian kegiatan.

Suasana perayaan semakin semarak dengan kehadiran pelawak senior Kirun dan Kadir. Aksi mereka di atas panggung sukses menghibur warga dan menciptakan suasana hangat penuh tawa, menjadikan peringatan hari jadi tidak hanya sarat makna sejarah, tetapi juga dekat dengan hiburan rakyat.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Pasuruan turut menghadirkan bazar UMKM dengan konsep jajanan tempo dulu. Aneka makanan tradisional dibagikan secara gratis kepada pengunjung, sekaligus menjadi sarana memperkenalkan kembali kuliner khas lokal. Kegiatan ini dipadukan dengan pelaksanaan Car Free Day dan Car Free Night, sehingga ruang publik dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat.

Beragam penampilan turut menyita perhatian pengunjung, salah satunya atraksi Polisi Cilik (Pocil) dari Sekolah Rakyat yang mendapat sambutan meriah. Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada atlet-atlet berprestasi sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam membawa nama baik Kota Pasuruan di tingkat regional maupun nasional.

Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, S.TP., M.Si., menyampaikan bahwa peringatan Hari Jadi ke-340 bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum penting untuk melihat kembali perjalanan pembangunan Kota Pasuruan.

“Perjalanan panjang selama 340 tahun ini patut kita syukuri bersama. Namun, masih banyak tantangan yang perlu dihadapi dan diselesaikan secara gotong royong,” ungkapnya.

Menurutnya, semangat guyub rukun harus terus dijaga dan diterjemahkan dalam pembangunan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Ia menegaskan bahwa kemajuan kota tidak bisa dicapai hanya oleh pemerintah, tetapi memerlukan peran aktif warga.

“Hari jadi ini milik seluruh masyarakat Kota Pasuruan. Dengan kebersamaan, kita bisa menjadikan Pasuruan sebagai kota yang memberi manfaat dan keberkahan bagi semua,” tegasnya.

Dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-340, Pemkot Pasuruan juga sebelumnya menggelar sarasehan terkait Peraturan Wali Kota mengenai pakaian khas daerah. Busana tersebut digali dari nilai-nilai sejarah dan terinspirasi dari sosok Untung Suropati, kemudian ditetapkan sebagai identitas daerah setelah melalui kajian mendalam.

“Ini bukan hanya soal pakaian, tetapi simbol jati diri dan kebanggaan daerah yang berangkat dari sejarah panjang Kota Pasuruan,” tambahnya.

Sepanjang peringatan Hari Jadi ke-340, tercatat sekitar 40 kegiatan digelar dengan melibatkan partisipasi luas masyarakat. Meski dilaksanakan di tengah keterbatasan anggaran, Pemerintah Kota Pasuruan menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan pelayanan publik dan memperkuat kemandirian daerah.

Rangkaian kirab dan kegiatan Hari Jadi diharapkan mampu menumbuhkan rasa memiliki masyarakat terhadap Kota Pasuruan serta memperkuat nilai gotong royong sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan ke depan.

Acara tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Pasuruan, Ketua TP PKK Kota Pasuruan, Sekretaris Daerah, jajaran Forkopimda, Ketua dan Anggota DPRD Kota Pasuruan, kepala perangkat daerah, camat, lurah, serta tokoh masyarakat dan pemuda.(Usj)


Laznas BMH Dukung Tarhib Ramadhan 1447 H, Zakat dan Sedekah Dorong Pendidikan Umat di Kudus



Kudus, suarakpkcyber.com - Laznas BMH (Baitul Maal Hidayatullah) mendukung pelaksanaan Tarhib Ramadhan 1447 H sekaligus silaturahim dai di Pondok Pesantren Hidayatullah Kudus, Jumat (6/2/2025). Dukungan tersebut menjadi wujud nyata peran zakat, infak, dan sedekah dalam memperkuat pembinaan keilmuan serta karakter umat.

Kegiatan ini dihadiri ratusan dai, guru ngaji, dan santri Hidayatullah. Ustadz Masrukhin Ali Syafi’i, S.Ag., M.Pd., Anggota Dewan Murabbi Wilayah Hidayatullah Jawa Tengah, hadir sebagai pemateri utama. Ia menjelaskan bahwa Ramadhan merupakan sarana pendidikan ilahiah yang membentuk pribadi bertakwa melalui sistem ibadah yang terstruktur.

Ketua DPD Hidayatullah Kudus, Ustadz Achmad Machbub, menyampaikan apresiasi atas dukungan Laznas BMH dan Amal Usaha Hidayatullah. Menurutnya, sinergi lembaga dan donatur memungkinkan terselenggaranya kegiatan edukatif yang bermanfaat bagi masyarakat.

Menghadirkan Program yang Mencedaskan

Koordinator BMH Kudus, Eko Kusniyanto, menegaskan bahwa keterlibatan BMH tidak hanya sebagai sponsor, tetapi juga sebagai bagian dari panitia pelaksana. Ia menyebutkan bahwa dana zakat, infak, dan sedekah dari para donatur menjadi sarana strategis untuk menghadirkan program pembinaan yang mencerdaskan umat.

“Dukungan donatur menghadirkan ruang belajar bagi para dai dan santri. Ini menunjukkan bahwa kebaikan yang ditunaikan melalui zakat dan sedekah mampu memperkuat dakwah sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan,” ujarnya.

Melalui kegiatan Tarhib Ramadhan ini, Pesantren Hidayatullah Kudus berharap para peserta semakin siap menyambut Ramadhan dengan bekal ilmu dan semangat berbagi.

Program seperti ini menjadi bukti bahwa filantropi Islam tidak hanya membantu secara materi, tetapi juga membangun kesadaran, pengetahuan, dan akhlak masyarakat menuju kehidupan yang lebih baik.

Menariknya, narasi tentang filantropi sering berada di persimpangan antara spiritualitas dan manajemen sosial. Ketika lembaga mampu mengubah “donasi” menjadi “ekosistem belajar”, di situlah zakat dan sedekah berhenti menjadi angka dan berubah menjadi gerak peradaban yang sunyi tapi nyata. (Ihw)

Pasuruan Creative Center Segera Beroperasi, Pemkab Siapkan Pusat Baru Pengembangan IKM dan Ekonomi Kreatif

Pasuruan ,suarakpkcyber.com,– Pemerintah Kabupaten Pasuruan terus mematangkan kehadiran Pasuruan Creative Center (PCC) sebagai fasilitas strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif daerah. Revitalisasi gedung yang sebelumnya dikenal sebagai Bangkodir kini telah memasuki tahap akhir dan ditargetkan dapat segera difungsikan untuk masyarakat, khususnya pelaku IKM dan UKM.

Melalui Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag), Pemkab Pasuruan memastikan bahwa proses pembenahan gedung berjalan sesuai rencana. Saat ini, capaian pengerjaan disebut telah melampaui tiga perempat dari total pekerjaan, dengan fokus pada penyempurnaan fasilitas dan kesiapan operasional.

Kepala Diskoperindag Kabupaten Pasuruan, Taufikhul Ghony, menyampaikan bahwa PCC dirancang bukan hanya sebagai bangunan fisik, tetapi sebagai ruang kolaborasi dan inkubator bagi pelaku usaha kreatif lokal.

“Konsepnya adalah menghadirkan satu pusat aktivitas yang bisa dimanfaatkan pelaku IKM dan UKM untuk belajar, berkreasi, hingga memasarkan produknya secara lebih modern,” ujarnya, Sabtu (7/2/2026).

Ghony menuturkan, pengembangan PCC sejak awal diarahkan untuk menjawab kebutuhan pelaku usaha di tengah perubahan pola pemasaran yang kini semakin bergeser ke ranah digital. Oleh karena itu, berbagai fasilitas pendukung disiapkan, mulai dari ruang produksi konten, studio foto produk, hingga area pelatihan dan pendampingan usaha.

