Tag Label

Kepolisian (3823) daerah (1041) Pemerintahan (559) Jurnalistik (418) Demontrasi (84) Lintas Opini (74) DPRD (71) Desa (62) RSUD (45) Kebakaran (34) KPU (30) Iklan (29) Mahasiswa (11) DPRD kota pasuruan (8) PDAM (5) Desperindag (4) DPR RI (2)

Iklan Natal dan Tahun Baru 2026 DPRD Kota Pasuruan

Iklan Natal dan Tahun Baru 2026 DPRD Kota Pasuruan
DPRD KOTA PASURUAN mengucapkan selamat Natal dan Tahun Baru 2026

Tranding Topic

Satlantas Polres Pasuruan Gelar Polsanak, Ajarkan Anak Tertib Lalu Lintas Sejak Dini

Pasuruan,suarakpkcyber.com, – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pasuruan menggelar kegiatan Polsanak (Polisi Sahabat Anak) di Mapolres P...

Headline NewsLihat Semuanya

Satlantas Polres Pasuruan Gelar Polsanak, Ajarkan Anak Tertib Lalu Lintas Sejak Dini

Pasuruan,suarakpkcyber.com,– Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pasuruan menggelar kegiatan Polsanak (Polisi Sahabat Anak) di Mapolres Pasuruan, Selasa (10/2/2026) pagi.

Kegiatan ini bertujuan menanamkan kesadaran tertib berlalu lintas serta memperkenalkan tugas Polri kepada anak-anak sejak usia dini.

Dalam kegiatan tersebut, anak-anak mendapatkan berbagai edukasi, mulai dari pengenalan rambu-rambu lalu lintas, simulasi edukasi kebencanaan, hingga pengenalan fungsi dan tugas kepolisian. Selain itu, peserta juga diajak berkeliling Markas Polres Pasuruan, mengenal anjing pelacak, serta melihat secara langsung mobil tangki air milik BPBD Kabupaten Pasuruan.

Kasat Lantas Polres Pasuruan, AKP Derie Fradesca, S.T.K., S.I.K., M.H., mengatakan kegiatan Polsanak merupakan bagian dari upaya membangun budaya tertib dan disiplin sejak dini.

“Melalui Polsanak, kami ingin menanamkan pemahaman tentang keselamatan, disiplin, dan kedekatan anak-anak dengan Polri agar tumbuh rasa percaya serta kesadaran hukum sejak usia dini,” ujarnya.

Kegiatan ini melibatkan Ps. Kanit Kamsel, anggota Kamsel, Polwan Lantas, serta BPBD Kabupaten Pasuruan. Seluruh rangkaian acara berlangsung aman, tertib, dan mendapat antusiasme dari para peserta.

Kapolres Pasuruan, AKBP Harto Agung Cahyono, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Polsanak adalah langkah strategis untuk membangun karakter generasi muda yang sadar hukum, peduli keselamatan, dan memiliki kedekatan positif dengan institusi Polri,” tegasnya.

Polres Pasuruan berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan edukatif dan humanis sebagai bagian dari pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam membentuk generasi muda yang tertib, disiplin, dan berkarakter.(Usj)

Potensi Kebocoran Pajak Rp2,87 Miliar di Pasuruan Disorot, FORMAT Ingatkan Risiko Korupsi Bapenda Baru Tertagih 30 Persen

Pasuruan,suarakpkcyber.com,– Dugaan celah kebocoran pendapatan daerah senilai Rp2,87 miliar di Kabupaten Pasuruan memicu sorotan publik. Forum Rembuk Masyarakat (FORMAT) Pasuruan menilai persoalan ini bukan sekadar administrasi, tetapi berpotensi menjadi indikasi lemahnya sistem pengawasan pajak daerah.

Isu tersebut mengemuka dalam audiensi antara FORMAT dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pasuruan, Rabu (11/2/2026). Ketua FORMAT, Ismail Makky, memaparkan bahwa kekurangan penerimaan daerah diduga terjadi di sejumlah sektor pajak strategis.

Rinciannya meliputi Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) sektor makanan dan minuman yang nilainya mencapai lebih dari Rp1,4 miliar, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) sekitar Rp1,11 miliar, serta Pajak Reklame yang diperkirakan ratusan juta rupiah.

Menurut Makky, persoalan utama terletak pada basis data wajib pajak yang belum tertata akurat dan belum sepenuhnya terintegrasi secara digital. Kondisi ini membuka ruang kesalahan input, negosiasi manual, hingga potensi manipulasi nilai pajak.

“Ketika sistem belum sepenuhnya digital dan masih memberi ruang diskresi besar kepada petugas, maka potensi penyimpangan sangat mungkin terjadi. Ini yang harus segera ditutup celahnya,” tegasnya.

FORMAT juga menilai implementasi digitalisasi pajak daerah belum berjalan optimal. Sistem yang seharusnya mampu mengontrol transaksi dan pelaporan secara real time masih belum digunakan secara menyeluruh, sehingga pengawasan dinilai belum maksimal.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bapenda Kabupaten Pasuruan, Ir. Lilik Widji Asri, M.MA, menjelaskan bahwa temuan tersebut merupakan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2024.

Ia memastikan bahwa pemerintah daerah tidak tinggal diam dan telah melakukan langkah penagihan kepada pihak-pihak terkait.

“Dari total temuan sekitar Rp2,8 miliar, hingga saat ini kurang lebih Rp900 juta sudah dikembalikan ke kas daerah, atau sekitar 30 persen. Proses penagihan masih terus berjalan,” jelas Lilik.

Sebagai bentuk pembenahan, Bapenda kini mulai memperkuat sistem digital layanan pajak melalui penerapan E-Billing dan E-PPB untuk meminimalkan interaksi manual. Selain itu, pengamanan server dan pengelolaan database telah dialihkan di bawah pengawasan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) guna meningkatkan transparansi dan mencegah perubahan data tanpa jejak.

Meski demikian, FORMAT meminta agar perbaikan tidak berhenti pada aspek teknis semata, tetapi juga menyentuh tata kelola dan pengawasan internal agar kejadian serupa tidak berulang.

“Ini uang rakyat. Setiap rupiah yang tidak tertagih adalah kerugian bagi pembangunan daerah. Reformasi sistem harus dilakukan menyeluruh, bukan tambal sulam,” pungkas Makky.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa modernisasi sistem pajak daerah tidak hanya soal teknologi, tetapi juga komitmen integritas dan akuntabilitas dalam menjaga pendapatan daerah agar benar-benar kembali untuk kepentingan masyarakat.(Usj/Adf)


AJPB Bersama Polres Pasuruan Gelar Peringatan HPN 2026, Sinergi Wujudkan Pers Sehat dan Bangsa Kuat

Pasuruan,suarakpkcyber.com,–Dalam semangat kebersamaan dan kontribusi bagi bangsa, Aliansi Jurnalis Pasuruan Bersatu (AJPB) menyelenggarakan peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Bale Warta Polres Pasuruan, Selasa (10/2/2026). 

Acara bertema “PERS Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat, AJPB Bersinergi” ini menegaskan peran sentral pers sebagai pilar demokrasi dan mitra pembangunan.

Acara yang dipandu langsung oleh Ketua AJPB, Henry Sulfianto yang akrab disapa Ki Demang menghadirkan sejumlah tokoh kunci. Turut hadir Ketua PWI Kabupaten Pasuruan, Ziaul Haq, serta Kapolres Pasuruan yang diwakili oleh Kasie Humas, Iptu Joko Suseno. 

Kehadiran mereka di tengah seluruh anggota AJPB dan jurnalis senior Pasuruan memperlihatkan eratnya hubungan antara insan pers dan institusi penegak hukum.

Dalam sambutannya, Henry Sulfianto menekankan makna HPN sebagai momentum refleksi dan berbagi. 

“Di hari yang berbahagia ini, kami ingin berbagi dan memperkuat sinergi. Kehadiran perwakilan Polres Pasuruan dan seluruh rekan jurnalis, baik dari media lokal maupun nasional yang kami sebut ‘internasional’ sebagai tanda kebanggaan, adalah bukti komitmen kita bersama. 

Fokus kita, lanjut Ki Demang, ke depan adalah bagaimana pers bisa turut mendidik dan menginspirasi generasi muda sejak dini,” ujarnya dengan semangat.

Sinergi antara pers dan kepolisian menjadi sorotan utama. Iptu Joko Suseno, mewakili Kapolres, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh insan pers Pasuruan. 

“Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Atas nama Polres Pasuruan, kami berterima kasih atas sinergi dan kerja sama yang telah dibangun dengan baik selama ini,"paparnya.

Ia juga menambahkan, di momentum HPN ini, mari kita terus jaga kemitraan ini. Semoga kolaborasi ini dapat semakin memperkuat keberdayaan pers dan kontribusinya untuk kemajuan Pasuruan dan Indonesia,” kata Iptu Joko Suseno.

Acara peringatan HPN 2026 ini tidak hanya seremonial, tetapi juga menjadi ajang konsolidasi dan refleksi bagi jurnalis Pasuruan. 

Dengan semangat “Pers Sehat”, AJPB berkomitmen untuk terus menjalankan fungsi jurnalistik yang berkualitas, independen, dan mendorong terwujudnya ekonomi yang berdaulat serta bangsa yang kuat. 

