![]() |
Karyawan PT SAA diperingatkan warga krn membongkar lagi saluran limbah |
PASURUAN,suarakpkcyber.com-Para warga, para petani, Desa Beji Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan (Jawa Timur) yang sudah capek atas arogansi limbah PT Sido Agung Alumi (PT SAA) yang meluber ke sawah mereka hingga berakibat fatal termasuk gagal panen hingga saluran pembuangan limbah mereka tutup, memang mereka belum mengadukan hal tersebut kepada Aparat Penegak Hukum (APH) yang lebih tinggi seperti Kapolri Jemderal Listyo Sigit Prabowo hingga Menkopolhukam Mahfud MD maupun Presiden RI Joko Widodo.
Kian hari para petani tersebut kian geram dengan pihak manejemen PT SAA diantaranya Setyo, Adit, yang dirasa kian menunjukkan tidak peduli terhadap petani sebagai rakyat meskipun limbah PT SAA meluber ke sawah, hingga beberapa hari lalu saluran pembuangan limbah yang meluberi sawah tersebut ditutup oleh para warga bahkan dikabarkan ada police line.
"Kami sepakat menutup pembuangan saluran limbah di belakang sebelah Barat, dan Timur karena kami capek selalu dibohongi," ungkap Andim dari warga.
![]() |
Limbah PT SAA yang merugikan petani |
Sejak saluran pembuangan limbah ditutup, beberapa kali warga sempat semacam 'patroli' untuk mengawasi situasi - kondisi saluran pembuangan limbah tersebut. Hari ini, Jumat (18/12/2022), saat rakyat melakukan 'sidak' lagi, memergoki beberapa 'pegawai' dari perusahaan yang diminta oleh PT SAA untuk membuka kembali saluran limbah hingga meluber ke sawah lagi.
"Sampean disuruh siapa (membuka kembali saluran limbah ini, red.)," tanya warga yang memergoki pegawai PT SAA membuka kembali saluran limbah yang sudah tidak ada police line-nya. Suasana tegang, pegawai PT SAA tegang.
"Disuruh siapa?" desak warga lagi terhadap pegawai PT SAA yang tampak hampir terus-terusan enggan menjawab meskipun akhirnya menjawab juga.
"Disuruh Pak Adit," jawab pegawai PT SAA yang ditanya tersebut.
![]() |
Saluran limbah PT SAA |
Para warga agak memaklumi, karena mungkin karena hanya sebagai pegawai biasa PT SAA, maka mereka hanya melaksanakan perintah tugas dari internal manejemen PT SAA seperti Adit dan lainnya.
Akan tetapi terhadap pihak manejemen PT SAA dan aparat penegak hukum, warga akan terus meminta keadilan agar saluran limbah tersebut ditutup atau PT SAA harus melakukan pengelolaan limbah dengan baik dan benar. Jika tidak maka tingkat ketegangan dalam masyarakat akan kian tinggi dan bisa menimbulkan gejolak.
Sebagaimana diungkapkan Andim, petani meminta pipa saluran limbah diganti dengan pipa PVC agar limbah PT SAA tersebut tidak meluber ke sawah petani dan itu sempat di notulenkan namun pihak manajemen PT SAA mengingkarinnya.
![]() |
Disampaikan pula oleh tokoh pemuda Desa Beji tersebut bahwa pihaknya juga pernah wadul, mengadu ke DPRD Kabupaten Pasuruan, akan tetapi hingga sekarang tidak ada hasilnya. Berbagai langkah seperti terbuntu, tersumbat, serasa berhadapan dengan pihak yang arogansi.
"Hal ini jika dibiarkan terus-terusan begini dengan tidak peduli warga, ini bisa dilaporkan ke Aparat Penegak Hukum yang lebih tinggi. Jika tidak maka ke depan akan bisa menimbulkan gejolak yang kian tinggi yang disebabkan limbah PT SAA. Jadi, PT SAA menjadi penyebab timbulnya gejolak yang bisa mengganggu kamtibmas," ungkap warga yang geram dan geregetan.(tim)
Post A Comment:
0 comments: