DPRD Kota Pasuruan Mengucapkan: Selamat Memperingati Hari Pahlawan - 10 November 2026 -
Oleh : Abdullah Amas (Pendiri GHPI /Gerakan Haluan Pemuda Islam) dan MADAS-APN/Majelis Madura Asli-Aliansi Pemuda Nasional, Ketua Majelis Syuro Pengurus Besar GHPI /Gerakan Haluan Pemuda Islam dan Pembina DPP MADAS-APN /Majelis Madura Asli-Aliansi Pemuda Nasional)
Apakah Prabowo ini udah tau mimpi Muhammad Qasim gk sih? Karna program²nya seperti sedang bersiap utk menghadapi perang.
PRABOWO Membeli Aluista Militer Jor-joran banyak jet tempur, kapal induk dsb. Swasembada Pangan sudah tercapai di 8 komoditas, swasembada energi, dan Solar sudah tidak mpor lagi, tinggal bensin yang sekarang di kejar biar gk impor lagi dengan Membangun pabrik-pabrik minyak dan etanol.
Program MBG, bisa juga nanti menjadi dapur-dapur darurat karna sudah tersebar di setiap wilayah.
Mungkinkah Indonesia ini seperti negara Mesir pd zaman Nabi Yusuf AS. Dimana Mesir Menjadi Pusat Perbendaharaan Global kala negara-negara sekitar alami krisis pangan yang parah mereka ke Mesir yang sudah mempersiapkan "Kantong Pangan" berkat Al-Mubasyirat yang dialami Nabi Yusuf Allahu a'lam.
Yang pasti Pesan Al-Mubasyirat Mimpi Muhammad Qasim tentang peristiwa masa depan satu persatu terjadi. Seperti terwujudnya 3 Benteng Islam diantaranya Aliansi Turki, Pakistan dan Saudi dan penyebutan kakak adik antar India dan Israel
Ya,Langkah masif Presiden Prabowo Subianto memperkuat pertahanan dan memacu swasembada pangan serta energi memicu beragam spekulasi. Di balik kebijakan strategis negara, sebagian publik mengaitkannya dengan fenomena spiritual dan nubuat masa depan.
Langkah politik dan ekonomi yang diambil Presiden Prabowo Subianto belakangan ini menghadirkan ritme yang presisi sekaligus agresif. Di lini pertahanan, belanja alutsista berjalan tanpa henti: pengadaan jet tempur generasi mutakhir, armada kapal perang utama, hingga wacana penguatan logistik bahari skala besar.
Di saat bersamaan, pergerakan di sektor ketahanan nasional tak kalah masif. Program swasembada pangan bergerak cepat hingga mengamankan komoditas penting, sementara ketergantungan pada impor energi terus ditekan lewat hilirisasi biofuel dan pembangunan kilang etanol secara terintegrasi. Bahkan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang jaringannya meluas hingga ke pelosok pelosok daerah, oleh sejumlah pengamat pertahanan kerap dipandang memiliki fungsi ganda: tak sekadar pemenuhan gizi, melainkan infrastruktur logistik dan dapur darurat di masa krisis.
Strategi ini memantik diskursus yang tidak biasa di tengah masyarakat. Apakah Indonesia sedang menjalankan skenario taktis mirip era Mesir kuno di zaman Nabi Yusuf AS—menimbun cadangan dan membangun benteng sebelum paceklik serta konflik meluas?
Antara Geopolitik dan Nubuat
Di luar analisis rasional para pengamat geopolitik, bermunculan narasi yang menghubungkan akselerasi kebijakan ini dengan Al-Mubasyirat—fenomena mimpi spiritual Muhammad Qasim yang banyak diperbincangkan di media sosial. Beberapa poin yang disorot publik antara lain:
Kesiapsiagaan Pertahanan: Belanja militer dan penguatan sektor pangan-energi dianggap menyerupai persiapan menghadapi ekskalasi konflik global yang diprediksikan dalam berbagai narasi akhir zaman.
Jaringan Logistik Nasional: Keberadaan unit-unit dapur MBG di seluruh pelosok wilayah dinilai tak ubahnya sistem distribusi logistik terdesentralisasi yang siap dikonversi menjadi pos penyokong dalam situasi darurat.
Dinamika Aliansi Global: Terjalinnya hubungan strategis dan retorika politik di kawasan Asia Selatan, Timur Tengah, hingga Mediterania yang dinilai paralel dengan gambaran peta perpolitikan internasional dalam pesan-pesan tersebut.
Apakah Presiden Prabowo secara personal mengetahui atau mempertimbangkan narasi spiritual ini? Tidak ada dokumen resmi atau pernyataan istana yang mengonfirmasinya. Bagi lingkaran pembuat kebijakan, seluruh langkah geopolitik dan ketahanan pangan-energi yang diambil murni berdasar pada doktrin pertahanan aktif serta kalkulasi risiko ancaman global yang kian dinamis.
Namun bagi sebagian masyarakat, bertemunya kalkulasi politik negara dengan pola-pola yang diyakini dalam narasi masa depan menjadi fenomena tersendiri. Pada akhirnya, terlepas dari ada atau tidaknya kaitan spiritual di balik kebijakan tersebut, kesiapsiagaan pangan, energi, dan militer tetap menjadi benteng terdepan suatu bangsa dalam menghadapi ketidakpastian dunia. Wallahu a'lam. (Ihw)
Kudus, suarakpkcyber.com– Dalam rangka memperingati 36th Anniversary, Avoca Adventure Team menggandeng LAZNAS Baitul Maal Hidayatullah (BMH) menggelar kegiatan sosial berupa donor darah, pengobatan gratis, dan pembagian sembako bagi masyarakat. Kegiatan berlangsung di Base Camp Avoca Adventure Team, Mejobo, Kudus, pada Sabtu (7/11/2026).
Kegiatan yang diikuti kurang lebih 100 warga sekitar Mejobo ini menjadi momentum istimewa bagi Avoca Adventure Team untuk merayakan hari jadinya dengan berbagi manfaat dan kepedulian kepada masyarakat.
Rangkaian acara diawali dengan layanan pengobatan gratis bagi warga,yang di laksanakan dari tim UPTD Puskesmas Jepang, dilanjutkan dengan pembagian sembako kepada masyarakat yang membutuhkan. Selain itu, kegiatan donor darah juga menjadi salah satu agenda utama sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, khususnya bagi mereka yang membutuhkan bantuan darah.
Suasana semakin meriah dengan hadirnya hiburan stand up comedy yang memberikan nuansa kebersamaan dan kegembiraan bagi para peserta.
Ketua Avoca Adventure Team, Ahmad Fauzi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan anniversary kali ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga momentum untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial.
Mengusung tema “Dari Alam Tumbuh Kepedulian, dari Kepedulian Tumbuh Kebijaksanaan,” Avoca ingin menegaskan bahwa kedekatan dengan alam harus mampu melahirkan kepedulian terhadap sesama manusia.
Menurutnya, semangat kebersamaan dan kepedulian sosial menjadi bagian penting dari perjalanan Avoca Adventure Team. Melalui kegiatan ini, Avoca berharap dapat terus memberikan kontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.
Sementara itu, Koordinator LAZNAS BMH, Eko Kusniyanto, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin bersama Avoca Adventure Team dalam menyelenggarakan kegiatan sosial tersebut.
Ia mengungkapkan bahwa kegiatan donor darah dan pengobatan gratis merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kita berharap semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat. Donor darah merupakan aksi kemanusiaan yang sangat berarti, sementara pengobatan gratis menjadi ikhtiar bersama untuk membantu masyarakat mendapatkan layanan kesehatan,” ungkap Eko Kusniyanto.
Kolaborasi Avoca Adventure Team dan LAZNAS BMH ini menjadi bukti bahwa komunitas dan lembaga sosial dapat bersinergi dalam menghadirkan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Peringatan 36th Anniversary Avoca Adventure Team pun tidak sekadar menjadi perayaan perjalanan komunitas, melainkan juga menjadi wujud nyata semangat berbagi, kepedulian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan, Avoca Adventure Team bersama BMH berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat dari gerakan kebaikan ini.
Dari alam tumbuh kepedulian, dari kepedulian tumbuh kebijaksanaan.(Ihw)
Pasuruan, suarakpkcyber.com - Bimbingan tekhnik (Bimtek) tahap II yang di selenggarakan oleh Kementan untuk mengatasi keluhan petani buah mangga yang mengalami permasalahan penyakit lalat buah, khususnya petani mangga putar Desa Wonokerto, Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan, Jumat (06/11/2026).
Permasalahan yang dialami petani buah mangga di daerah Desa Wonokerto ini membuat Kementan oleh BRMP Jawa Timur melalui program Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment (ICARE) dengan melaksanakan Bimbingan tehnik (Bimtek) kegiatan ini bertajuk "Teknologi Pengendalian Hayati Lalat Buah Untuk Mendukung Produksi Mangga Berkelanjutan".
Bimtek tersebut dihadiri oleh petani mangga kurang lebih 100 peserta yang sangat antusias dalam mengikutinya. Selain itu dihadiri oleh para ahli di bidang tanaman yakni Bapak Hery Prabowo, Dr.Cipto Nugroho,S.Si,Ir Handoko,M.Sc sekaligus Narasumber serta Kepala Desa Wonokerto sekaligus Ketua Koperasi, Sugiono S.Pd, anggota Koperasi Mangga Gadung Berkat ORWET.
Pada Bimtek tersebut selain sharing dan tanya jawab juga melakukan dukungan kepada para petani terutama dalam penanganan apabila terjadi gangguan penyakit lalat buah dan ilmu pertanian lainnya.
Tujuan dari bimtek ini selain untuk memberikan solusi para petani dalam menanggulangi permasalahan lalat buah pada waktu musim buah. Selain itu agar petani dapat menghasilkan buah yang berkualitas baik dan bermutu sehingga dapat menaikkan omset dan perekonomian terutama petani mangga putar.
" Kami mengadakan Bimtek dengan tujuan meningkatkan pengetahuan , ketrampilan dan kemampuan petani mangga dalam mengendalikan serangan hama lalat buah secara ramah lingkungan, efektif efesien dan berkelanjutan, untuk meningkatkan produksi dan kualitas untuk meningkatkan daya saing mangga Pasuruan baik itu pasar domistik dan ekspor" jelas dr. Cipto Nugroho salah satu narasumber.
Disamping tujuan utama juga ada tujuan khusus yang dijabarkan dalam 3 Aspek diantaranya Aspek pengetahuan agar para petani memahami siklus hidup dan prilaku lalat buah ( Bactrocera DPP). Mengedukasi petani cara identifikasi gejala serangan lalat buah sejak dini serta Memperkenalkan teknologi pengendalian terbaru yang direkomendasikan Kementan.
Aspek Keterampilan (Skill) yaitu melatih petani cara membuat dan merangsang perangkat atraktan Metil Eugenol (ME) yang benar, melatih teknik sanitasi kebun dan pengumpulan buah jatuh busuk untuk dimusnakan agar tidak menjadi sumber lalat buah. Meltih tehnik pembungkusan buah dan penyetoran insektisida nabati yang aman.
Sedangkan Aspek Ekonomi untuk menurunkan tingkat kerusakan buat akibat lalat buah dari 40 persen menjadi dibawa 10 persen. Meningkatkan kualitas buah agar memenuhi standar ekspor (bebas residu pestisida dan bebas larva lalat buah). Meningkatkan pendapatan petani mangga karena harga mangga kualitas eksport tiga kali lipat lebih mahal, pungkasnya.