Sinergi dengan berbagai pihak, termasuk Polri, diharapkan dapat menciptakan ekosistem informasi yang sehat dan mendukung pembangunan yang berkelanjutan.(Adf)

Polres Pasuruan Gelar Police Goes To School, Tanamkan Disiplin dan Kesadaran Kamtibmas

 



Pasuruan, suarakpkcyber.com  - SMKN 2 Sukorejo menjalin kolaborasi dengan Polres Pasuruan melalui kegiatan Police Goes To School yang berlangsung khidmat pada upacara bendera, Senin (9/2/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Kasatbinmas Polres Pasuruan, AKP Sunarti, beserta jajaran. Dalam kesempatan itu, AKP Sunarti bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) di hadapan ratusan siswa-siswi dan para guru SMKN 2 Sukorejo.

Dalam amanatnya, AKP Sunarti menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada pihak sekolah yang telah memberikan ruang dan waktu kepada Polres Pasuruan untuk menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada para pelajar.

Ia menekankan pentingnya menanamkan etika, tata krama, serta disiplin sejak dini, baik di lingkungan keluarga maupun sekolah.

“Jaga kekompakan antarsesama pelajar dan jangan sampai terjadi perundungan. Gunakan media sosial secara bijak, perkuat diri dengan nilai-nilai keagamaan, serta jauhi pergaulan dan kegiatan negatif seperti penyalahgunaan narkoba,” tegas AKP Sunarti.

Mantan KBO Reskrim Polres Pasuruan itu juga mengingatkan agar para siswa tidak mudah terprovokasi oleh ajakan yang tidak bertanggung jawab, karena dapat merugikan diri sendiri, keluarga, hingga bangsa dan negara.

Selain itu, ia mengimbau para pelajar untuk selalu mematuhi peraturan lalu lintas saat berkendara serta menjaga kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan sekitar.

“Dengan kedisiplinan dan kepatuhan hukum, kita bisa bersama-sama menjaga Pasuruan tetap aman, damai, dan kondusif sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan nyaman,” imbuhnya.

Sementara itu, Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono melalui keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan Police Goes To School merupakan bentuk komitmen Polri dalam membangun karakter generasi muda.

“Pelajar adalah aset bangsa. Kami ingin hadir lebih dekat dengan dunia pendidikan agar adik-adik pelajar memiliki pemahaman hukum, disiplin, serta karakter kebangsaan yang kuat sejak dini,” ujar AKBP Harto Agung Cahyono.

Ia juga berharap sinergi antara kepolisian dan sekolah dapat terus berlanjut demi menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan bebas dari pengaruh negatif.

Di sisi lain, Kepala SMKN 2 Sukorejo, Buwani, menyambut baik kolaborasi yang terjalin antara sekolah dan Polres Pasuruan dalam kegiatan tersebut.

“Kami berharap kerja sama seperti ini bisa terus berlanjut. Apa yang disampaikan oleh Ibu Kasatbinmas menjadi bekal penting bagi siswa-siswi kami,” ungkap Buwani.

Ia juga mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan perhatian Polres Pasuruan terhadap dunia pendidikan, khususnya di SMKN 2 Sukorejo.

Upacara bendera yang dirangkaikan dengan kegiatan Police Goes To School tersebut berlangsung tertib, lancar, dan penuh khidmat. (Usj)

Sidang Kasus Makam Winongan Masuki Agenda Persepsi, Dua Terdakwa Akui Perannya

Pasuruan,suarakpkcyber.com,– Sidang perkara perusakan Makam Winongan kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bangil, Senin (9/2/2026). Sidang yang telah memasuki agenda ke-10 ini berfokus pada pembacaan persepsi dari dua terdakwa, yakni Gus Tom dan Gus Puja.

Dalam persidangan tersebut, masing-masing terdakwa menyampaikan pengakuan atas peran yang mereka lakukan dalam peristiwa perusakan makam yang sempat menghebohkan masyarakat Pasuruan.

Terdakwa pertama, Gus Tom, mengakui turut membantu aksi perusakan makam, meski menurutnya dilakukan dalam skala terbatas. Di hadapan majelis hakim, ia menjelaskan bahwa awalnya datang ke lokasi karena menerima undangan tahlilan dan istighotsah kubro di masjid dari Gus Kodari, yang diketahui sebagai orang dekat Gus Huda.

Namun, saat Gus Tom tiba di lokasi, kegiatan tahlilan tersebut telah selesai. Situasi mulai memanas ketika Gus Huda kemudian menyuruhnya menuju ke bagian belakang masjid. Di lokasi itu, Gus Tom melihat sejumlah orang tengah membongkar makam yang kondisinya sudah dalam keadaan rusak dan porak-poranda.