Tak hanya fasilitas, Diskoperindag juga menyiapkan tenaga pendukung yang kompeten. Sejumlah konten kreator bersertifikat telah disiapkan untuk membantu promosi produk unggulan daerah agar lebih dikenal luas melalui platform digital.

Pada tahun anggaran 2026, Pemkab Pasuruan kembali mengucurkan dana ratusan juta rupiah untuk memastikan seluruh fasilitas PCC dapat berfungsi optimal. Anggaran tersebut difokuskan pada pekerjaan finishing, penyempurnaan interior, serta penataan lingkungan sekitar gedung.

“Selain gedung utama, kami juga menaruh perhatian pada kawasan sekitarnya. Mulai dari sentra kuliner hingga elemen pendukung lain akan ditata agar PCC benar-benar menjadi pusat aktivitas ekonomi kreatif,” jelas Ghony.

Dengan dukungan fasilitas, SDM, dan konsep pengembangan yang terintegrasi, Diskoperindag optimistis Pasuruan Creative Center akan menjadi motor baru penggerak ekonomi daerah. Keberadaan PCC diharapkan mampu membuka peluang usaha, meningkatkan kualitas produk lokal, serta mempercepat transformasi IKM dan UKM di Kabupaten Pasuruan agar lebih berdaya saing.(Usj)


 

Mensos Gus Ipul Sosialisasikan DTSEN di Pasuruan, Tekankan Akurasi Data demi Bansos Tepat Sasaran


 Pasuruan,suarakpkcyber.com,– Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf, kembali melakukan kunjungan kerja ke wilayah Pasuruan pada Sabtu (7/2/2026). Dalam agenda tersebut, Mensos yang akrab disapa Gus Ipul ini menyosialisasikan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial Elektronik Nasional (DTSEN) kepada masyarakat dan jajaran pemerintah daerah Kabupaten Pasuruan.

Kegiatan sosialisasi berlangsung di Gedung Diponegoro, Kelurahan Bendomungal, Kecamatan Bangil. Gus Ipul hadir didampingi Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Robben Rico serta Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Supomo.

Kedatangan Mensos disambut langsung oleh Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asrori, Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo, Sekretaris Daerah Kabupaten Pasuruan Yudha Triwidya Sasongko, unsur Forkopimda Kota dan Kabupaten Pasuruan, serta para pemangku kepentingan lainnya.

Dalam sambutannya, Gus Ipul menegaskan bahwa kunci utama agar bantuan sosial benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak adalah akurasi data. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah kabupaten, kecamatan, desa, hingga para pendamping sosial, untuk terus memperkuat konsolidasi data bersama Badan Pusat Statistik (BPS).

“Kalau datanya akurat, maka program yang kita jalankan pasti tepat sasaran. Karena itu kami mendorong camat, kepala desa, perangkat, dan pendamping agar terus berkoordinasi dengan BPS,” ujar Gus Ipul.

Ia menjelaskan, pemutakhiran data DTSEN dilakukan secara berkelanjutan setiap hari oleh pemerintah bersama BPS. Langkah tersebut diambil untuk menyesuaikan data dengan kondisi riil di lapangan, mengingat masih ditemukan bantuan sosial yang belum sepenuhnya tepat sasaran akibat data yang belum diperbarui.

“Dengan konsolidasi yang terus-menerus, saya optimistis ke depan data kita akan semakin valid dan bisa diandalkan,” tambahnya.

Gus Ipul juga menyampaikan bahwa sosialisasi DTSEN menjadi momentum penting untuk menegaskan keterbukaan pemerintah terhadap partisipasi publik. Hal ini sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 yang menekankan bahwa tidak boleh ada keluarga atau individu yang membutuhkan perlindungan sosial namun tidak tercatat dalam sistem.