Dikesempatan yang sama Kepala Desa Wonokerto, Kecamatan Sukorejo, Sugiono menyampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada Kementan.
" Kami mendapatkan kehormatan yang sangat besar dan di tempati Bimtek oleh Kementerian Pertanian (Kementan)" ujarnya.
Selain itu beliau juga berpesan agar ilmu yang didapatkan dalam bimtek ini agar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
" Saya berpesan kepada Bapak Ibu petani mangga agar ilmu yang di dapat dalam Bimtek di praktekkan dan saya berkomitmen untuk menjadikan Desa Wonokerto ini sebagai Desa percontohan Bebas Lalat Buah di Kabupaten Pasuruan" ujarnya. (Usj)
Pasuruan, suarakpkcyber.com – Polres Pasuruan terus menunjukkan kepeduliannya terhadap kelestarian lingkungan melalui kegiatan olahraga bersama dan aksi Green Policing di sekitar Sungai Kedung Larangan, Dusun Cemandi, Desa Kersikan, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, Jumat (6/11/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.00 hingga 09.00 WIB tersebut dipimpin langsung Kapolres Pasuruan AKBP Irawan Setyono, S.H., S.I.K., M.H., didampingi Wakapolres Kompol Andy Purnomo, S.H., M.H., serta diikuti para pejabat utama Polres Pasuruan, personel PNPP sekitar 70 orang, perwakilan Koramil Bangil, Kecamatan Bangil, pemerintah desa, dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pasuruan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan apel pagi, kemudian dilanjutkan olahraga jalan sehat menuju kawasan Sungai Kedung Larangan. Setibanya di lokasi, Kapolres Pasuruan memberikan arahan kepada seluruh peserta sebelum melaksanakan kegiatan bersih-bersih sungai.
Dalam arahannya, AKBP Irawan Setyono menegaskan bahwa Green Policing merupakan bentuk nyata kepedulian Polri terhadap kelestarian lingkungan sekaligus mengajak masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, khususnya ke sungai, karena dapat menyebabkan pencemaran dan berpotensi menimbulkan banjir.
Kapolres juga menekankan agar kegiatan Green Policing tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, melainkan dilaksanakan secara berkelanjutan dengan mengedepankan langkah preventif dan edukatif kepada masyarakat di sepanjang bantaran sungai.
Melalui kegiatan ini, Polres Pasuruan berharap tumbuh kesadaran bersama untuk menjaga kebersihan sungai dan menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, serta nyaman.
Selain menjaga kebugaran personel, kegiatan tersebut juga menjadi sarana memperkuat sinergitas antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mewujudkan kepedulian terhadap lingkungan.
Polri hadir bukan hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian alam demi kepentingan bersama. (Usj)
Pasuruan, suarakpkcyber.com - Paripurna ke- III DPRD kabupaten Pasuruan tentang jawaban Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo,atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD mengenai perubahan Raperda Nomor 3 tahun 2023 dan Raperda APBD tahun anggaran 2027.
Rusdi menyampaikan anggaran 2027 secara detail di fokuskan pada efesiensi anggaran dan digitalisasi pendapatan daerah, tentang pemerataan pembangunan hingga transparansi rencana pinjaman untuk pembiayaan pembangunan, Rabu (04/11/2026).
Sedangkan pandangan umum dari fraksi PKB tentang optimalisasi Pajak dan perlindungan Ekonomi Rakyat. Pemerintah Daerah berkomitmen dan mengoptimalkan tentang penerimaan pajak, retribusi daerah melalui digitalisasi, perbaikan pelayanan dan pengawasan dalam potensi pendapatan.
Mengenai soal target penerimaan disesuaikan dengan dinamika pertumbuhan ekonomi lokal tanpa menggangu investasi, khususnya bagi UMKM, masyarakat yang berpenghasilan rendah.
Bidang pendidikan, kesehatan, mengenai beasiswa santri dan siswa yang berprestasi, anak yatim kurang mampu terus dilakukan. Sedang di bidang kesehatan dilakukan pembangunan puskesmas dan pengembangan puskesmas 24 jam dan rawat inap, perluasan UHC JKN,cek kesehatan gratis dan rencana pembangunan RSUD Purwodadi.