“Melihat kondisi tersebut, saya sempat membantu mendorong tiang makam menggunakan besi bekas pintu sebanyak tiga kali, tapi tidak sampai roboh. Setelah itu saya kembali ke masjid,” ujar Gus Tom dalam persidangan.

Sementara itu, terdakwa kedua, Gus Puja, juga mengakui keterlibatannya dalam kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa dirinya ikut melakukan orasi bersama Kepala Desa dan Gus Huda di hadapan massa.

Dalam orasi itu, kata Gus Puja, terdapat dua orang yang menggunakan pengeras suara, yakni Gus Huda dan Gus Son. Situasi semakin tak terkendali setelah Kepala Desa menyampaikan bahwa makam tersebut tidak memiliki izin, dan izin yang ada hanya untuk pembangunan jalan.

“Setelah itu massa sudah tidak bisa dibendung. Mereka naik ke genteng sambil menyanyikan yel-yel ‘bongkar… bongkar…’. Saya juga ikut membantu membongkar,” ungkap Gus Puja.

Di sisi lain, kuasa hukum Gus Tom, Ainun Na’im, menegaskan bahwa kliennya telah bersikap kooperatif dan secara terbuka mengakui kesalahannya selama proses hukum berlangsung. Ia menilai bahwa tindakan Gus Tom dilakukan karena mengikuti perintah pihak lain, tanpa adanya niat jahat secara pribadi.

“Ada beberapa hal yang kami harapkan menjadi pertimbangan majelis hakim, di antaranya usia klien kami yang masih muda, tidak memiliki catatan kriminal sebelumnya, serta sikap kooperatif selama persidangan,” ujar Ainun Na’im.

Sidang kasus Makam Winongan dijadwalkan akan berlanjut dengan agenda berikutnya sesuai dengan tahapan persidangan yang ditetapkan majelis hakim PN Bangil.(Usj)


Upaya menekan Kecelakaan Satlantas Polres Pasuruan Gelar Ramp Check Angkutan Umum di Terminal Pandaan

 


Pasuruan, suarakpkcyber.com – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pasuruan melaksanakan kegiatan ramp check terhadap angkutan umum di Terminal Pandaan, Kabupaten Pasuruan, pada Senin (9/2/2026) pagi.

Kegiatan ini bertujuan memastikan kelayakan kendaraan serta meningkatkan keselamatan penumpang angkutan umum.

Ramp check yang berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga 11.00 WIB tersebut melibatkan personel Satlantas Polres Pasuruan bersama pihak pengelola terminal. 

Sejumlah bus angkutan umum diperiksa secara menyeluruh, mulai dari kondisi teknis kendaraan hingga kelengkapan administrasi.

Kasat Lantas Polres Pasuruan, AKP Derie Fradesca, S.T.K., S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preventif kepolisian untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas, khususnya yang melibatkan angkutan umum.

“Ramp check ini kami lakukan untuk memastikan kendaraan angkutan umum benar-benar dalam kondisi laik jalan. Keselamatan penumpang menjadi prioritas utama, sehingga kendaraan yang memenuhi syarat kami berikan stiker layak jalan,” ujar AKP Derie Fradesca.

Selain pemeriksaan kendaraan, petugas juga memberikan arahan dan imbauan keselamatan kepada para pengemudi bus, agar selalu mematuhi aturan lalu lintas dan mengutamakan keselamatan selama berkendara.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ps. Kanit Kamsel Satlantas Polres Pasuruan Aipda Arifian Miftakhul Firdaus, S.H., tim Kamsel Satlantas, serta Kepala Terminal Pandaan, Maria. Rangkaian kegiatan diakhiri dengan foto bersama sebagai bentuk sinergi antara kepolisian dan pengelola terminal.

Sementara itu, Kapolres Pasuruan, AKBP Harto Agung Cahyono, menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan ramp check tersebut. Menurutnya, kegiatan ini sangat penting untuk menciptakan keamanan dan kenyamanan masyarakat pengguna transportasi umum.

“Kami mendukung penuh langkah Satlantas dalam melaksanakan ramp check. Ini merupakan bentuk kehadiran Polri dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya penumpang angkutan umum,” tegas AKBP Harto Agung Cahyono.

Kapolres juga menegaskan bahwa kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkala sebagai bagian dari komitmen Polres Pasuruan dalam meningkatkan keselamatan berlalu lintas di wilayah hukumnya.

Secara keseluruhan, kegiatan ramp check berjalan aman, lancar, dan tertib tanpa kendala berarti.