“Tidak ada lagi ruang untuk menutup-nutupi data. Masyarakat justru kita libatkan untuk ikut memperbaiki dan memutakhirkan DTSEN, termasuk melalui digitalisasi penyaluran bantuan sosial,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asrori menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Pasuruan menyambut positif pembaruan sistem DTSEN. Menurutnya, data yang akurat menjadi instrumen penting dalam menciptakan efisiensi anggaran, baik di tingkat daerah maupun pusat.

“DTSEN ini bukan sekadar data statistik, tapi menjadi dasar perencanaan yang terukur dan solusi jangka panjang untuk mengakhiri persoalan bansos yang kerap salah sasaran,” kata Shobih.

Ia juga menyinggung masih ditemukannya kasus warga yang tergolong mampu namun tercatat sebagai penerima bantuan sosial. Untuk itu, Pemkab Pasuruan berkomitmen mendukung penuh proses verifikasi dan validasi data di lapangan agar berjalan jujur dan bebas dari intervensi.

“Atas nama Bupati Pasuruan, kami mendukung penuh langkah Kemensos dalam konsolidasi data ini. Harapannya, bantuan benar-benar diterima oleh yang berhak, dan masyarakat pun merasa lebih adil serta tenang,” pungkasnya.(Usj)


Polres Pasuruan Ikuti Rapat Terpadu Kesiapan Operasi Ketupat 2026

Pasuruan,suarakpkcyber.com,– Polres Pasuruan turut mengikuti kegiatan Rapat Survey dan Penelitian Lapangan Terpadu Kesiapan Operasi Ketupat 2026 yang diselenggarakan oleh Ditlantas Polda Jawa Timur, bertempat di Ruang Wirapratama Ditlantas Polda Jawa Timur, Jumat (6/2/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Dirkamsel Korlantas Polri dan dihadiri oleh pejabat utama Ditlantas Polda Jawa Timur, jajaran Kasatlantas wilayah Polda Jatim, serta perwakilan instansi terkait seperti Jasa Raharja, Dinas Perhubungan, PU Bina Marga, dan Dinas Kesehatan.

Polres Pasuruan hadir sebagai bagian dari jajaran kewilayahan yang akan melaksanakan Operasi Ketupat 2026, guna memastikan kesiapan pengamanan arus mudik dan balik Lebaran di wilayah hukum Polres Pasuruan.

Dalam rapat tersebut dibahas berbagai strategi pengamanan, mulai dari pengaturan lalu lintas, penanganan titik rawan kemacetan dan kecelakaan, kesiapan sarana prasarana, hingga sinergitas lintas sektor dalam mendukung kelancaran Operasi Ketupat tahun 2026.

Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono menyampaikan bahwa Polres Pasuruan siap mendukung penuh pelaksanaan Operasi Ketupat dengan mengedepankan pelayanan dan keselamatan masyarakat.

“Polres Pasuruan siap melaksanakan Operasi Ketupat 2026 secara maksimal. Kami akan mengedepankan langkah preventif, pengaturan arus lalu lintas, serta sinergi dengan seluruh stakeholder agar masyarakat dapat melaksanakan mudik dan perayaan Idul Fitri dengan aman, nyaman, dan lancar,” ujar AKBP Harto Agung Cahyono.

Lebih lanjut, Kapolres menegaskan bahwa jajarannya akan fokus pada pengamanan jalur utama maupun jalur alternatif, kesiapan personel di lapangan, serta optimalisasi pos pelayanan dan pos pengamanan sesuai karakteristik wilayah Pasuruan.

Sementara itu, Kasatlantas Polres Pasuruan menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan langkah awal berupa pemetaan jalur, kesiapan personel, serta koordinasi dengan instansi terkait guna mengantisipasi potensi kepadatan arus lalu lintas selama masa Lebaran.

Rapat ini diharapkan menjadi dasar pengambilan kebijakan dan langkah strategis dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, sehingga pengamanan arus mudik dan balik di wilayah Jawa Timur, khususnya Kabupaten Pasuruan, dapat berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif.(Usj)