Sedangkan disektor Infrastruktur alokasi anggaran difokuskan pada perbaikan jembatan, jalan, irigasi, drainase serta penanggulangan banjir, sanitasi dan perbaikan RTLH dengan afirmasi pada kawasan kumuh pedesaan.
Terkait pinjaman daerah sebesar Rp 363 milliar dari PT SMI dialokasikan untuk infrastruktur diprioritaskan untuk sektor kesehatan ekonomi, sosial,dan menerapkan ke hati-hati an dalam pelaksanaan dan pembayarannya yang telah direncanakan secara matang.
Selain itu, Bupati Rusdi Sutejo juga menjawab pandangan dari Fraksi Gerindra beliau menjelaskan Revitalisasi ekonomi, wisata, pembiayaan di fokuskan pada pemenuhan belanja wajib, pembangunan RSUD Purwodadi, serta revitalisasi pemandian alam Banyu biru dan Pasar Cheng Hoo untuk lapangan kerja dan untuk pengembangan usaha.
Mengenai pengelolaan sampah, Pemkab akan memfokuskan pada penguatan TPS3R, Bank sampah, penetapan BLUD sampah dan mengoptimalkan TPA Wonokerto hingga pengelolahan sampah menjadi energi listrik/PTLS.
Selanjutnya jawaban terkait pandangan dari Fraksi PDI perjuangan mengenai pandangan umum soal Intensif pajak UMKM, tata kelola pinjaman secara transparan.
Pemkab menyambut baik masukan dari Fraksi PDI perjuangan, untuk menetapkan sejumlah kebijakan insentif fiskal, diantaranya paket intensif bebas pajak. Pemkab memberikan pembebasan pajak bagi UMKM dengan omset hingga Rp 5.000.000 pembebasan BPHTB bagi masyarakat yang mempunyai penghasilan rendah dan tarif lebih murah untuk lahan produksi pangan dan ternak.
" Sedangkan soal cicilan pinjaman daerah Rusdi Sutejo memastikan tidak mengurangi anggaran pelayanan dasar seperti, pendidikan, kesehatan,serta infrastruktur desa ,sebab telah dihitung secara cermat dan baik,sejak awal perencanaan" tegas Rusdi Sutejo.
Fraksi Golkar menyampaikan soal objektivitas penganggaran belanja pegawai serta modernisasi sektor pertanian. Rusdi Sutejo menjelaskan untuk program sektor pertanian diprioritaskan pada peningkatan produktivitas padi dan jagung, penguatan sarana irigasi dan perlindungan lahan pertanian.
Di akhir jawabannya, Rusdi Sutejo menyatakan bahwa pemerintah Kabupaten Pasuruan juga berkomitmen dalam penganggaran yang efisien dan berdampak pada masyarakat langsung, dialokasikan belanja pada program prioritas yang terukur dan menghindari kegiatan secara seremonial. (Usj)
Pasuruan, suarakpkcyber.com – Kapolres Pasuruan AKBP Irawan Setyono, S.H., S.I.K., M.H., mengukuhkan Da'i Kamtibmas tingkat kecamatan hingga desa dan kelurahan dalam apel pengukuhan yang digelar di Lapangan Sarja Arya Racana Polres Pasuruan, Rabu (4/11/2026) pagi.
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat peran tokoh agama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus membangun komunikasi antara kepolisian dan masyarakat melalui pendekatan keagamaan.
Pengukuhan tersebut diikuti para Da'i Kamtibmas dari tingkat kecamatan hingga desa dan kelurahan. Kegiatan juga dihadiri Wakapolres Pasuruan, para pejabat utama (PJU), kapolsek jajaran, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta personel Polres Pasuruan.