Pemkab Pasuruan Dorong IKM Naik Kelas Lewat Seminar dan Pelatihan PCC


Pasuruan,suarakpkcyber.com,–Pemerintah Kabupaten Pasuruan terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong Industri Kecil dan Menengah (IKM) agar mampu berkembang dan naik kelas. Salah satunya melalui kegiatan opening seminar dan pelatihan IKM lokal yang digelar oleh Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Pasuruan di Gedung Diponegoro Bendomungal, Bangil, Minggu (8/2/2026).

Kegiatan yang digagas langsung oleh Kepala Diskoperindag Kabupaten Pasuruan, Taufiqul Ghony, ini dihadiri oleh Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo, Ketua PKK Kabupaten Pasuruan Mella Rusdi, sejumlah motivator IKM seperti King Abdi, Bayu, dan Novin, serta ratusan pelaku IKM dari berbagai sektor usaha.

Dalam sambutannya, Taufiqul Ghony menegaskan bahwa pelaku IKM harus memiliki mental pantang menyerah dan tidak cepat puas dengan pencapaian yang sudah diraih. Menurutnya, semangat mencoba, belajar, dan berinovasi menjadi kunci utama agar IKM bisa naik kelas dan berdaya saing.

“IKM harus terus mencoba dan mencoba lagi. Jangan cepat puas. Kalau ingin naik kelas, harus berani berkembang dan menciptakan peluang kerja baru,” ujarnya.

Ia optimistis melalui pelatihan dan pendampingan yang berkelanjutan, pelaku IKM di Kabupaten Pasuruan mampu meningkatkan kualitas produksi sekaligus memperluas pasar.

“Kegiatan ini bertujuan membantu IKM menjadi penguasa baru di sektor usahanya masing-masing, sekaligus meningkatkan kualitas dan daya saing produk lokal,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo yang akrab disapa Mas Rusdi mengapresiasi tingginya antusiasme peserta seminar. Ia menyebut kegiatan tersebut sebagai agenda perdana PCC (Pasuruan Creative Center) yang memiliki tujuan strategis bagi kemajuan IKM dan UMKM.

“Ini kegiatan pertama, dan mohon doanya agar PCC benar-benar bisa menjadi rumah bagi UKM dan IKM Pasuruan untuk bangkit, berkembang, dan naik kelas,” ungkapnya.

Mas Rusdi juga menyadari masih terdapat sejumlah kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan perdana ini. Namun, ia memastikan ke depan akan ada banyak agenda lanjutan yang lebih matang dan berdampak nyata.

“Kami mohon maaf bila masih ada kekurangan. Insyaallah ke depan akan terus kami sempurnakan,” katanya.

Ia menegaskan, PCC dihadirkan sebagai ruang belajar, bertumbuh, dan berkolaborasi bagi pelaku IKM dan UMKM. Syarat utama untuk berkembang, menurutnya, adalah kemauan untuk terus meningkatkan kapasitas diri.

“Terus upgrade ilmu. Pemerintah hadir menyiapkan ruang, menghadirkan narasumber, dan memfasilitasi sarana. Ini ikhtiar agar usaha panjenengan semua terus tumbuh,” tuturnya.

Mas Rusdi juga mengingatkan bahwa setiap pelaku usaha memiliki perjalanan sukses yang berbeda-beda.

“Tidak harus sukses seperti orang lain. Setiap orang punya jalan masing-masing. Yang penting sukses versi panjenengan sendiri. Pemerintah akan terus mendukung,” tegasnya.

Di sisi lain, motivator IKM King Abdi mengapresiasi kehadiran PCC sebagai wadah penguatan pelaku usaha lokal. Ia berharap kegiatan serupa dapat digelar secara rutin dan berkelanjutan.

“Pengusaha yang baik adalah yang tidak takut jatuh. Jangan minder karena keterbatasan. Mari bergerak, bangkit, dan keluar dari kemiskinan,” pesannya.

Manfaat kegiatan ini turut dirasakan oleh para peserta, salah satunya Rizal dan Sari, pasangan suami istri pelaku usaha kuliner. Mereka mengaku mendapatkan banyak wawasan baru yang sangat berguna bagi pengembangan usaha.

“Banyak pelajaran yang kami dapat. Kami jadi lebih termotivasi untuk terus berinovasi dan tidak mudah menyerah,” kata Rizal.

Ia juga menilai pengalaman dan kisah para narasumber menjadi penguat bagi pelaku usaha untuk bertahan dan mencari solusi di tengah berbagai tantangan.

“Kami berterima kasih kepada Pemkab Pasuruan yang sudah memberi ruang belajar bagi pelaku IKM,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Pasuruan kembali menegaskan peran strategis IKM dalam menggerakkan ekonomi daerah, mengangkat citra produk lokal, serta menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.(Usj)


TNI

Semarak Lomba Permainan Tradisional Warnai HUT ke-80 Persit Kartika Chandra Kirana.

 

Pemberian hadiah kepada pemenang lomba


Sorong,  Papua Barat Daya | suarakpkcyber.com - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Persit Kartika Chandra Kirana, Persit KCK Koorcab Rem 181 PD XVIII/Kasuari menggelar lomba permainan tradisional yang berlangsung meriah dan penuh kebersamaan, belum lama ini (08/02/2026).

Kegiatan ini dihadiri dan dipimpin langsung oleh Ibu Danrem 181/PVT selaku Ketua Persit Koorcabrem 181 PD XVIII/Kasuari Ny. Rini Slamet Riadi,beserta pengurus dan para ketua cabang persit kartika chandra kirana jajaran koorcab rem 181, Para Kasi Kasrem 181/PVT, Para Perwira Staf, Para Prajurit Jajaran Korem 181/PVT dan PNS Korem 181/PVT, dengan penuh semangat dan antusiasme.

Berbagai permainan tradisional seperti Gobak sodor, bentengan, bekel, congklak, menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus melestarikan budaya bangsa. Suasana penuh keceriaan dan kekompakan tampak mewarnai jalannya perlombaan dari awal hingga akhir kegiatan.

Dalam sambutannya, Ibu Danrem 181/PVT menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar perlombaan, tetapi menjadi sarana mempererat tali silaturahmi, memperkuat solidaritas, serta menumbuhkan semangat kebersamaan antaranggota Persit.

“Permainan tradisional yang kita laksanakan hari ini mengandung nilai kerja sama, sportivitas, dan semangat juang. Melalui momentum HUT ke-80 ini, saya berharap Persit semakin solid, kreatif, dan terus memberikan dukungan terbaik dalam mendampingi tugas suami sebagai prajurit TNI AD,” ujar beliau.

Lebih lanjut disampaikan bahwa di usia ke-80 tahun, Persit Kartika Chandra Kirana diharapkan semakin matang, tangguh, serta terus berkontribusi positif bagi satuan dan masyarakat.

Kegiatan ditutup Dengan Pembagian Hadiah Lomba Pemenang Tiap - tiap Lomba Tradisional tersebut dan Foto Bersama, Kegiatan yang penuh kegembiraan dan semangat kebersamaan, mencerminkan soliditas dan kekeluargaan yang kuat di lingkungan Persit KCK Koorcab Rem 181 PD XVIII/Kasuari.(dedi)

Putus Rantai Tengkulak, Polres Pasuruan Dukung KUR dan Serapan Jagung Petani



Pasuruan, suarakpkcyber.com – Polri terus memperkuat ketahanan pangan nasional dengan memutus rantai tengkulak dan memperluas akses pembiayaan bagi petani jagung. Upaya tersebut dilakukan melalui fasilitasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) serta penyerapan hasil panen petani oleh Perum Bulog dengan harga sesuai ketentuan pemerintah.

Komitmen ini ditegaskan dalam rapat koordinasi Polri bersama Kementerian Pertanian, Perum Bulog, BPK, Asosiasi Pabrik Pakan Ternak, dan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yang digelar di Mabes Polri, Jumat (6/2).

Rapat diikuti seluruh gugus tugas ketahanan pangan Polda se-Indonesia secara daring dan dipimpin Karobinkar SSDM Polri Brigjen Langgeng Purnomo selaku Wakil Posko Gugus Tugas Ketahanan Pangan.

Brigjen Langgeng mengatakan, rakor digelar sebagai langkah konsolidasi dan evaluasi kinerja tahun sebelumnya, sekaligus menyiapkan strategi penguatan ekosistem pertanian jagung pada 2026.

“Kami melaksanakan analisa dan evaluasi hasil kinerja tahun sebelumnya. Indonesia berhasil tanpa impor jagung pakan ternak pada 2025, sehingga rapat ini menjadi momentum memperkuat kolaborasi agar capaian tersebut dapat dipertahankan dan ditingkatkan pada 2026,” ujarnya.

Di sisi hulu, Polri berperan sebagai penghubung antara kelompok tani dan perbankan untuk mengatasi kendala permodalan. Melalui skema KUR yang melibatkan Himbara, petani jagung didorong kembali menanam dan memperluas lahan. Di Jawa Barat, seperti di wilayah Nagreg dan Ciamis, petani telah memanfaatkan fasilitas kredit tersebut.

Senior Vice President BRI Danang Andi Wijanarko yang mewakili Himbara menyampaikan, pada 2026 BRI menyiapkan plafon pembiayaan KUR Mikro sebesar Rp180 triliun untuk sektor pertanian, termasuk ekosistem jagung pakan ternak.