Selain itu, hadir pula para purnawirawan Polri dan pegawai negeri pada Polri (PNPP), para Kanit Binmas, serta Bhabinkamtibmas yang selama ini bersentuhan langsung dengan masyarakat di wilayah tugas masing-masing.
Rangkaian apel diawali dengan laporan komandan apel, kemudian dilanjutkan pembacaan doa. Setelah itu, Kapolres Pasuruan melaksanakan prosesi pengukuhan Da'i Kamtibmas yang menjadi inti kegiatan.
Usai prosesi pengukuhan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian amanat Kapolres Pasuruan. Apel kemudian ditutup dengan sesi foto bersama seluruh unsur yang hadir.
Dalam kegiatan tersebut, keberadaan Da'i Kamtibmas diharapkan dapat memperkuat pendekatan persuasif dalam menjaga situasi keamanan di tengah masyarakat. Peran tokoh agama dinilai strategis karena memiliki kedekatan sosial serta ruang komunikasi yang kuat dengan warga.
Melalui kegiatan keagamaan dan interaksi sosial, pesan mengenai pentingnya menjaga kerukunan, persatuan, serta keamanan lingkungan dapat disampaikan secara lebih dekat kepada masyarakat.
Sinergi antara kepolisian, tokoh agama, dan unsur masyarakat juga diharapkan mampu membangun suasana yang kondusif, terutama dalam menghadapi berbagai persoalan sosial yang berpotensi memengaruhi keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakat. (Usj)
Kami melihat rencana ini sebagai salah satu langkah untuk menjawab kebutuhan pembangunan, khususnya pembangunan RSUD Purwodadi, revitalisasi Pasar Wisata Cheng Hoo, dan Pemandian Alam Banyubiru.
Ketiga proyek tersebut diharapkan mampu meningkatkan pelayanan kesehatan, menggerakkan perekonomian masyarakat, membuka peluang usaha, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi Kabupaten Pasuruan.
Kami memahami bahwa kebutuhan pembangunan cukup besar, sementara kemampuan anggaran daerah memiliki keterbatasan. Karena itu, alternatif pembiayaan melalui pinjaman daerah patut mendapat dukungan, dengan tetap memperhatikan kemampuan fiskal, ketentuan perundang-undangan, dan prinsip transparansi.
Bagi Fraksi Gerindra, pinjaman daerah bukan semata-mata persoalan menambah utang, tetapi bagaimana pembiayaan tersebut digunakan untuk menghadirkan pembangunan yang produktif dan bermanfaat bagi masyarakat.
Kami percaya, dengan perencanaan yang matang, pengelolaan yang bertanggung jawab, serta pengawasan bersama DPRD, langkah ini dapat menjadi bagian dari percepatan pembangunan daerah.
Fraksi Gerindra berkomitmen mendukung kebijakan Bupati sekaligus mengawal pelaksanaannya agar tepat sasaran dan memberikan hasil nyata.
Prinsip kami jelas, pembangunan tidak boleh berhenti hanya karena keterbatasan anggaran. Tetapi setiap langkah pembiayaan harus tetap terukur dan dapat dipertanggungjawabkan.
Pasuruan harus terus bergerak maju.
Pasuruan Bangkit, Bersama Kita Bisa!
Febri Irawan Darwis
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Pasuruan
Pasuruan, Suarakpkcyber.com - Pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih Sungai Petung Desa Kepulungan Kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan diinisiasi oleh TNI AD kini diresmikan, Selasa (03/11/2026).
Dengan dibangunnya jembatan tersebut menjadi kabar gembira bagi masyarakat sekitar sungai petung karena diharapkan semakin memperlancar akses transportasi dan mobilitas warga yang menghubungkan Desa Kepulangan dengan desa Betas.
Rampungnya Pembangunan ini merupakan hasil kerja sama dan semangat gotong royong antara TNI bersama masyarakat setempat. Masyarakat membantu sejak proses pengerjaan hingga tahap penyelesaian, mereka warga bahu membahu membangun jembatan tersebut untuk mempercepat pembangunan infrastruktur yang dikerjakan selama 60 hari lamanya.
Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun menyampaikan bahwa selesainya pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih Sungai Petung Kepulungan merupakan wujud nyata kepedulian Pemerintah terhadap kebutuhan Infrastruktur masyarakat khususnya dalam membuka dan meningkatkan akses penghubung antar wilayah.
Menurutnya pembangunan jembatan ini tidak hanya menghadirkan sarana penghubung secara fisik tetapi juga menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui semangat kebersamaan dan gotong royong.
" Semangat Gotong royong merupakan bagian utama dari selesainya jembatan merah putih" ungkap Primadi.
Ia berharap dengan selesainya pembangunan jembatan tersebut masyarakat dapat memanfaatkan dan merawat sebaiknya
" Sehingga bisa bermanfaat sampai anak cucu mendatang" harapnya.
Sementara itu Wakil Bupati Kabupaten Pasuruan, Shobi Asrori mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas dibangun nya jembatan ini oleh TNI dan Presiden Prabowo Subianto atas program TNI membangun jembatan Garuda Merah Putih ini.
" Atas nama masyarakat dan saya mengucapkan terima kasih atas di bangun nya jembatan ini, semoga dapat bermanfaat dan membantu masyarakat dalam mobilitas ekonomi warga" ungkap Gus shobih
Sekarang masyarakat sudah dimudahkan mobilisasinya Dengan adanya Jembatan Merah Putih tanpa harus memutar apabila hendak ke Dusun Betas.
" Dengan selesainya jembatan Garuda Merah Putih tersebut masyarakat tidak lagi jalan memutar, sehingga memudahkan antara penghubung desa Kepulungan dan dusun Betas" ujar Wakil Bupati. (Usj)
Pasuruan, suarakpkcyber.com – Rapat Paripurna DPRD dengan agenda Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Pasuruan Tahun Anggaran 2027 menjadi perhatian khusus Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan akan memproyeksikan belanja daerah mencapai lebih dari Rp4 triliun, sementara target pendapatan ditetapkan sebesar Rp3,52 triliun.
Rapat dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat. Turut hadir Wakil Bupati Shobih Asrori, jajaran pimpinan dan anggota DPRD, Sekretaris Daerah, para asisten, staf ahli, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, serta insan pers, Senin (2/11/2026).
Paripurna kali ini berlangsung dalam dua pembahasan penting yakni penyampaian jawaban bupati atas pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD terkait Raperda perubahan Peraturan Daerah Kabupaten Pasuruan Nomor 3 Tahun 2023 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah serta penyampaian pemandangan fraksi-fraksi.
Dalam kesempatan tersebut, Rusdi memberikan tanggapan atas sejumlah pertanyaan, saran, serta masukan yang sebelumnya disampaikan masing-masing fraksi.
Fraksi yang menyampaikan pandangan di antaranya Fraksi Gabungan yang terdiri dari Partai Demokrat, Gelora, PPP, dan NasDem, serta fraksi-fraksi PKB, Gerindra, PDIP, Golkar, dan PKS.
Bupati menyatakan, seluruh masukan dari anggota legislatif menjadi bahan evaluasi sekaligus penyempurnaan regulasi mengenai pajak dan retribusi daerah.
“Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh fraksi yang telah memberikan saran, pendapat, dan masukan konstruktif untuk evaluasi serta penyempurnaan perubahan Perda tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah,” ujar Rusdi.
Ia berharap penjelasan yang disampaikan pemerintah daerah dapat menjawab berbagai pertanyaan dan memberikan pemahaman terhadap substansi perubahan regulasi tersebut.
APBD 2027: Belanja Lebih Besar dari Pendapatan
Usai agenda penyampaian jawaban bupati, DPRD Kabupaten Pasuruan melanjutkan rapat paripurna dengan agenda penyampaian nota keuangan Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD Tahun Anggaran 2027.