Sementara di hilir, Polri bersama Perum Bulog memastikan hasil panen petani terserap dengan harga layak. Pengadaan jagung Bulog tahun 2026 menargetkan 1 juta ton untuk cadangan pangan pemerintah, dengan harga Rp6.400 per kilogram sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

“Fokus kami menjaga agar harga jagung di tingkat petani minimal sesuai HPP. Di sejumlah wilayah, termasuk Jawa Barat dan Kalimantan Selatan, kolaborasi ini sudah berjalan dengan harga Rp6.400 per kilogram,” kata Brigjen Langgeng.

Di Kabupaten Pasuruan, Polres Pasuruan turut mendukung penuh program ketahanan pangan tersebut melalui pendampingan dan pengawalan terhadap petani jagung.

Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono mengatakan, pihaknya siap menjadi penghubung antara petani, perbankan, dan Bulog agar petani tidak lagi bergantung pada tengkulak.

“Kami di Polres Pasuruan mendukung penuh program ketahanan pangan Polri. Petani jagung harus mendapatkan akses modal yang mudah serta kepastian harga saat panen. Dengan pendampingan yang tepat, kami berharap kesejahteraan petani meningkat dan produksi jagung di Pasuruan terus bertambah,” ujar AKBP Harto.

Menurutnya, pengawalan dari hulu ke hilir menjadi kunci agar program KUR dan penyerapan hasil panen benar-benar dirasakan manfaatnya oleh petani.

Program ketahanan pangan ini juga diarahkan untuk mengoptimalkan lahan tidur, meningkatkan produksi jagung nasional, serta mendorong kemandirian petani. Dengan manajemen usaha yang baik, petani diharapkan mampu mengembalikan pinjaman tepat waktu dan meningkatkan taraf hidup secara berkelanjutan.

Melalui sinergi lintas sektor tersebut, Polri menargetkan ekosistem pertanian jagung pakan ternak semakin kuat dan berkontribusi nyata terhadap ketahanan pangan nasional, termasuk di wilayah Kabupaten Pasuruan. (Usj)

Kepengurusan PWI Teluk Bintuni Mandek, PWI Pusat Diminta Turun Tangan.

 


Teluk Bintuni, Papua | suarakpkcyber.com – Kepengurusan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Teluk Bintuni dinilai mandek dan tidak berjalan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi. 

Kondisi ini memicu desakan dari sejumlah anggota PWI yang ada di Papua Barat Daya lebih khususnya PWI yang ada di Kabupaten Teluk Bintuni. 

Organisasi tersebut meminta agar PWI Pusat segera turun tangan dalam kepengurusan (AD/ART) nya.

Menurut mereka, Masa bakti kepengurusan PWI Teluk Bintuni periode 2022–2025 diketahui telah berakhir pada September 2025. 

Dan kepengurusan tersebut kemudian diperpanjang hingga Desember 2025 oleh PWI Papua Barat dengan alasan untuk melaksanakan Konferensi Cabang (Konfercab) guna memilih pengurus periode 2025–2028.

Namun hingga kini, Konfercab tersebut belum juga dilaksanakan. Bahkan, beredar informasi bahwa masa kepengurusan kembali diperpanjang hingga 2 Maret 2026 tanpa mekanisme organisasi yang jelas.

Situasi ini menimbulkan pertanyaan di kalangan anggota PWI Teluk Bintuni.

“Kondisi ini sangat janggal dan memicu kecurigaan adanya penyimpangan dalam pengelolaan organisasi,” keluh salah satu anggota PWI Teluk Bintuni yang enggan disebutkan namanya.

Ia juga berharap dan menekankan agar PWI Pusat harus bersikap tegas dalam menegakkan AD/ART organisasi. 

Menurutnya Kepengurusan daerah, seharusnya berjalan sesuai aturan dan tidak boleh diperpanjang secara sepihak tanpa dasar yang sah.

Lanjut, Selain itu akan muncul kekhawatiran bahwa organisasi profesi wartawan ini dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu, khususnya terkait pengelolaan dana hibah dan proposal kegiatan yang bersumber dari pemerintah daerah.

“Jangan sampai PWI dijadikan alat untuk menguras uang negara dengan dalih organisasi. Jika tidak transparan, ini berpotensi menimbulkan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN),” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa pengurus PWI wajib memahami aturan organisasi serta menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik (KEJ). 

Jika ditemukan indikasi penyalahgunaan dana atau ketidak transparanan anggaran, persoalan ini berpotensi dilaporkan kepada aparat penegak hukum.

Karena itu, Ketua Umum PWI Pusat periode 2025–2030, Akhmad Munir, yang terpilih dalam Kongres Persatuan PWI di Cikarang pada 30 Agustus 2025, bersama Dewan Kehormatan PWI Pusat, termasuk Atal Depari selaku mantan Ketua Umum PWI Pusat, diminta segera mengevaluasi kinerja PWI Papua Barat, khususnya PWI Kabupaten Teluk Bintuni.

Langkah tegas dari PWI Pusat dinilai penting untuk memastikan organisasi berjalan sesuai prinsip profesionalisme, transparansi, dan integritas, serta menjaga marwah PWI agar tidak tercoreng oleh dugaan praktik-praktik yang bertentangan dengan nilai-nilai jurnalistik.(dedi/tim)

Hari Jadi ke-340 Kota Pasuruan Dirayakan Penuh Warna, Kirab Budaya Jadi Simbol Kebersamaan Warga

Pasuruan,suarakpkcyber.com,– Semangat kebersamaan mewarnai peringatan Hari Jadi ke-340 Kota Pasuruan yang digelar melalui Kirab Hari Jadi di kawasan Taman Harmoni, Minggu (8/2/2026). Sejak pagi hari, ribuan warga tampak antusias memadati lokasi untuk menyaksikan rangkaian acara yang menandai usia Kota Pasuruan yang telah melampaui tiga abad.

Kirab budaya menjadi pusat perhatian masyarakat. Beragam tampilan seni, budaya lokal, serta partisipasi warga dari berbagai kalangan memperlihatkan kuatnya nilai persatuan yang terus dijaga. Tema peringatan tahun ini, “Guyub Rukun Bareng-bareng Mbangun Pasuruan Kutho Anugrah,” tercermin nyata melalui keterlibatan aktif masyarakat dalam setiap rangkaian kegiatan.

Suasana perayaan semakin semarak dengan kehadiran pelawak senior Kirun dan Kadir. Aksi mereka di atas panggung sukses menghibur warga dan menciptakan suasana hangat penuh tawa, menjadikan peringatan hari jadi tidak hanya sarat makna sejarah, tetapi juga dekat dengan hiburan rakyat.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Pasuruan turut menghadirkan bazar UMKM dengan konsep jajanan tempo dulu. Aneka makanan tradisional dibagikan secara gratis kepada pengunjung, sekaligus menjadi sarana memperkenalkan kembali kuliner khas lokal. Kegiatan ini dipadukan dengan pelaksanaan Car Free Day dan Car Free Night, sehingga ruang publik dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat.

Beragam penampilan turut menyita perhatian pengunjung, salah satunya atraksi Polisi Cilik (Pocil) dari Sekolah Rakyat yang mendapat sambutan meriah. Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada atlet-atlet berprestasi sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam membawa nama baik Kota Pasuruan di tingkat regional maupun nasional.

Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, S.TP., M.Si., menyampaikan bahwa peringatan Hari Jadi ke-340 bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum penting untuk melihat kembali perjalanan pembangunan Kota Pasuruan.

“Perjalanan panjang selama 340 tahun ini patut kita syukuri bersama. Namun, masih banyak tantangan yang perlu dihadapi dan diselesaikan secara gotong royong,” ungkapnya.

Menurutnya, semangat guyub rukun harus terus dijaga dan diterjemahkan dalam pembangunan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Ia menegaskan bahwa kemajuan kota tidak bisa dicapai hanya oleh pemerintah, tetapi memerlukan peran aktif warga.

“Hari jadi ini milik seluruh masyarakat Kota Pasuruan. Dengan kebersamaan, kita bisa menjadikan Pasuruan sebagai kota yang memberi manfaat dan keberkahan bagi semua,” tegasnya.

Dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-340, Pemkot Pasuruan juga sebelumnya menggelar sarasehan terkait Peraturan Wali Kota mengenai pakaian khas daerah. Busana tersebut digali dari nilai-nilai sejarah dan terinspirasi dari sosok Untung Suropati, kemudian ditetapkan sebagai identitas daerah setelah melalui kajian mendalam.

“Ini bukan hanya soal pakaian, tetapi simbol jati diri dan kebanggaan daerah yang berangkat dari sejarah panjang Kota Pasuruan,” tambahnya.

Sepanjang peringatan Hari Jadi ke-340, tercatat sekitar 40 kegiatan digelar dengan melibatkan partisipasi luas masyarakat. Meski dilaksanakan di tengah keterbatasan anggaran, Pemerintah Kota Pasuruan menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan pelayanan publik dan memperkuat kemandirian daerah.

Rangkaian kirab dan kegiatan Hari Jadi diharapkan mampu menumbuhkan rasa memiliki masyarakat terhadap Kota Pasuruan serta memperkuat nilai gotong royong sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan ke depan.

Acara tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Pasuruan, Ketua TP PKK Kota Pasuruan, Sekretaris Daerah, jajaran Forkopimda, Ketua dan Anggota DPRD Kota Pasuruan, kepala perangkat daerah, camat, lurah, serta tokoh masyarakat dan pemuda.(Usj)