Di hadapan anggota dewan, Rusdi memaparkan gambaran umum rancangan keuangan daerah yang memperlihatkan target pendapatan sebesar Rp3.528.332.982.000.
Sementara itu, belanja daerah diproyeksikan mencapai Rp4.075.185.923.222.
Artinya, terdapat selisih sekitar Rp546,85 miliar antara proyeksi belanja dan pendapatan yang perlu dijelaskan dalam struktur pembiayaan APBD 2027.
Dari sisi pendapatan, pemerintah daerah merencanakan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp1.761.705.401.360.
PAD tersebut bersumber dari pajak daerah, retribusi daerah, serta hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan.
Adapun pendapatan transfer diproyeksikan sebesar Rp1.766.627.580.960, yang berasal dari transfer pemerintah pusat dan transfer antardaerah.
Pemaparan nota keuangan tersebut selanjutnya mendapat tanggapan dari fraksi-fraksi DPRD melalui pemandangan umum.
Berbagai pertanyaan dan masukan dari legislatif nantinya akan dijawab oleh Bupati Pasuruan dalam rapat paripurna berikutnya yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu mendatang.
Besarnya proyeksi belanja daerah dalam RAPBD 2027 tentu menjadi perhatian tersendiri. Publik kini menanti bagaimana pemerintah daerah menjabarkan prioritas penggunaan anggaran tersebut, termasuk pemerataan pembangunan, peningkatan pelayanan publik, serta program-program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
Pembahasan bersama DPRD menjadi tahapan penting untuk memastikan rancangan anggaran tidak hanya besar secara nominal, tetapi juga tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi warga Kabupaten Pasuruan. (Usj)
Pasuruan, suarakpkcyber.com - Untuk menunjang kinerja wakil rakyat agar tetap prima dalam menjalankan kinerjanya, sebanyak 50 anggota DPRD Kabupaten Pasuruan menjalani Medical Check Up (MCU) secara rutin di RSUD Bangil pada Rabu (14/10/2026) pagi.
Serangkaian pemeriksaan medis yang meliputi pemeriksaan fisik, Bioelectrical Impedance Analysis (BIA), rekam jantung (EKG), serta pemeriksaan mata dan audiometri (pendengaran).
Selain itu, para anggota dewan juga menjalani tes laboratorium (darah lengkap dan urine lengkap), radiologi toraks, USG abdomen/ABUS, serta pemberian vaksinasi influenza.
Saat ditemui awak media ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat, menyampaikan bahwa MCU merupakan agenda tahunan wajib. Hal ini penting untuk mendeteksi secara dini gangguan kesehatan yang akan mengganggu kinerja anggota dewan.
” Kegiatan dewan sangat padat, sehingga sering kali lupa menjaga kondisi tubuh. Makanya dilakukan MCU setiap tahunnya untuk mendeteksi dini penyakit,” ujarnya.
Selain itu hasil dari MCU anggota Dewan akan menjadi rujukan awal bagi setiap anggota dewan untuk mendeteksi dini potensi gangguan kesehatan sehingga dapat dicegah lebih awal.
Plt. Direktur RSUD Bangil, dr. Tri Dinar Herturini, menjelaskan bahwa perbedaan mendasar MCU tahun ini terletak pada hadirnya metode pemeriksaan BIA.
”BIA adalah metode non-invasif yang aman untuk menilai komposisi tubuh secara menyeluruh melalui sinyal listrik lemah.
Pemeriksaan ini mencakup analisis massa dan distribusi otot, persentase lemak tubuh (viseral dan subkutan), kadar air seluler, massa tulang, Indeks Massa Tubuh (IMT), hingga Basal Metabolic Rate (BMR),” terang dr. Tri Dinar.
Kelengkapan peralatan medis dan kemudahan pelayanan serta keramahan petugas merupakan hal yang terus diupayakan oleh RSUD Bangil agar dapat melayani pasien dengan prima, sesuai dengan slogan RSUD Bangil yakni "Peduli dan Berkualitas dalam Pelayanan". (Usj)